Nirkejutan dari Patrick Kluivert: Nada dan Doa Timnas Indonesia
Abdul Susila | CNN Indonesia
Selasa, 11 Mar 2025 08:40 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Formasi dengan tiga bek atau empat bek bisa jadi pilihan Patrick Kluivert. (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Maarten Paesmungkin tak akan terganti. Jika tidak ada kendala fisik atau cedera, Paes niscaya jadi pilihan utama Kluivert, seperti sebelumnya dilakukan Shin Tae Yong.
Adapun yang jadi penantian adalah formasi pertahanan. Kebijakan strategi Kluivert sangat ditunggu, apakah akan memakai formasi tiga bek seperti sebelumnya atau tidak.
Mengacu daftar panggil pemain, potensinya memakai tiga bek. Pasalnya Kluivert menumpuk pemain bertahan, termasuk bek sayap serba bisa, dibanding gelandang.
Idealnya, komposisi pertahanan Indonesia mungkin diisi Jay Idzes, Mees Hilgers, dan Kevin Diks. Performa ketiganya juga sangat menonjol di klub.
Nama terakhir, yang sejatinya seorang bek sayap kanan, bisa jadi pilihan sebagai bek tengah karena tampil sebagai libero saat Copenhagen melawan Chelsea.
Dalam situasi ini, harus jujur mengatakan bahwa Jordi Amat, Rizky Ridho, dan Muhammad Ferarri kudu sabar menanti giliran. Mereka harus berjuang lebih keras di latihan.
Saat Kluivert ingin unjuk gigi bahwa ia lepas dari bayang-bayang gaya main pelatih sebelumnya yang pragmatis; parkir bus; counter attack; dua bek sayap jadi pilihan.
Untuk posisi bek sayap, tentu saja Sandy Walsh di kanan dan Calvin Verdonk di kiri jadi pilihan paling realistis. Karenanya Pratama Arhan harus rela jadi pelapis.
Formasi tiga atau empat bek sejajar mungkin hanya perspektif, sudut pandang main, tetapi disiplin main akan menjadi kunci, yakni bagaimana sikap saat bertahan dan menyerang.
Agar formasi bertahan ini bisa berjalan dengan baik, tentu saja 'kecerdasan' lini tengah akan menentukan. Siapakah yang akan menjadi pendamping Thom Haye?
Kalau pakai tiga bek, Thom hanya butuh rekan seperti Ivar Jenner atau Nathan Tjoe-A-On, tetapi kalah pakai dua bek, Marselino Ferdinan atau Ricky Kambuaya dibutuhkan.
(jal)
Jakarta, CNN Indonesia --
Daftar panggil pemain Timnas Indonesia yang diumumkan Patrick Kluivert untuk pertandingan melawan Australia dan Bahrain tak mengejutkan.
Nyaris hanya ada tiga kejutan kecil. Pertama, tidak dipanggilnya Asnawi Mangkualam Bahar yang di Thai League 1 2024/2025 masuk daftar 11 pemain terbaik tengah musim.
Kedua, tidak ada pemain Persib yang dipanggil. Saat ini Maung Bandung memimpin klasemen sementara Liga 1 2024/2025. Kualitas individu pemain bisa dibilang cukup baik di Persib.
Terakhir, Septian Bagaskara. Pemain Dewa United berusia 27 ini pantas mendapat kesempatan. Hanya saja, performanya sedang kurang garang, nirgol dalam tujuh laga.
Dan, Bagaskara bukan satu-satunya. Ada beberapa nama yang juga 'masuk angin' di klub, tetapi tetap masuk daftar panggil. Dua di antaranya Eliano Reijnders dan Rafael Struick.
Karena itu skuad ini tak bisa dibilang lebih menjanjikan dibanding sebelumnya. Hadirnya Ole Romeny pun tak memperlihatkan bahwa tim Merah Putih lebih menjanjikan.
Romeny masih perlu menunjukkan tajinya dalam debut bersama Garuda pada 20 Maret nanti. Lebih dari itu, etos kerja pemain Oxford United ini akan diukur suporter.
Bagaskara serta Romeny akan bersaing untuk posisi kunci sebagai ujung tombak. Keduanya akan bersaing juga dengan Ramadhan Sananta, Hokky Caraka, dan Struick.
Dari enam nama pemain lini depan yang dipanggil Kluivert, sejatinya tak ada yang performanya istimewa di klub. Karena itu racikan strategi Kluivert dinanti.
Dalam arti, dengan performa di klub yang biasa-biasa saja. bisakah Kluivert membuat para pemain tampil lebih garang di Timnas? Akankah ketajaman Timnas meningkat?
Sebagai striker yang disegani pada zamannya, tuah Kluivert diharap menular. Sementara nada dan doa menemani Kluivert, tetapi kritik keras bisa menerjang jika pemain tampil jeblok.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Pragmatisme Tiga Bek atau Eksplosif Dua Bek?
Formasi dengan tiga bek atau empat bek bisa jadi pilihan Patrick Kluivert. (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Maarten Paesmungkin tak akan terganti. Jika tidak ada kendala fisik atau cedera, Paes niscaya jadi pilihan utama Kluivert, seperti sebelumnya dilakukan Shin Tae Yong.
Adapun yang jadi penantian adalah formasi pertahanan. Kebijakan strategi Kluivert sangat ditunggu, apakah akan memakai formasi tiga bek seperti sebelumnya atau tidak.
Mengacu daftar panggil pemain, potensinya memakai tiga bek. Pasalnya Kluivert menumpuk pemain bertahan, termasuk bek sayap serba bisa, dibanding gelandang.
Idealnya, komposisi pertahanan Indonesia mungkin diisi Jay Idzes, Mees Hilgers, dan Kevin Diks. Performa ketiganya juga sangat menonjol di klub.
Nama terakhir, yang sejatinya seorang bek sayap kanan, bisa jadi pilihan sebagai bek tengah karena tampil sebagai libero saat Copenhagen melawan Chelsea.
Dalam situasi ini, harus jujur mengatakan bahwa Jordi Amat, Rizky Ridho, dan Muhammad Ferarri kudu sabar menanti giliran. Mereka harus berjuang lebih keras di latihan.
Saat Kluivert ingin unjuk gigi bahwa ia lepas dari bayang-bayang gaya main pelatih sebelumnya yang pragmatis; parkir bus; counter attack; dua bek sayap jadi pilihan.
Untuk posisi bek sayap, tentu saja Sandy Walsh di kanan dan Calvin Verdonk di kiri jadi pilihan paling realistis. Karenanya Pratama Arhan harus rela jadi pelapis.
Formasi tiga atau empat bek sejajar mungkin hanya perspektif, sudut pandang main, tetapi disiplin main akan menjadi kunci, yakni bagaimana sikap saat bertahan dan menyerang.
Agar formasi bertahan ini bisa berjalan dengan baik, tentu saja 'kecerdasan' lini tengah akan menentukan. Siapakah yang akan menjadi pendamping Thom Haye?
Kalau pakai tiga bek, Thom hanya butuh rekan seperti Ivar Jenner atau Nathan Tjoe-A-On, tetapi kalah pakai dua bek, Marselino Ferdinan atau Ricky Kambuaya dibutuhkan.