Jay Idzes Banting Tulang di Venezia, Lanjut Gendong Timnas Indonesia
Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Rabu, 14 Mei 2025 08:02 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Jay Idzes tengah berjuang mati-matian membawa Venezia lolos dari zona degradasi. (REUTERS/Ciro De Luca)
Jakarta, CNN Indonesia --
Jay Idzes sedang berjuang bersama Venezia agar tetap bertahan di Serie A. Di waktu yang sama, harapan besar dari publik tersemat di pundaknya sebagai kapten Timnas Indonesia.
Venezia baru saja memperpanjang napas di Serie A 2024/2025 usai menang 2-1 atas Fiorentina pada giornata ke-36, Senin (12/5) lalu. Kemenangan sementara mengeluarkan mereka dari zona merah.
Saat ini Venezia mengumpulkan 29 poin dan berada di peringkat ke-17 atau garis terakhir wilayah degradasi. Namun, bayang-bayang terjerembap ke Serie B menggentayangi skuad I Leoni Alati karena hanya berselisih satu angka dari Lecce dan Empoli di posisi ke-18 serta ke-19.
Ada dua laga sisa bagi Venezia yang akan menentukan nasib mereka. Akhir pekan ini, tim besutan Eusebio Di Francisco bakal bertandang ke markas Cagliari pada Minggu (18/5).
Lalu pada laga penutup musim, Venezia akan menjalani laga berat dengan menjamu Juventus pada Minggu (25/5). Akhir cerita manis tentu mereka harapkan agar tak terdepak ke kasta kedua.
Pasalnya, Venezia baru promosi ke Serie A 2024/2025. Namun tim kebanggaan kota Venice itu punya memori buruk ketika hanya bertahan semusim di Serie A 2020/2021 usai promosi lalu terdegradasi setelahnya.
Sebagai kapten, Jay Idzes punya tanggungjawab lebih besar dari rekan-rekan setimnya untuk mempertahankan posisi tim. Bek 24 tahun itu tak boleh terdistraksi dengan rumor hengkang ke tim lain karena tugas utamanya saat ini adalah mencegah tim terperosok lebih dalam.
Terlebih Jay Idzes adalah tumpuan utama lini pertahanan Venezia. Eks pemain Go Ahead Eagles itu nyaris tak tergantikan dengan catatan 34 penampilan dari total 36 laga yang dijalani timnya di Serie A.
Di atas kertas, Jay Idzes juga sudah tak pernah menepi akibat masalah fisik serius selama 1,5 tahun. Terakhir kali persoalan yang dialaminya adalah saat mengalami penyumbatan vena pada Oktober 2023 hingga Januari 2024.
Selepas itu Jay Idzes senantiasa prima. Besar harapan pemain binaan PSV Eindhoven itu tetap segar hingga musim kompetisi berakhir.
Baca di halaman berikutnya>>>>
Jay Idzes perlu benar-benar memerhatikan proyeksi setelah tugasnya di Venezia tuntas musim ini. Tak lain dan tak bukan adalah tanggungjawabnya di Timnas Indonesia sebagai kapten.
Timnas Indonesia sedang berjuang di fase akhir putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Ada dua laga terakhir yang akan dijalani skuad Garuda untuk menentukan nasib menuju Piala Dunia 2026.
Tim besutan Patrick Kluivert akan menjamu China di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta pada 5 Juni mendatang. Kemudian pada 10 Juni, Jay Idzes dan kawan-kawan akan bertandang ke markas Jepang.
Dua laga tersebut akan menentukan posisi Timnas Indonesia di klasemen. Saat ini, tim Merah Putih ada di peringkat keempat dengan sembilan poin.
Kesempatan lolos langsung masih terbuka jika mampu mendepak Australia di peringkat kedua yang kini mengemas 13 poin. Namun langkah lebih realistis adalah memperjuangkan posisi ketiga atau keempat agar bisa melaju ke putaran kualifikasi berikutnya.
Indonesia perlu menang lawan China untuk agar posisi mereka saat ini tak tergeser. Kemudian lawan Jepang, petikan poin tentu akan sangat berharga dalam mempertahankan zona aman. Akan lebih baik jika bisa menang kontra Samurai Biru.
Pentingnya sepak terjang Timnas Indonesia pada dua laga sisa putaran ketiga kualifikasi disikapi serius oleh Patrick Kluivert. Pelatih asal Belanda itu rencananya mulai menggelar pemusatan latihan pada 26 Mei di Bali.
Artinya, pemain-pemain yang bertebaran di penjuru Eropa, Amerika, dan Asia tidak punya banyak waktu untuk berleha-leha. Mereka perlu segera merapat ke Pulau Dewata.
Termasuk Jay Idzes yang dijadwalkan masih berlaga pada 25 Mei atau satu hari sebelum pemusatan latihan Timnas Indonesia dimulai. Apabila Venezia pada akhirnya degradasi Idzes tak punya waktu banyak untuk bermuram durja dan harus langsung terbang ke Indonesia.
Begitu juga jika Venezia mampu bertahan di Serie A. Jay Idzes dan rekan-rekan mungkin hanya bisa melakukan perayaan kecil-kecilan sebelum bergegas ke bandara.
Jay Idzes sedang berjuang bersama Venezia agar tetap bertahan di Serie A. Di waktu yang sama, harapan besar dari publik tersemat di pundaknya sebagai kapten Timnas Indonesia.
Venezia baru saja memperpanjang napas di Serie A 2024/2025 usai menang 2-1 atas Fiorentina pada giornata ke-36, Senin (12/5) lalu. Kemenangan sementara mengeluarkan mereka dari zona merah.
Saat ini Venezia mengumpulkan 29 poin dan berada di peringkat ke-17 atau garis terakhir wilayah degradasi. Namun, bayang-bayang terjerembap ke Serie B menggentayangi skuad I Leoni Alati karena hanya berselisih satu angka dari Lecce dan Empoli di posisi ke-18 serta ke-19.
Ada dua laga sisa bagi Venezia yang akan menentukan nasib mereka. Akhir pekan ini, tim besutan Eusebio Di Francisco bakal bertandang ke markas Cagliari pada Minggu (18/5).
Lalu pada laga penutup musim, Venezia akan menjalani laga berat dengan menjamu Juventus pada Minggu (25/5). Akhir cerita manis tentu mereka harapkan agar tak terdepak ke kasta kedua.
Pasalnya, Venezia baru promosi ke Serie A 2024/2025. Namun tim kebanggaan kota Venice itu punya memori buruk ketika hanya bertahan semusim di Serie A 2020/2021 usai promosi lalu terdegradasi setelahnya.
Sebagai kapten, Jay Idzes punya tanggungjawab lebih besar dari rekan-rekan setimnya untuk mempertahankan posisi tim. Bek 24 tahun itu tak boleh terdistraksi dengan rumor hengkang ke tim lain karena tugas utamanya saat ini adalah mencegah tim terperosok lebih dalam.
Terlebih Jay Idzes adalah tumpuan utama lini pertahanan Venezia. Eks pemain Go Ahead Eagles itu nyaris tak tergantikan dengan catatan 34 penampilan dari total 36 laga yang dijalani timnya di Serie A.
Di atas kertas, Jay Idzes juga sudah tak pernah menepi akibat masalah fisik serius selama 1,5 tahun. Terakhir kali persoalan yang dialaminya adalah saat mengalami penyumbatan vena pada Oktober 2023 hingga Januari 2024.
Selepas itu Jay Idzes senantiasa prima. Besar harapan pemain binaan PSV Eindhoven itu tetap segar hingga musim kompetisi berakhir.
Baca di halaman berikutnya>>>>
Tugas Besar Sang Kapten Garuda
Jay Idzes juga punya tugas besar bersama Timnas Indonesia. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Jay Idzes perlu benar-benar memerhatikan proyeksi setelah tugasnya di Venezia tuntas musim ini. Tak lain dan tak bukan adalah tanggungjawabnya di Timnas Indonesia sebagai kapten.
Timnas Indonesia sedang berjuang di fase akhir putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Ada dua laga terakhir yang akan dijalani skuad Garuda untuk menentukan nasib menuju Piala Dunia 2026.
Tim besutan Patrick Kluivert akan menjamu China di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta pada 5 Juni mendatang. Kemudian pada 10 Juni, Jay Idzes dan kawan-kawan akan bertandang ke markas Jepang.
Dua laga tersebut akan menentukan posisi Timnas Indonesia di klasemen. Saat ini, tim Merah Putih ada di peringkat keempat dengan sembilan poin.
Kesempatan lolos langsung masih terbuka jika mampu mendepak Australia di peringkat kedua yang kini mengemas 13 poin. Namun langkah lebih realistis adalah memperjuangkan posisi ketiga atau keempat agar bisa melaju ke putaran kualifikasi berikutnya.
Indonesia perlu menang lawan China untuk agar posisi mereka saat ini tak tergeser. Kemudian lawan Jepang, petikan poin tentu akan sangat berharga dalam mempertahankan zona aman. Akan lebih baik jika bisa menang kontra Samurai Biru.
Pentingnya sepak terjang Timnas Indonesia pada dua laga sisa putaran ketiga kualifikasi disikapi serius oleh Patrick Kluivert. Pelatih asal Belanda itu rencananya mulai menggelar pemusatan latihan pada 26 Mei di Bali.
Artinya, pemain-pemain yang bertebaran di penjuru Eropa, Amerika, dan Asia tidak punya banyak waktu untuk berleha-leha. Mereka perlu segera merapat ke Pulau Dewata.
Termasuk Jay Idzes yang dijadwalkan masih berlaga pada 25 Mei atau satu hari sebelum pemusatan latihan Timnas Indonesia dimulai. Apabila Venezia pada akhirnya degradasi Idzes tak punya waktu banyak untuk bermuram durja dan harus langsung terbang ke Indonesia.
Begitu juga jika Venezia mampu bertahan di Serie A. Jay Idzes dan rekan-rekan mungkin hanya bisa melakukan perayaan kecil-kecilan sebelum bergegas ke bandara.