Bisakah Lilipaly, Asnawi, dan Yakob Curi Tempat di Timnas Indonesia?
Abdul Susila | CNN Indonesia
Selasa, 20 Mei 2025 07:57 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Stefano Lilipaly memiliki pengalaman bersama Timnas Indonesia. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tak ada yang mustahil. Selama perjuangan dikobarkan, selama itu pula kans akan terbuka. Situasi inilah yang dihadapi wajah-wajah baru Timnas Indonesia.
Dalam daftar 32 pemain yang dipanggil Patrick Kluivert untuk persiapan Timnas Indonesia melawan China dan Jepang dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026, ada lima wajah baru.
Kelimanya yakni Reza Arya, Asnawi Mangkualam Bahar, Yance Sayuri, Yakob Sayuri, dan Stefano Lilipaly. Mereka ini sejatinya langganan Timnas, tetapi baru kali ini dipanggil Kluivert.
Reza Arya misalnya sudah dua kali dipanggil PSSI untuk membela Timnas Indonesia. Itu terjadi pada periode Juni dan September 2023. Namun, dalam dua kesempatan itu Reza belum sempat debut.
Adapun Lilipaly terakhir kali dipanggil ke Timnas Indonesia pada periode September 2023. Setelah itu nama pemain Borneo FC ini tak dilirik lagi hingga akhirnya dipanggil Kluivert.
Sementara Asnawi, Yakob, dan Yance terakhir kali dipanggil pada Oktober 2024 saat Timnas Indonesia masih diarsiteki Shin Tae Yong. Ketiganya tak masuk daftar panggil pada periode Maret 2025.
Kembali ke Timnas, bisakah mereka mencuri tempat? Bukan perkara mudah. Pasalnya, sejumlah nama yang sebelumnya jadi andalan di era Shin belum dapat menit bermain di era Kluivert.
Mereka itu Ernando Ari, Nadeo Argawinata, Pratama Arhan, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Nathan Tjoe-A-On, Egy Maulana Vikri, Rafael Struick, Ramadhan Sananta, dan Septian Bagaskara.
Menggeser pemain-pemain utama seperti Jay Idzes, Rizky Ridho, Calvin Verdonk, Thom Haye, dan Ole Romeny, tentu bukan perkara mudah. Dibutuhkan kualitas yang mencuri perhatian.
Perihal ini, Ricky Kambuaya bisa menjadi cerminan. Pemain Dewa United ini secara mengejutkan dipercaya Kluivert tampil saat melawan Bahrain, Maret lalu, kendati main sebagai pengganti.
Meski main singkat, Ricky menunjukkan kualitasnya. Kepercayaan yang diberikan Kluivert dibayar dengan aksi memukau. Unjuk gigi itu tentu membuat Kluivert akan menimbang lagi Ricky jadi pilihan.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Dengan 32 pemain yang dipanggil Timnas Indonesia dan setiap laga hanya bisa dimainkan 16 pemain, persaingan di setiap lini terbilang sangat ketat.
Untuk posisi kiper misalnya, kini diperebutkan empat pemain. Pasalnya Maarten Paes yang selalu jadi pilihan utama, absen saat melawan China pada 5 Juni nanti karena akumulasi kartu kuning.
Artinya Emil Audero Mulyadi, Ernando Ari, Nadeo Argawinata, dan Reza Arya punya kans jadi pilihan. Dari empat nama ini, kiranya nama Emil paling menonjol untuk dipilih.
Ini karena Emil berkiprah di Liga Italia. Meski tampil di kasta kedua Italia bersama Palermo, kualitas kompetisi yang diikuti pemain kelahiran Lombok ini jauh lebih ketat.
Namun, tak ada jaminan Emil akan jadi starter. Kualitas saat latihan akan menentukan pilihan. Jika Ernando, Nadeo, dan Arya bisa tampil lebih baik saat latihan, Emil akan tersisih.
Posisi bek sayap kanan juga sangat ketat. Kevin Diks mungkin belum prima 100 persen dari cedera, tetapi ada Sandy Walsh yang performanya stabil selama membela Yokohama F Marinos.
Ini membuat Asnawi Mangkualam dan Yakob Sayuri harus berjuang keras. Jika tak bisa meyakinkan Kluivert dan tim pelatih lainnya, niscaya hanya akan jadi penghias bangku cadangan.
Yance Sayuri pun demikian. Rasanya posisi bek sayap kiri sudah hampir pasti milik Calvin Verdonk. Pemain NEC Nijmegen ini membuat Shayne Pattynama dan Pratama Arhan jadi cadangan.
Situasi agak berbeda bagi Stefano Lilipaly. Absennya Marselino Ferdinan karena akumulasi kartu kuning saat melawan China, membuka kans jadi pilihan, termasuk jadi starter.
Lilipaly punya modal mumpuni untuk bersaing dengan Egy Maulana Vikri, Eliano Reijnders, termasuk Yakob Sayuri. Usia Lilipaly memang tak muda lagi, 35 tahun, tetapi visi bermainnya matang.
Bisa dibilang, pemanggilan ini adalah sarana bagus bagi pemain-pemain Liga 1 untuk unjuk gigi. Dipanggil ke pemusatan latihan adalah sarana pembuktian layak jadi pilihan.
Tak ada yang mustahil. Selama perjuangan dikobarkan, selama itu pula kans akan terbuka. Situasi inilah yang dihadapi wajah-wajah baru Timnas Indonesia.
Dalam daftar 32 pemain yang dipanggil Patrick Kluivert untuk persiapan Timnas Indonesia melawan China dan Jepang dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026, ada lima wajah baru.
Kelimanya yakni Reza Arya, Asnawi Mangkualam Bahar, Yance Sayuri, Yakob Sayuri, dan Stefano Lilipaly. Mereka ini sejatinya langganan Timnas, tetapi baru kali ini dipanggil Kluivert.
Reza Arya misalnya sudah dua kali dipanggil PSSI untuk membela Timnas Indonesia. Itu terjadi pada periode Juni dan September 2023. Namun, dalam dua kesempatan itu Reza belum sempat debut.
Adapun Lilipaly terakhir kali dipanggil ke Timnas Indonesia pada periode September 2023. Setelah itu nama pemain Borneo FC ini tak dilirik lagi hingga akhirnya dipanggil Kluivert.
Sementara Asnawi, Yakob, dan Yance terakhir kali dipanggil pada Oktober 2024 saat Timnas Indonesia masih diarsiteki Shin Tae Yong. Ketiganya tak masuk daftar panggil pada periode Maret 2025.
Kembali ke Timnas, bisakah mereka mencuri tempat? Bukan perkara mudah. Pasalnya, sejumlah nama yang sebelumnya jadi andalan di era Shin belum dapat menit bermain di era Kluivert.
Mereka itu Ernando Ari, Nadeo Argawinata, Pratama Arhan, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Nathan Tjoe-A-On, Egy Maulana Vikri, Rafael Struick, Ramadhan Sananta, dan Septian Bagaskara.
Menggeser pemain-pemain utama seperti Jay Idzes, Rizky Ridho, Calvin Verdonk, Thom Haye, dan Ole Romeny, tentu bukan perkara mudah. Dibutuhkan kualitas yang mencuri perhatian.
Perihal ini, Ricky Kambuaya bisa menjadi cerminan. Pemain Dewa United ini secara mengejutkan dipercaya Kluivert tampil saat melawan Bahrain, Maret lalu, kendati main sebagai pengganti.
Meski main singkat, Ricky menunjukkan kualitasnya. Kepercayaan yang diberikan Kluivert dibayar dengan aksi memukau. Unjuk gigi itu tentu membuat Kluivert akan menimbang lagi Ricky jadi pilihan.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Ajang Unjuk Gigi 11 Pemain Liga 1 di Timnas Indonesia
Yakob Sayuri layak bersaing menjadi starter di Timnas Indonesia. (Dok. PSSI)
Dengan 32 pemain yang dipanggil Timnas Indonesia dan setiap laga hanya bisa dimainkan 16 pemain, persaingan di setiap lini terbilang sangat ketat.
Untuk posisi kiper misalnya, kini diperebutkan empat pemain. Pasalnya Maarten Paes yang selalu jadi pilihan utama, absen saat melawan China pada 5 Juni nanti karena akumulasi kartu kuning.
Artinya Emil Audero Mulyadi, Ernando Ari, Nadeo Argawinata, dan Reza Arya punya kans jadi pilihan. Dari empat nama ini, kiranya nama Emil paling menonjol untuk dipilih.
Ini karena Emil berkiprah di Liga Italia. Meski tampil di kasta kedua Italia bersama Palermo, kualitas kompetisi yang diikuti pemain kelahiran Lombok ini jauh lebih ketat.
Namun, tak ada jaminan Emil akan jadi starter. Kualitas saat latihan akan menentukan pilihan. Jika Ernando, Nadeo, dan Arya bisa tampil lebih baik saat latihan, Emil akan tersisih.
Posisi bek sayap kanan juga sangat ketat. Kevin Diks mungkin belum prima 100 persen dari cedera, tetapi ada Sandy Walsh yang performanya stabil selama membela Yokohama F Marinos.
Ini membuat Asnawi Mangkualam dan Yakob Sayuri harus berjuang keras. Jika tak bisa meyakinkan Kluivert dan tim pelatih lainnya, niscaya hanya akan jadi penghias bangku cadangan.
Yance Sayuri pun demikian. Rasanya posisi bek sayap kiri sudah hampir pasti milik Calvin Verdonk. Pemain NEC Nijmegen ini membuat Shayne Pattynama dan Pratama Arhan jadi cadangan.
Situasi agak berbeda bagi Stefano Lilipaly. Absennya Marselino Ferdinan karena akumulasi kartu kuning saat melawan China, membuka kans jadi pilihan, termasuk jadi starter.
Lilipaly punya modal mumpuni untuk bersaing dengan Egy Maulana Vikri, Eliano Reijnders, termasuk Yakob Sayuri. Usia Lilipaly memang tak muda lagi, 35 tahun, tetapi visi bermainnya matang.
Bisa dibilang, pemanggilan ini adalah sarana bagus bagi pemain-pemain Liga 1 untuk unjuk gigi. Dipanggil ke pemusatan latihan adalah sarana pembuktian layak jadi pilihan.