Menerka Efek Jordi Cruyff untuk Filosofi Sepak Bola Indonesia
Abdul Susila | CNN Indonesia
Kamis, 27 Feb 2025 08:10 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Jordi Cruyff ditunjuk sebagai penasihat teknis Timnas Indonesia. (AFP/PAUL ELLIS)
Jakarta, CNN Indonesia --
Nama besar sepak bola dunia kembali menghiasi wajah Timnas Indonesia. Kali ini anak legenda Johan Cruyff, sang ideolog total football, Jordi Cruyff yang besar dalam iklim sepak bola Barcelona.
Jordi ditunjuk PSSI sebagai technical advisor atau penasihat teknis. Seperti lazimnya penasihat sepak bola, Jordi akan membantu PSSI agar Timnas Indonesia makin bersinar.
Pada praktiknya, Jordi tak hanya memberi masukan, pandangan, dan bantuan kepada Patrick Kluivert di Timnas Indonesia, tetapi juga di semua kategori usia tim nasional.
PSSI menuliskan, beberapa peran Jordi adalah memberi metodologi pelatihan, pengembangan grassroots, jenjang karier pemain elite, dan pengembangan sistem teknis secara keseluruhan.
Ia juga ditugaskan khusus PSSI untuk mencari direktur teknik (dirtek). Posisi ini sudah hampir setahun kosong. Sebelumnya Indra Sjafri mengisi posisi Dirtek PSSI sejak 2020.
Keputusan PSSI mendatangkan penasihat teknis merupakan barang baru. Pada era-era sebelumnya tak ada sosok khusus yang diberi amanah menjadi penasihat teknis.
Namun, posisi ini sudah lazim dilakukan klub-klub sepak bola di Eropa. Mereka yang menjadi penasihat teknik umumnya adalah mantan pemain yang dinilai punya kapasitas setara dirtek.
Bedanya, Dirtek lebih banyak mengurus sepak bola secara umum bagi klub atau sebuah negara. Adapun penasihat teknis biasanya hanya khusus membantu terciptanya jalan sukses sebuah tim.
Dengan akselerasi yang dilakukan PSSI, dalam hal ini membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 dan Indonesia U-17 ke Piala Dunia U-17 2025, apakah efek Jordi akan bertuah?
Tak ada yang bisa menjamin. Namun, upaya PSSI mendatang penasihat teknis bisa dimaknai sebagai upaya serius PSSI membuka peta sukses Indonesia di belantika sepak bola internasional.
Target PSSI, yang dituangkan dalam buku 'Garuda Mendunia', Indonesia lolos ke Piala Dunia pada 2034. Namun, kini ada kans lebih dekat. Dan, hal ini coba diwujudkan dengan segala cara.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Akan seperti apa Timnas Indonesia, termasuk kategori usia, di bawah kendali Patrick Kluivert? Kemungkinan besar Jordi Cruyff akan menjadi 'profesor' yang akan menjalankan itu.
Artinya pula Jordi akan menjadi ideolog, dalam hal ini penelur filosofi sepak bola Timnas Indonesia. Ia yang akan menjembatani gaya main tim nasional di semua level usia.
Karena itu keserasian dan kesepahaman antara Kluivert sebagai orang nomor satu Timnas dengan Jordi akan menjadi kunci. Ia yang akan secara khusus terjun di semua level usia Timnas.
Jordi akan merangkum gaya main yang akan diaplikasikan Kluivert berdasar hasil pemikiran dengan para asistennya, sekaligus menjadikannya panduan untuk tim level usia di bawahnya.
Artinya pula Jordi akan membawa filosofi sepak bola yang dianut Kluivert ke level usia. Ia yang secara khusus yang menjadi jembatan penyampai penerapan filosofi tersebut.
Dari sini pula nantinya Jordi akan mencari sosok yang dirasa paling pas menjadi direktur teknik PSSI. Filosofi sepak bola tim nasional inilah yang akan dibawa direktur teknik ke akar rumput.
Sejauh ini, sepak bola Indonesia dikenal tak punya filosofi bermain yang kuat. Indonesia hanya ikut tren sepak bola global. Sudah begitu kemampuannya mengadaptasi juga terlambat.
Saat Danurwindo menjadi Dirtek ketika Luis Milla jadi pelatih Timnas Indonesia, sebuah buku putih sepak bola Indonesia lahir dengan nama Filanesia; filosofi sepak bola Indonesia.
Belakangan, filanesia warisan Danurwindo, tak diterapkan di Timnas Indonesia. Shin Tae Yong malah lebih memilih memakai ideologi pragmatis, sesuai kapasitas pemain Indonesia.
Gaya 4-3-3 yang dibangun dalam filanesia, tak dipakai. Target Shin membawa Indonesia bersaing di pentas Asia, seperti dianggap belum cocok dengan gaya main indah 4-3-3.
Kini nama-nama bekan sepak bola dunia, dari Kluivert, Jordi, hingga Alex Pastoor didatangkan PSSI. Akankah sepak bola Indonesia jadi naik kelas level dunia? Tak akan instan dan perlu proses panjang.
Nama besar sepak bola dunia kembali menghiasi wajah Timnas Indonesia. Kali ini anak legenda Johan Cruyff, sang ideolog total football, Jordi Cruyff yang besar dalam iklim sepak bola Barcelona.
Jordi ditunjuk PSSI sebagai technical advisor atau penasihat teknis. Seperti lazimnya penasihat sepak bola, Jordi akan membantu PSSI agar Timnas Indonesia makin bersinar.
Pada praktiknya, Jordi tak hanya memberi masukan, pandangan, dan bantuan kepada Patrick Kluivert di Timnas Indonesia, tetapi juga di semua kategori usia tim nasional.
PSSI menuliskan, beberapa peran Jordi adalah memberi metodologi pelatihan, pengembangan grassroots, jenjang karier pemain elite, dan pengembangan sistem teknis secara keseluruhan.
Ia juga ditugaskan khusus PSSI untuk mencari direktur teknik (dirtek). Posisi ini sudah hampir setahun kosong. Sebelumnya Indra Sjafri mengisi posisi Dirtek PSSI sejak 2020.
Keputusan PSSI mendatangkan penasihat teknis merupakan barang baru. Pada era-era sebelumnya tak ada sosok khusus yang diberi amanah menjadi penasihat teknis.
Namun, posisi ini sudah lazim dilakukan klub-klub sepak bola di Eropa. Mereka yang menjadi penasihat teknik umumnya adalah mantan pemain yang dinilai punya kapasitas setara dirtek.
Bedanya, Dirtek lebih banyak mengurus sepak bola secara umum bagi klub atau sebuah negara. Adapun penasihat teknis biasanya hanya khusus membantu terciptanya jalan sukses sebuah tim.
Dengan akselerasi yang dilakukan PSSI, dalam hal ini membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 dan Indonesia U-17 ke Piala Dunia U-17 2025, apakah efek Jordi akan bertuah?
Tak ada yang bisa menjamin. Namun, upaya PSSI mendatang penasihat teknis bisa dimaknai sebagai upaya serius PSSI membuka peta sukses Indonesia di belantika sepak bola internasional.
Target PSSI, yang dituangkan dalam buku 'Garuda Mendunia', Indonesia lolos ke Piala Dunia pada 2034. Namun, kini ada kans lebih dekat. Dan, hal ini coba diwujudkan dengan segala cara.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Nama-nama Beken di Belakang Timnas Indonesia
Sinergi Patrick Kluivert dan Jordi Cruyff bakal dinanti untuk Timnas Indonesia. (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Akan seperti apa Timnas Indonesia, termasuk kategori usia, di bawah kendali Patrick Kluivert? Kemungkinan besar Jordi Cruyff akan menjadi 'profesor' yang akan menjalankan itu.
Artinya pula Jordi akan menjadi ideolog, dalam hal ini penelur filosofi sepak bola Timnas Indonesia. Ia yang akan menjembatani gaya main tim nasional di semua level usia.
Karena itu keserasian dan kesepahaman antara Kluivert sebagai orang nomor satu Timnas dengan Jordi akan menjadi kunci. Ia yang akan secara khusus terjun di semua level usia Timnas.
Jordi akan merangkum gaya main yang akan diaplikasikan Kluivert berdasar hasil pemikiran dengan para asistennya, sekaligus menjadikannya panduan untuk tim level usia di bawahnya.
Artinya pula Jordi akan membawa filosofi sepak bola yang dianut Kluivert ke level usia. Ia yang secara khusus yang menjadi jembatan penyampai penerapan filosofi tersebut.
Dari sini pula nantinya Jordi akan mencari sosok yang dirasa paling pas menjadi direktur teknik PSSI. Filosofi sepak bola tim nasional inilah yang akan dibawa direktur teknik ke akar rumput.
Sejauh ini, sepak bola Indonesia dikenal tak punya filosofi bermain yang kuat. Indonesia hanya ikut tren sepak bola global. Sudah begitu kemampuannya mengadaptasi juga terlambat.
Saat Danurwindo menjadi Dirtek ketika Luis Milla jadi pelatih Timnas Indonesia, sebuah buku putih sepak bola Indonesia lahir dengan nama Filanesia; filosofi sepak bola Indonesia.
Belakangan, filanesia warisan Danurwindo, tak diterapkan di Timnas Indonesia. Shin Tae Yong malah lebih memilih memakai ideologi pragmatis, sesuai kapasitas pemain Indonesia.
Gaya 4-3-3 yang dibangun dalam filanesia, tak dipakai. Target Shin membawa Indonesia bersaing di pentas Asia, seperti dianggap belum cocok dengan gaya main indah 4-3-3.
Kini nama-nama bekan sepak bola dunia, dari Kluivert, Jordi, hingga Alex Pastoor didatangkan PSSI. Akankah sepak bola Indonesia jadi naik kelas level dunia? Tak akan instan dan perlu proses panjang.