Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Indonesia punya kekuatan berlimpah di sisi kanan. Kesan 'ngeri-ngeri sedap' hadir dalam perjuangan skuad Garuda di fase akhir putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert memanggil 32 nama dalam pemusatan latihan yang dimulai di Bali pada 26 Mei mendatang. Dari daftar tersebut, ada 13 sosok yang bisa dipasang di sisi kanan.
Tiga pemain berposisi asli sebagai sayap kanan atau penyerang sayap kanan. Mereka adalah Egy Maulana Vikri, Yakob Sayuri, dan Eliano Reijnders.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, tim Garuda punya lima pemain yang bisa dipasang di sisi kanan meski berposisi asli di tempat lain. Mereka adalah Marselino Ferdinan, Septian Bagaskara, Stefano Lilipaly, Rafael Struick, hingga Ole Romeny.
Lalu lima pemain lainnya juga bisa ditempatkan di posisi demikian untuk menopang serangan sebagai bek sayap kanan. Di antaranya adalah Kevin Diks, Sandy Walsh, Pratama Arhan, Asnawi Mangkualam, dan Yance Sayuri.
Menghadapi China, Kluivert diharapkan bisa menyusun formula yang tepat di sisi kanan. Pasalnya, Marselino Ferdinan yang jadi andalan menyisir sisi ini dalam dua laga awal di era Kluivert dipastikan absen akibat akumulasi kartu kuning.
Terdapat beberapa skenario yang potensial jika memerhatikan situasi ini. Opsi utama yang paling masuk akal adalah memainkan Egy Maulana Vikri. Kebetulan, Kluivert sudah memantau performa Egy dengan menonton langsung pertandingan Dewa United di Liga 1.
Egy yang sempat absen pada kesempatan sebelumnya di Timnas Indonesia layak mengisi tempat yang ditinggalkan Marselino. Catatan 12 gol dan tujuh assist dari 29 pertandingan Liga 1 musim ini jadi bekal yang cukup bagi pemain 24 tahun itu untuk kembali bersinar di skuad Garuda.
Eliano Reijnders bisa jadi supersub, atau bahkan jadi pilihan alternatif pengganti Marselino sebagai sayap kanan. Pelan tapi pasti, Eliano menunjukkan diri sebagai pemain potensial saat dipercaya tampil dalam dua laga terakhir bersama Timnas Indonesia. Gol spektakuler ke gawang Willem II di Erevidisie jadi pembuktian kualitas penggawa PEC Zwolle tersebut.
 Eliano Reijnders seperti lahir baru bersama Patrick Kluivert. (Dok. PSSI) |
Besar harapan pula menit bermain diberikan untuk Yakob Sayuri yang kembali dipanggil Timnas Indonesia usai lenyap sejak Oktober tahun lalu. Pengalaman Yakob lawan tim besar seperti Jepang dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026, plus penampilan apik di Piala Asia 2024 dapat jadi acuan.
Opsi di sektor kanan juga bisa jadi lahan kreativitas Kluivert. Bisa saja juru taktik asal Belanda itu memainkan pemain yang tak sesuai habitat seperti Septian Bagaskara, Stefano Lilipaly, atau Rafael Struick. Namun potensi ini terbilang kecil karena sisi kiri juga butuh perhatian karena Ragnar Oratmangoen yang absen dalam daftar panggil karena sakit.
Begitupun dengan menggeser Ole Romeny ke kanan nampaknya hanya angan-angan. Sebab striker Oxford United itu mengemban pos nomor 9 dalam dua laga terakhir di Timnas Indonesia.
Baca di halaman berikutnya>>>
Kaya Opsi Berarti Kaya Strategi? Jawaban Kluivert Layak Dinanti
Egy Maulana Vikri punya kans unjuk gigi di hadapan Patrick Kluivert. (CNN Indonesia/Mundri Winanto)
Punya opsi melimpah di sisi kanan membuat Kluivert memiliki kesempatan untuk menjajal berbagai siasat. Namun melihat betapa krusialnya dua laga terdekat, eksperimen bukanlah langkah yang tepat.
Kluivert perlu bijak dalam memilih alternatif pengganti Marselino di sisi kanan. Memasang Egy, Eliano, atau Yakob termasuk langkah aman untuk mengisi pos pada laga kontra China (5 Juni) dan Jepang (10 Juni).
Indonesia butuh hasil positif untuk menjaga peluang lolos ke Piala Dunia. Tambahan poin maksimal bisa menjaga asa Indonesia melaju langsung ke Piala Dunia 2026 atau berlanjut ke putaran keempat kualifikasi.
Saat ini Timnas Indonesia ada di peringkat keempat dengan sembilan poin. Meski berada di garis terakhir lolos ke putaran keempat, selisih angka yang begitu tipis dengan kontestan lain di Grup C memaksa tim Merah Putih untuk memperjuangkan kemenangan di setiap laga.
Sebab, Indonesia diintai Bahrain di peringkat kelima dengan enam poin. Lalu ada China di posisi keenam dengan angka yang sama. Terjungkal lawan China adalah mimpi buruk bagi Jay Idzes dan kawan-kawan.
Tapi sekadar bermain aman tentu tak cukup. Sebagai 'otak' dari tim, Kluivert perlu menyiapkan segudang skenario jika jalan cerita pertandingan tak sesuai harapan.
Kiranya hal ini yang tersirat dari 32 daftar pemain Timnas Indonesia dalam TC di Bali. Untuk pertama kalinya Kluivert memanggil pemain yang sempat tergeser di era kepelatihan sebelumnya.
Ada lima wajah 'baru' di Timnas Indonesia, yakni Reza Arya, Asnawi Mangkualam Bahar, Yance Sayuri, Yakob Sayuri, dan Stefano Lilipaly. Mereka bukan sosok anyar di Timnas. Tentu ada maksud di balik keputusan Kluivert memasukkan nama-nama tersebut ke dalam daftar panggil.
Untuk Reza Arya, nampak Kluivert hendak memperkaya opsi kiper untuk lawan China. Ini karena Maarten Paes bakal absen akibat akumulasi kartu.
Begitu juga dengan memanggil Stefano Lilipaly. Langkah ini diperkirakan untuk menambal absennya Ragnar. Pun halnya dengan Yakob dan Yance yang serba bisa di sektor flank, seiring dengan tak hadirnya Marselino.
Manuver Kluivert layak dinanti. Apakah legenda Barcelona dan Ajax Amsterdam itu akan mengambil langkah ekstrem dalam memilih pemain, atau bermain aman pada sisa dua laga Timnas Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026?
[Gambas:Video CNN]