Lawan Real Madrid, Juventus Sudah 'Dikeramasi' Man City
Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Selasa, 01 Jul 2025 08:05 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Juventus akan hadapi Real Madrid di 16 Besar Piala Dunia Antarklub 2026. (REUTERS/Lee Smith)
Jakarta, CNN Indonesia --
Real Madridakhirnya bertemu lawan sepadan di Piala Dunia Antarklub 2025. Juventus akan jadi penantang Los Blancos di babak 16 besar, Rabu (2/7) dini hari WIB.
Babak penyisihan Piala Dunia Antarklub 2025 dilalui El Real dengan torehan nyaris sempurna. Tiga laga berbuah dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Satu-satunya ganjalan adalah melawan Al Hilal. Kala itu hasil imbang 1-1 harus diterima sebagai pembuka lembaran baru Real Madrid bersama Xabi Alonso di kursi kepelatihan.
Namun setelahnya jalan mulus menyertai mereka. Dua kemenangan beruntun lawan Pachuca dan RB Salzburg membawa Real Madrid memimpin Grup H, sehingga bersua runner up Grup G.
Juventus adalah tim yang finis di peringkat kedua Grup G. Tim asuhan Igor Tudor itu perkasa ketika melawan Al Ain dan Wydad AC dengan kemenangan 5-0 serta 4-1.
Namun goresan tinta emas Juventus dirusak oleh Manchester City yang menghabisi Bianconeri dengan skor 5-2. Dari rentetan hasil laga ini, tersirat Juventus produktif tapi mudah pula dijebol dengan catatan 11 gol dan kebobolan enam kali.
Menghadapi tim sebesar Real Madrid, Juventus semestinya lebih siap karena sudah 'dikeramasi' di babak penyisihan oleh Manchester City. Mengalahkan Los Blancos bakal memuluskan langkah karena di perempat final bakal calon lawannya adalah Borussia Dortmund atau Monterrey.
Sebaliknya bagi Real Madrid, menghadapi Juventus adalah ujian sungguhan pertama di Piala Dunia Antarklub 2025. Setelah keluar dari zona nyaman di fase grup, Vinicius Jr dan kawan-kawan perlu banting tulang kontra Juventus.
Grup H yang dihuni Real Madrid terbilang nyaman. Walaupun berjumpa sesama wakil Eropa di babak penyisihan, El Real tak menemui kesulitan berarti dalam memberi gempuran untuk lawan. Mereka selalu bisa mencetak gol di babak pertama.
Sedangkan lawan yang dihadapi Real Madrid di babak penyisihan kesulitan membobol di paruh pertama. Hanya Al Hilal yang mampu melakukannya dan itu pun dari titik penalti.
Sementara Juventus cenderung lebih rapuh dalam bertahan. Dalam kemenangan 4-1 kontra Wydad AC, kubu Si Nyonya Tua kebobolan di menit ke-25. Kejebolan lima kali kontra Manchester City mempertegas kualitas lini belakangnya.
Tak menutup peluang lini pertahanan Juventus diacak-acak Real Madrid yang diperkuat deretan pemain tajam nan gesit. Jika aspek ini tak diperhatikan, Juventus bakal hancur lebur.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Real Madrid dan Juventus sama-sama punya rekam jejak produktif di babak penyisihan Piala Dunia Antarklub 2025. Namun mereka sama-sama bermasalah dalam pertahanan.
Juventus adalah peserta 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 dengan jumlah kebobolan terbanyak (6). Padahal mereka juga salah satu tim paling beringas dalam urusan mencetak gol (11).
Sayangnya Juventus lembek dalam pertahanan. Selain kalah telak lawan Man City, Juventus juga babak belur secara statistik karena lawan mampu mencatat 24 sepakan yang 11 di antaranya tepat sasaran.
Bahkan saat menang lawan Wydad AC, Juventus juga 'kalah' dalam urusan peluang karena lawan mampu menorehkan 15 kali percobaan dengan enam shots on goal. Sedangkan Juventus hanya sembilan sepakan dengan tiga kali mengarah ke gawang.
Situasi serupa dialami oleh Real Madrid. Meski bukan pemimpin grup yang paling produktif dari semua peserta, Los Blancos punya selisih gol yang baik (+5) dibandingkan dengan rata-rata juara grup lainnya.
Namun, Jude Bellingham dan rekan-rekan kelabakan saat bertahan. Xabi Alonso yang punya pakem tiga bek tengah, terpaksa menampilkan dua bek tengah sekaligus menarik fullback lebih ke belakang. Dua laga awal menerapkan 4-3-3 sebelum pola 3-5-2 dipakai di pertandingan ketiga.
Ini tak lepas dari badai cedera di lini pertahanan Real Madrid yang sudah berlangsung sejak musim lalu. Kedatangan Dean Huijsen dari Bournemouth belum sepenuhnya mampu menambal sektor belakang.
Ditambah lini depan Real Madrid juga butuh kreativitas ekstra karena Kylian Mbappe absen dalam tiga laga beruntun di babak penyisihan akibat sakit. Beruntung sosok Goncalo Garcia bisa jadi jawaban dengan torehan dua gol dan satu assist dari tiga pertandingan terakhir.
Alonso bisa bernapas sedikit lega karena Real Madrid bakal mendapat kekuatan tambahan jika Kylian Mbappe bisa kembali merumput. Striker 26 tahun itu sudah kembali berlatih dan membuka peluang tampil kontra Juventus.
Di sisi lain, Juventus juga punya primadona muda bernama Kenan Yildiz. Sudah tiga gol dilesakkan pemain 20 tahun itu dari tiga laga terakhir.
Karenanya, pertandingan Real Madrid vs Juventus diperkirakan bakal jadi adu garang dalam urusan menyerang. Bukan tak mungkin masing-masing tim bisa mencetak lebih dari satu gol.
Real Madridakhirnya bertemu lawan sepadan di Piala Dunia Antarklub 2025. Juventus akan jadi penantang Los Blancos di babak 16 besar, Rabu (2/7) dini hari WIB.
Babak penyisihan Piala Dunia Antarklub 2025 dilalui El Real dengan torehan nyaris sempurna. Tiga laga berbuah dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Satu-satunya ganjalan adalah melawan Al Hilal. Kala itu hasil imbang 1-1 harus diterima sebagai pembuka lembaran baru Real Madrid bersama Xabi Alonso di kursi kepelatihan.
Namun setelahnya jalan mulus menyertai mereka. Dua kemenangan beruntun lawan Pachuca dan RB Salzburg membawa Real Madrid memimpin Grup H, sehingga bersua runner up Grup G.
Juventus adalah tim yang finis di peringkat kedua Grup G. Tim asuhan Igor Tudor itu perkasa ketika melawan Al Ain dan Wydad AC dengan kemenangan 5-0 serta 4-1.
Namun goresan tinta emas Juventus dirusak oleh Manchester City yang menghabisi Bianconeri dengan skor 5-2. Dari rentetan hasil laga ini, tersirat Juventus produktif tapi mudah pula dijebol dengan catatan 11 gol dan kebobolan enam kali.
Menghadapi tim sebesar Real Madrid, Juventus semestinya lebih siap karena sudah 'dikeramasi' di babak penyisihan oleh Manchester City. Mengalahkan Los Blancos bakal memuluskan langkah karena di perempat final bakal calon lawannya adalah Borussia Dortmund atau Monterrey.
Sebaliknya bagi Real Madrid, menghadapi Juventus adalah ujian sungguhan pertama di Piala Dunia Antarklub 2025. Setelah keluar dari zona nyaman di fase grup, Vinicius Jr dan kawan-kawan perlu banting tulang kontra Juventus.
Grup H yang dihuni Real Madrid terbilang nyaman. Walaupun berjumpa sesama wakil Eropa di babak penyisihan, El Real tak menemui kesulitan berarti dalam memberi gempuran untuk lawan. Mereka selalu bisa mencetak gol di babak pertama.
Sedangkan lawan yang dihadapi Real Madrid di babak penyisihan kesulitan membobol di paruh pertama. Hanya Al Hilal yang mampu melakukannya dan itu pun dari titik penalti.
Sementara Juventus cenderung lebih rapuh dalam bertahan. Dalam kemenangan 4-1 kontra Wydad AC, kubu Si Nyonya Tua kebobolan di menit ke-25. Kejebolan lima kali kontra Manchester City mempertegas kualitas lini belakangnya.
Tak menutup peluang lini pertahanan Juventus diacak-acak Real Madrid yang diperkuat deretan pemain tajam nan gesit. Jika aspek ini tak diperhatikan, Juventus bakal hancur lebur.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Real Madrid vs Juventus: Menyerang Galak, Bertahan Lembek
Kylian Mbappe diharapkan bisa bela Real Madrid lawan Juventus. (REUTERS/Isabel Infantes)
Real Madrid dan Juventus sama-sama punya rekam jejak produktif di babak penyisihan Piala Dunia Antarklub 2025. Namun mereka sama-sama bermasalah dalam pertahanan.
Juventus adalah peserta 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 dengan jumlah kebobolan terbanyak (6). Padahal mereka juga salah satu tim paling beringas dalam urusan mencetak gol (11).
Sayangnya Juventus lembek dalam pertahanan. Selain kalah telak lawan Man City, Juventus juga babak belur secara statistik karena lawan mampu mencatat 24 sepakan yang 11 di antaranya tepat sasaran.
Bahkan saat menang lawan Wydad AC, Juventus juga 'kalah' dalam urusan peluang karena lawan mampu menorehkan 15 kali percobaan dengan enam shots on goal. Sedangkan Juventus hanya sembilan sepakan dengan tiga kali mengarah ke gawang.
Situasi serupa dialami oleh Real Madrid. Meski bukan pemimpin grup yang paling produktif dari semua peserta, Los Blancos punya selisih gol yang baik (+5) dibandingkan dengan rata-rata juara grup lainnya.
Namun, Jude Bellingham dan rekan-rekan kelabakan saat bertahan. Xabi Alonso yang punya pakem tiga bek tengah, terpaksa menampilkan dua bek tengah sekaligus menarik fullback lebih ke belakang. Dua laga awal menerapkan 4-3-3 sebelum pola 3-5-2 dipakai di pertandingan ketiga.
Ini tak lepas dari badai cedera di lini pertahanan Real Madrid yang sudah berlangsung sejak musim lalu. Kedatangan Dean Huijsen dari Bournemouth belum sepenuhnya mampu menambal sektor belakang.
Ditambah lini depan Real Madrid juga butuh kreativitas ekstra karena Kylian Mbappe absen dalam tiga laga beruntun di babak penyisihan akibat sakit. Beruntung sosok Goncalo Garcia bisa jadi jawaban dengan torehan dua gol dan satu assist dari tiga pertandingan terakhir.
Alonso bisa bernapas sedikit lega karena Real Madrid bakal mendapat kekuatan tambahan jika Kylian Mbappe bisa kembali merumput. Striker 26 tahun itu sudah kembali berlatih dan membuka peluang tampil kontra Juventus.
Di sisi lain, Juventus juga punya primadona muda bernama Kenan Yildiz. Sudah tiga gol dilesakkan pemain 20 tahun itu dari tiga laga terakhir.
Karenanya, pertandingan Real Madrid vs Juventus diperkirakan bakal jadi adu garang dalam urusan menyerang. Bukan tak mungkin masing-masing tim bisa mencetak lebih dari satu gol.