Emil, Dean, dan Joey Datang, Timnas Indonesia Jadi Tim Super?
Abdul Susila | CNN Indonesia
Jumat, 14 Mar 2025 18:48 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Timnas Indonesia mendapat tambahan pemain naturalisasi jelang menghadapi Australia pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. (CNNIndonesia.com/Adhi Wicaksono)
Tiga pemain baru yang dimaksud adalah Emil Audero Mulyadi, Dean James, dan Joey Pelupessy. Ketiganya dipastikan bisa membela Indonesia saat melawan Australia.
Emil akan membuat persaingan posisi kiper semakin ketat. Utamanya Maarten Paes, punya rekan sepadan sebagai penjaga gawang, setelah dalam enam laga tak tergantikan.
Adapun Dean membentuk konstelasi bek kiri kian padat. Calvin Verdonk, Pratama Arhan, Shayne Pattynama, hingga Nathan Tjoe-A-On dapat kawan latihan seimbang.
Sementara Joey menambah perbendaharaan sisi gelandang jadi makin kaya. Ivar Jenner, Thom Haye, Ricky Kambuaya, dan Marselino Ferdinan dapat teman berpengalaman.
Jangan lupakan pula ada Ole Romeny yang juga berpotensi debut di Stadion Sydney Football pada 20 Maret nanti. Kehadirannya bisa membuat lini depan Merah Putih tajam.
Dilihat dari nama-nama yang baru bergabung lewat jalur naturalisasi ini, Indonesia bakal punya tim super. Negara kepulauan ini kini punya legiun penuh bintang.
Namun, tidak semudah itu membentuk tim super. Kumpulan pemain bisa saja bertabur bintang, tetapi permainan sebuah tim selalu dipengaruhi banyak faktor.
Dalam hal ini chemistry permainan berperan vital. Tanpa intuisi; saling memahami gaya dan karakter; hubungan interpersonal, konsepsi kebahagiaan sulit tercapai.
Strategi permainan juga menjadi kunci. Gaya dan pola main yang akan diterapkan, sedikit banyak, menentukan hasil akhir. Di sini peran pelatih jadi pusat gravitasi.
Kebetulan, Patrick Kluivert akan menjalani debut bersama Timnas Indonesia, sama seperti Emil, Dean, Joey, dan Romeny. Tuahnya sebagai adicita Timnas akan diuji.
Baca lanjutan analisis ini di halaman selanjutnya>>>
Patrick Kluiverttak akan berdiri sendirian dalam debutnya bersama Timnas Indonesia saat melawan Australia. Ada 11 rekan yang siap membantunya habis-habisan.
Ke-11 orang yang akan memberi asupan 'energi' itu adalah Jordi Cruyff, Alex Pastoor, Denny Landzaat, Gerald Vanenburg, Sjoerd Woudenberg, dan Quentin Jakoba.
Kemudian Jordy Kluitenberg, Leo Echteld, Chesley ten Oever, Regi Blinker, dan Bram Verbruggen, serta Titus Argatama, Sofie Imam Faizal, dan Alfan Nur Asyhar.
Kehadiran sosok-sosok di belakang layar ini membuat PSSI dengan percaya diri menyebut tim kepelatihan Kluivert di Timnas Indonesia sebagai 'super team'.
Pertanyaan lantas muncul, akankah permainan tim Merah Putih jadi lebih solid, tangguh, kukuh, indah, dan berbahaya di bawah 'bendera revolusi' Kluivert?
Yang pasti, Kluivert telah menetapkan 27 pemain plus tiga pemain naturalisasi baru, yang akan dibawa ke Sydney untuk mengalahkan Socceroos, julukan Australia.
Mereka ini, sebanyak 30 pemain, akan menjadi tulang punggung Indonesia menjaga asa meraih tiket ke putaran final Piala Dunia 2026. Nama baik Kluivert dipertaruhkan juga.
Harapannya, tentu saja, sentuhan Kluivert langsung bertuah. Kehadiran pemain-pemain naturalisasi baru dan tim kepelatihan yang melimpah kiranya sudah cukup jadi modal.
Bayangan suporter, Kluivert akan mengonstruksi Timnas Indonesia menjadi lebih bernyawa secara permainan. Dalam artian tidak lagi pragmatis; parkir bus; counterattack; asal menang.
Jika mengamati isi media massa negara-negara lawan Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, ada cibiran. Indonesia diwaspadai karena gebrakan naturalisasinya.
Dan, kembali lagi, apakah Timnas Indonesia akan jadi tim super karena paradigma yang terjadi pada 2025 ini? Semoga Kluivert bisa memenuhi ekspektasi para pecinta Garuda.
Tiga pemain baru yang dimaksud adalah Emil Audero Mulyadi, Dean James, dan Joey Pelupessy. Ketiganya dipastikan bisa membela Indonesia saat melawan Australia.
Emil akan membuat persaingan posisi kiper semakin ketat. Utamanya Maarten Paes, punya rekan sepadan sebagai penjaga gawang, setelah dalam enam laga tak tergantikan.
Adapun Dean membentuk konstelasi bek kiri kian padat. Calvin Verdonk, Pratama Arhan, Shayne Pattynama, hingga Nathan Tjoe-A-On dapat kawan latihan seimbang.
Sementara Joey menambah perbendaharaan sisi gelandang jadi makin kaya. Ivar Jenner, Thom Haye, Ricky Kambuaya, dan Marselino Ferdinan dapat teman berpengalaman.
Jangan lupakan pula ada Ole Romeny yang juga berpotensi debut di Stadion Sydney Football pada 20 Maret nanti. Kehadirannya bisa membuat lini depan Merah Putih tajam.
Dilihat dari nama-nama yang baru bergabung lewat jalur naturalisasi ini, Indonesia bakal punya tim super. Negara kepulauan ini kini punya legiun penuh bintang.
Namun, tidak semudah itu membentuk tim super. Kumpulan pemain bisa saja bertabur bintang, tetapi permainan sebuah tim selalu dipengaruhi banyak faktor.
Dalam hal ini chemistry permainan berperan vital. Tanpa intuisi; saling memahami gaya dan karakter; hubungan interpersonal, konsepsi kebahagiaan sulit tercapai.
Strategi permainan juga menjadi kunci. Gaya dan pola main yang akan diterapkan, sedikit banyak, menentukan hasil akhir. Di sini peran pelatih jadi pusat gravitasi.
Kebetulan, Patrick Kluivert akan menjalani debut bersama Timnas Indonesia, sama seperti Emil, Dean, Joey, dan Romeny. Tuahnya sebagai adicita Timnas akan diuji.
Baca lanjutan analisis ini di halaman selanjutnya>>>
Menguji Efek Tim Kepelatihan yang Beken
Tidak hanya Patrick Kluivert (kanan) dan Denny Landzaat yang ada di 'dapur' Timnas Indonesia.CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Patrick Kluiverttak akan berdiri sendirian dalam debutnya bersama Timnas Indonesia saat melawan Australia. Ada 11 rekan yang siap membantunya habis-habisan.
Ke-11 orang yang akan memberi asupan 'energi' itu adalah Jordi Cruyff, Alex Pastoor, Denny Landzaat, Gerald Vanenburg, Sjoerd Woudenberg, dan Quentin Jakoba.
Kemudian Jordy Kluitenberg, Leo Echteld, Chesley ten Oever, Regi Blinker, dan Bram Verbruggen, serta Titus Argatama, Sofie Imam Faizal, dan Alfan Nur Asyhar.
Kehadiran sosok-sosok di belakang layar ini membuat PSSI dengan percaya diri menyebut tim kepelatihan Kluivert di Timnas Indonesia sebagai 'super team'.
Pertanyaan lantas muncul, akankah permainan tim Merah Putih jadi lebih solid, tangguh, kukuh, indah, dan berbahaya di bawah 'bendera revolusi' Kluivert?
Yang pasti, Kluivert telah menetapkan 27 pemain plus tiga pemain naturalisasi baru, yang akan dibawa ke Sydney untuk mengalahkan Socceroos, julukan Australia.
Mereka ini, sebanyak 30 pemain, akan menjadi tulang punggung Indonesia menjaga asa meraih tiket ke putaran final Piala Dunia 2026. Nama baik Kluivert dipertaruhkan juga.
Harapannya, tentu saja, sentuhan Kluivert langsung bertuah. Kehadiran pemain-pemain naturalisasi baru dan tim kepelatihan yang melimpah kiranya sudah cukup jadi modal.
Bayangan suporter, Kluivert akan mengonstruksi Timnas Indonesia menjadi lebih bernyawa secara permainan. Dalam artian tidak lagi pragmatis; parkir bus; counterattack; asal menang.
Jika mengamati isi media massa negara-negara lawan Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, ada cibiran. Indonesia diwaspadai karena gebrakan naturalisasinya.
Dan, kembali lagi, apakah Timnas Indonesia akan jadi tim super karena paradigma yang terjadi pada 2025 ini? Semoga Kluivert bisa memenuhi ekspektasi para pecinta Garuda.