3 Taktik 'Gila' Vanenburg di Piala AFF U-23 hingga Ferarri Striker

CNN Indonesia
Sabtu, 26 Jul 2025 17:20 WIB
Muhammad Ferarri (ketiga dari kiri) saat melihat Jens Raven menyundul bola. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, terus mengukir sejarah dengan serangkaian keputusan berani dan taktik 'gila' yang dipakainya dalam perjalanan tim Garuda Muda menuju final Piala AFF U-23 2025. Berikut tiga taktik 'gila' atau berani Vanenburg di Piala AFF U-23.

Dari fase grup hingga semifinal, Vanenburg menunjukkan keberanian luar biasa dalam meracik strategi, mengubah formasi, dan memberi kepercayaan lebih pada para pemain muda yang dimilikinya.

Berikut ini tiga keputusan 'gila' yang membuat Vanenburg tuai pujian dalam turnamen ini:

1. Menjadikan Ferarri dari Bek Jadi Striker

Di tengah kondisi tertinggal 0-1 melawan Thailand pada semifinal yang digelar Jumat (25/7) malam WIB, Vanenburg membuat keputusan yang mengejutkan.

Saat Indonesia krisis gol, ia memasukkan tiga pemain sekaligus yaitu Alfharezzi Buffon, Muhammad Ferarri, dan Brandon Scheunemann.

Namun, yang paling mengejutkan adalah peran baru yang diberikan pada Ferarri, dari seorang bek tengah yang diplot menjadi striker.

Taktik ini membuahkan hasil manis karena Timnas Indonesia U-23 berhasil mencetak gol penyama kedudukan lewat sundulan Jens Raven pada menit ke-84.

Strategi ini menunjukkan bahwa Vanenburg sangat berani dalam mengambil langkah tak terduga, dan keputusannya terbukti efektif dalam menyelamatkan tim.

2. Berani Mengubah Formasi Starter di Setiap Pertandingan

Vanenburg tidak ragu melakukan perubahan besar dalam susunan pemain di setiap pertandingan fase grup hingga semifinal.

Mulai dari laga melawan Brunei Darussalam, Filipina, dan Malaysia, hingga semifinal melawan Thailand, pelatih asal Belanda ini sering mengubah komposisi starter sesuai dengan kebutuhan taktis tim.

Keberaniannya untuk tidak terpaku pada satu formasi atau komposisi pemain menunjukkan fleksibilitas yang tinggi dalam menghadapi berbagai lawan. Hal ini memberikan kesegaran dan kejutan bagi lawan.

3. Indonesia Lebih Dominan

Vanenburg juga memiliki peran besar dalam membentuk mental dan karakter tim yang luar biasa, khususnya dalam hal penguasaan bola dan kedewasaan dalam bermain.

Timnas Indonesia U-23 tampil lebih percaya diri, terutama dalam menjaga penguasaan bola di tengah tekanan.

Vanenburg mengedepankan filosofi permainan yang mengutamakan dominasi bola, dan hal ini tampak jelas di lapangan.

Pemain Indonesia tidak hanya mengandalkan serangan balik, tetapi mereka berani bermain terbuka, mendikte jalannya pertandingan, dan mampu mengatasi tekanan dengan cara yang lebih matang.

Setelah melalui perjalanan yang penuh kejutan, Timnas Indonesia U-23 kini siap menghadapi Vietnam di final Piala AFF U-23 2025 yang akan digelar pada Selasa (29/7) mendatang di Stadion Gelora Bung Karno.

(rhr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK