Indonesia U-20 vs Yaman: Tuntaskan dengan Kepala Tegak
Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Rabu, 19 Feb 2025 07:46 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Jakarta, CNN Indonesia --
Timnas Indonesia U-20 akan menutup perjalanan di Piala Asia U-20 2025 lawan Yaman, Rabu (19/2). Meski sudah dipastikan gugur, skuad Garuda Nusantara perlu tetap berjuang dengan kepala tegak.
Indonesia resmi tersisih dari Piala Asia U-20 2025 usai kalah 1-3 dari Uzbekistan, Minggu (16/2) lalu. Sebelumnya tim asuhan Indra Sjafri kalah 0-3 lawan Iran.
Hasil ini sekaligus memupus harapan tim Merah Putih untuk lolos ke Piala Dunia U-20 2025 di Cile, 27 September - 19 Oktober mendatang. Sebab dua tiket perempat final sudah dikunci oleh Iran dan Uzbekistan dengan masing-masing enam poin di Grup C.
Timnas U-20 awalnya diproyeksikan tembus ke pentas dunia dengan lewat jalur Piala Asia U-20 2025. Hanya semifinalis yang dapat tiket ke pentas dunia, tapi langkah Indonesia berhenti di fase grup.
Praktis, duel kontra Yaman tak akan menghasilkan apapun dalam konteks perjalanan menuju Piala Dunia U-20 2025. Kendati demikian, pertandingan itu bukan pepesan kosong tanpa pelajaran untuk dipetik.
Optimisme masih digenggam Indonesia. Penyerang Timnas U-20, Jens Raven bertekad ingin menutup eksistensi di Piala Asia U-20 2025 dengan hasil maksimal.
"Kami semua akan berjuang untuk mengakhiri kampanye Piala Asia dengan baik. Yaman sudah kami ketahui dari kualifikasi Piala Asia U-20," kata Jens dikutip dari Antara.
Kata-kata Jens Raven mengisyaratkan tim masih termotivasi untuk mempersembahkan hasil terbaik. Mentalitas seperti ini perlu mendapat dukungan dari para suporter.
Ambisi menang atas Yaman adalah hal realistis jika melihat perjalanan sang lawan. Sama seperti Indonesia, Yaman juga menelan dua kekalahan beruntun pada laga sebelumnya.
Usai kalah 0-1 dari Uzbekistan, tim besutan Muhammad Ali Al Baadani itu dihabisi 0-6 oleh Iran. Catatan di atas kertas ini dapat jadi salah satu panduan Indra Sjafri dalam mencari kelemahan lawan.
Memperoleh hasil terbaik adalah tekad yang perlu diusung dalam laga ini. Namun, hal lain yang tak kalah penting adalah apa-apa saja yang sudah didapatkan dari perjuangan selama Piala Asia U-20 2025 berlangsung.
Baca di halaman berikutnya>>>
Sepak terjang di Piala Asia U-20 2025 adalah cerminan Timnas Indonesia U-20 saat ini. Jika ingin menerbangkan sayap Garuda ke pentas dunia, evaluasi total perlu dilakukan.
Indra Sjafri jelang lawan Yaman menyatakan 'pasang badan' ihwal performa tim besutannya di Piala Asia U-20 2025. Ia mengakui hasil yang dipetik tak begitu baik.
"Dua pertandingan [di Grup C] hasillnya memang kurang baik. Kami kalah, tentu kami sebagai pelatih paling bertanggungjawab di situ. Kami juga mengapresiasi kerja para pemain," ujar Indra Sjafri.
Seiring dengan hasil ini, berarti sebagian besar pemain bakal angkat kaki karena batas usia. Regenerasi adalah keniscayaan bagi Timnas U-20.
Dari 23 pemain yang berangkat ke Piala Asia U-20 2025, sebanyak 11 nama masih berusia 18 tahun ke bawah. Bukan tak mungkin mereka kembali dipanggil ke Timnas U-20 setidaknya hingga dua tahun mendatang.
Beberapa yang masih bisa membela Timnas U-20 adalah Wayan Arta dan Fitrah Maulana (kiper), lalu di posisi bek ada Sulthan Zaky, Iqbal Gwijangge, Welber Jardim dan Alfharezzi Buffon.
Di lini tengah ada Evandra Florasta, Fandi Pamungkas, dan Zidan Arrosyid. Lalu di sayap terdapat Jehan Pahlevi. Sementara lini depan, Aulia Rahman kemungkinan masih bisa bergabung.
Nama-nama andalan lain seperti Dony Tri Pamungkas, Toni Firmansyah, dan Jens Raven bakal naik ke kelompok usia berikutnya atau bahkan tim senior jika dibutuhkan oleh Patrick Kluivert.
Artinya, tim pelatih Timnas U-20 perlu mencari dan menyaring angkatan baru untuk agenda penting berikutnya. Kemungkinan bakal diisi oleh mereka yang kini membela Timnas Indonesia U-17.
PSSI perlu melakukan evaluasi menyeluruh kepada Timnas Indonesia U-20. Dengan proyeksi menapak panggung dunia, maka berbagai aspek termasuk juru taktik juga perlu dipertimbangkan. Dalam hal ini, tentu perlu penyelarasan dengan visi yang diusung Patrick Kluivert sebagai puncak kaderisasi pemain Timnas Indonesia.
Timnas Indonesia U-20 akan menutup perjalanan di Piala Asia U-20 2025 lawan Yaman, Rabu (19/2). Meski sudah dipastikan gugur, skuad Garuda Nusantara perlu tetap berjuang dengan kepala tegak.
Indonesia resmi tersisih dari Piala Asia U-20 2025 usai kalah 1-3 dari Uzbekistan, Minggu (16/2) lalu. Sebelumnya tim asuhan Indra Sjafri kalah 0-3 lawan Iran.
Hasil ini sekaligus memupus harapan tim Merah Putih untuk lolos ke Piala Dunia U-20 2025 di Cile, 27 September - 19 Oktober mendatang. Sebab dua tiket perempat final sudah dikunci oleh Iran dan Uzbekistan dengan masing-masing enam poin di Grup C.
Timnas U-20 awalnya diproyeksikan tembus ke pentas dunia dengan lewat jalur Piala Asia U-20 2025. Hanya semifinalis yang dapat tiket ke pentas dunia, tapi langkah Indonesia berhenti di fase grup.
Praktis, duel kontra Yaman tak akan menghasilkan apapun dalam konteks perjalanan menuju Piala Dunia U-20 2025. Kendati demikian, pertandingan itu bukan pepesan kosong tanpa pelajaran untuk dipetik.
Optimisme masih digenggam Indonesia. Penyerang Timnas U-20, Jens Raven bertekad ingin menutup eksistensi di Piala Asia U-20 2025 dengan hasil maksimal.
"Kami semua akan berjuang untuk mengakhiri kampanye Piala Asia dengan baik. Yaman sudah kami ketahui dari kualifikasi Piala Asia U-20," kata Jens dikutip dari Antara.
Kata-kata Jens Raven mengisyaratkan tim masih termotivasi untuk mempersembahkan hasil terbaik. Mentalitas seperti ini perlu mendapat dukungan dari para suporter.
Ambisi menang atas Yaman adalah hal realistis jika melihat perjalanan sang lawan. Sama seperti Indonesia, Yaman juga menelan dua kekalahan beruntun pada laga sebelumnya.
Usai kalah 0-1 dari Uzbekistan, tim besutan Muhammad Ali Al Baadani itu dihabisi 0-6 oleh Iran. Catatan di atas kertas ini dapat jadi salah satu panduan Indra Sjafri dalam mencari kelemahan lawan.
Memperoleh hasil terbaik adalah tekad yang perlu diusung dalam laga ini. Namun, hal lain yang tak kalah penting adalah apa-apa saja yang sudah didapatkan dari perjuangan selama Piala Asia U-20 2025 berlangsung.
Baca di halaman berikutnya>>>
Evaluasi Total Timnas U-20 Jika Ingin Indonesia Mendunia
Timnas Indonesia U-20 dipastikan tersingkir di fase grup Piala Asia U-20 2025. (Dok. X/Twitter Timnas Indonesia)
Sepak terjang di Piala Asia U-20 2025 adalah cerminan Timnas Indonesia U-20 saat ini. Jika ingin menerbangkan sayap Garuda ke pentas dunia, evaluasi total perlu dilakukan.
Indra Sjafri jelang lawan Yaman menyatakan 'pasang badan' ihwal performa tim besutannya di Piala Asia U-20 2025. Ia mengakui hasil yang dipetik tak begitu baik.
"Dua pertandingan [di Grup C] hasillnya memang kurang baik. Kami kalah, tentu kami sebagai pelatih paling bertanggungjawab di situ. Kami juga mengapresiasi kerja para pemain," ujar Indra Sjafri.
Seiring dengan hasil ini, berarti sebagian besar pemain bakal angkat kaki karena batas usia. Regenerasi adalah keniscayaan bagi Timnas U-20.
Dari 23 pemain yang berangkat ke Piala Asia U-20 2025, sebanyak 11 nama masih berusia 18 tahun ke bawah. Bukan tak mungkin mereka kembali dipanggil ke Timnas U-20 setidaknya hingga dua tahun mendatang.
Beberapa yang masih bisa membela Timnas U-20 adalah Wayan Arta dan Fitrah Maulana (kiper), lalu di posisi bek ada Sulthan Zaky, Iqbal Gwijangge, Welber Jardim dan Alfharezzi Buffon.
Di lini tengah ada Evandra Florasta, Fandi Pamungkas, dan Zidan Arrosyid. Lalu di sayap terdapat Jehan Pahlevi. Sementara lini depan, Aulia Rahman kemungkinan masih bisa bergabung.
Nama-nama andalan lain seperti Dony Tri Pamungkas, Toni Firmansyah, dan Jens Raven bakal naik ke kelompok usia berikutnya atau bahkan tim senior jika dibutuhkan oleh Patrick Kluivert.
Artinya, tim pelatih Timnas U-20 perlu mencari dan menyaring angkatan baru untuk agenda penting berikutnya. Kemungkinan bakal diisi oleh mereka yang kini membela Timnas Indonesia U-17.
PSSI perlu melakukan evaluasi menyeluruh kepada Timnas Indonesia U-20. Dengan proyeksi menapak panggung dunia, maka berbagai aspek termasuk juru taktik juga perlu dipertimbangkan. Dalam hal ini, tentu perlu penyelarasan dengan visi yang diusung Patrick Kluivert sebagai puncak kaderisasi pemain Timnas Indonesia.