Justin Hubner Mungkin Banyak Gaya, tapi Soal Pilih Karier Cukup Dewasa
Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Minggu, 10 Agu 2025 14:01 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Justin Hubner berkostum Fortuna Sittard pada musim 2025/2026. (Arsip Fortuna Sittard)
Jakarta, CNN Indonesia --
Keputusan Justin Hubnerbergabung ke Fortuna Sittarddi Liga Belanda bisa dipandang sebagai pilihan tepat. Meski sang 'preman' dianggap banyak gaya, namun soal pilihan karier sudah terlihat cukup dewasa.
Bukan tanpa sebab Hubner pantas disebut dewasa jika bicara soal karier. Dengan usia 21 tahun yang notabene masih sangat muda, pemain kelahiran Den Bosch itu menolak bayaran lebih tinggi dari klub Indonesia demi bisa tetap merumput di Eropa.
Ini mengisyaratkan tekad besar Justin Hubner sebagai pesepakbola. Ia sadar kesempatan meniti karier di Benua Biru tak boleh disia-siakan meski tak mendapat upah sebesar di Indonesia.
"Saya bisa saja memilih uang. hanya saja, dari segi olahraga, ini [bergabung dengan Fortuna Sittard] adalah pilihan terbaik. Saya hanya ingin mendapatkan waktu bermain sebanyak mungkin di Eredivisie dan kemudian kita lihat saja apa yang akan terjadi berikutnya," kata Justin Hubner dikutip dari Voetbal Primeur.
Berlaga di Liga Belanda jelas jadi peluang sarat potensi untuk Hubner. Sebab klub berbasis di Sittard, kota yang berbatasan langsung dengan Jerman itu cukup kompetitif di kasta tertinggi Liga Belanda.
Sejak promosi ke Eredivisie pada musim 2018/2019 lalu, perlahan Fortuna Sittard menunjukkan tren peningkatan. Sempat berkutat di papan bawah, mereka kini bersaing di papan tengah usai finis di peringkat ke-11 musim lalu.
Fortuna Sittard juga sempat menembus perempat final KNVB Cup 2023/2024. Sayangnya pada edisi terakhir di KNVB Cup 2024/2025 mereka disingkirkan tim amatir, Quick Boys.
Dengan fokus pada kompetisi domestik musim ini, Fortuna Sittard bakal fokus di dua ajang utama yaitu Eredivisie dan KNVB Cup. Jika Justin Hubner jadi andalan, diproyeksikan jebolan tim junior Wolverhampton Wanderers itu bisa merumput lebih dari 30 pertandingan di semua pentas.
Hubner mulai membuktikan kualitasnya saat debut untuk Fortuna Sittard melawan Go Ahead Eagles. Menghadapi juara KNVB Cup 2024/2025, Hubner tak gugup tampil sebagai starter dan main 90 menit.
Berdasarkan statistik Who Scored, meski berperan sebagai bek tengah, Hubner melepaskan lima tembakan yang salah satunya tepat sasaran. Kemudian ada catatan 92,6 persen akurasi umpan dari 76 sentuhan.
Dalam urusan bertahan, Hubner juga menjanjikan. Terdapat lima kali menang duel udara, tujuh kali sapuan, dua intersep, dan dua kali tekel bersih.
Performa solid ini mengingatkan publik terhadap sosok Justin Hubner di Timnas Indonesia. Mampukah dia mempertahankan konsistensinya?
Baca lanjutan analisis ini di halaman selanjutnya>>>
Satu kali tampil bagus belum bisa jadi cerminan kualitas yang. Hubner perlu siap dengan persaingan ketat agar tetap bisa jadi andalan.
Saat ini ada deretan pemain dengan posisi asli sebagai bek tengah di Fortuna Sittard. Sudah tiga nama yang dimainkan oleh pelatih Danny Buijs pada pertandingan terakhir.
Hubner harus mampu menjaga kepercayaan pelatih jika ingin tetap mengisi starting line-up. Terlebih para pesaingnya lebih berumur sekaligus lebih berpengalaman.
Saat ini Hubner adalah bek tengah paling muda di tim utama Fortuna Sittard. Ia harus bersaing dengan Syb Van Ottele (23), Shawn Adewoye (25), dan Ivan Marquez (31). Dengan penampilan 90 menit penuh tanpa kesalahan fatal, semestinya status anak bawang bukan jadi halangan Hubner untuk jadi tumpuan.
Di satu sisi, perjuangan Hubner untuk tetap berada di level tinggi juga akan berpengaruh pada peluangnya di Timnas Indonesia. Kebetulan pula, skuad Garuda punya stok pemain bertahan yang melimpah.
Saat ini ada lima pemain Timnas Indonesia yang habitatnya sebagai bek tengah. Mereka adalah Jay Idzes, Justin Hubner, Rizky Ridho, Mees Hilgers, dan Jordi Amat.
Belakangan, Patrick Kluivert mengandalkan trio Justin Hubner, Jay Idzes, dan Rizky Ridho. Namun tak jarang pula Calvin Verdonk yang aslinya bek kiri ditarik sebagai bek tengah.
Situasi ini membuat persaingan di Timnas Indonesia kian ketat. Hubner yang sejauh ini jadi pilihan utama harus mampu mempertahankan tempatnya di skuad Garuda.
Sebab masih ada agenda penting yang perlu dijalani Timnas Indonesia dalam waktu dekat. Pada September mendatang, ada FIFA Matchday dengan jadwal dua pertandingan untuk Timnas Indonesia.
Berselang satu bulan kemudian, Timnas Indonesia bakal berjuang di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Bertandang ke Arab Saudi untuk menghadapi tuan rumah serta Irak di Grup B, tim Merah Putih wajib habis-habisan demi memperebutkan satu tiket lolos langsung atau status runner up agar bisa melaju ke putaran berikutnya.
Karenanya, memilih Fortuna Sittard bagi Hubner adalah keputusan terbaik saat ini apabila menatap masa depan sekaligus proyeksi di Timnas Indonesia. Sebab kualitasnya bisa tetap terjaga sekaligus makin terasah jika berlaga dengan kontinu di panggung dengan iklim kompetisi yang sehat.
Keputusan Justin Hubnerbergabung ke Fortuna Sittarddi Liga Belanda bisa dipandang sebagai pilihan tepat. Meski sang 'preman' dianggap banyak gaya, namun soal pilihan karier sudah terlihat cukup dewasa.
Bukan tanpa sebab Hubner pantas disebut dewasa jika bicara soal karier. Dengan usia 21 tahun yang notabene masih sangat muda, pemain kelahiran Den Bosch itu menolak bayaran lebih tinggi dari klub Indonesia demi bisa tetap merumput di Eropa.
Ini mengisyaratkan tekad besar Justin Hubner sebagai pesepakbola. Ia sadar kesempatan meniti karier di Benua Biru tak boleh disia-siakan meski tak mendapat upah sebesar di Indonesia.
"Saya bisa saja memilih uang. hanya saja, dari segi olahraga, ini [bergabung dengan Fortuna Sittard] adalah pilihan terbaik. Saya hanya ingin mendapatkan waktu bermain sebanyak mungkin di Eredivisie dan kemudian kita lihat saja apa yang akan terjadi berikutnya," kata Justin Hubner dikutip dari Voetbal Primeur.
Berlaga di Liga Belanda jelas jadi peluang sarat potensi untuk Hubner. Sebab klub berbasis di Sittard, kota yang berbatasan langsung dengan Jerman itu cukup kompetitif di kasta tertinggi Liga Belanda.
Sejak promosi ke Eredivisie pada musim 2018/2019 lalu, perlahan Fortuna Sittard menunjukkan tren peningkatan. Sempat berkutat di papan bawah, mereka kini bersaing di papan tengah usai finis di peringkat ke-11 musim lalu.
Fortuna Sittard juga sempat menembus perempat final KNVB Cup 2023/2024. Sayangnya pada edisi terakhir di KNVB Cup 2024/2025 mereka disingkirkan tim amatir, Quick Boys.
Dengan fokus pada kompetisi domestik musim ini, Fortuna Sittard bakal fokus di dua ajang utama yaitu Eredivisie dan KNVB Cup. Jika Justin Hubner jadi andalan, diproyeksikan jebolan tim junior Wolverhampton Wanderers itu bisa merumput lebih dari 30 pertandingan di semua pentas.
Hubner mulai membuktikan kualitasnya saat debut untuk Fortuna Sittard melawan Go Ahead Eagles. Menghadapi juara KNVB Cup 2024/2025, Hubner tak gugup tampil sebagai starter dan main 90 menit.
Berdasarkan statistik Who Scored, meski berperan sebagai bek tengah, Hubner melepaskan lima tembakan yang salah satunya tepat sasaran. Kemudian ada catatan 92,6 persen akurasi umpan dari 76 sentuhan.
Dalam urusan bertahan, Hubner juga menjanjikan. Terdapat lima kali menang duel udara, tujuh kali sapuan, dua intersep, dan dua kali tekel bersih.
Performa solid ini mengingatkan publik terhadap sosok Justin Hubner di Timnas Indonesia. Mampukah dia mempertahankan konsistensinya?
Baca lanjutan analisis ini di halaman selanjutnya>>>
Satu Laga Bukan Cerminan, Harus Siap Bersaing Ketat Demi jadi Andalan
Justin Hubner cukup apik pada laga perdana, namun masih ada puluhan pertandingan lagi pada musim ini. (Arsip Fortuna Sittard)
Satu kali tampil bagus belum bisa jadi cerminan kualitas yang. Hubner perlu siap dengan persaingan ketat agar tetap bisa jadi andalan.
Saat ini ada deretan pemain dengan posisi asli sebagai bek tengah di Fortuna Sittard. Sudah tiga nama yang dimainkan oleh pelatih Danny Buijs pada pertandingan terakhir.
Hubner harus mampu menjaga kepercayaan pelatih jika ingin tetap mengisi starting line-up. Terlebih para pesaingnya lebih berumur sekaligus lebih berpengalaman.
Saat ini Hubner adalah bek tengah paling muda di tim utama Fortuna Sittard. Ia harus bersaing dengan Syb Van Ottele (23), Shawn Adewoye (25), dan Ivan Marquez (31). Dengan penampilan 90 menit penuh tanpa kesalahan fatal, semestinya status anak bawang bukan jadi halangan Hubner untuk jadi tumpuan.
Di satu sisi, perjuangan Hubner untuk tetap berada di level tinggi juga akan berpengaruh pada peluangnya di Timnas Indonesia. Kebetulan pula, skuad Garuda punya stok pemain bertahan yang melimpah.
Saat ini ada lima pemain Timnas Indonesia yang habitatnya sebagai bek tengah. Mereka adalah Jay Idzes, Justin Hubner, Rizky Ridho, Mees Hilgers, dan Jordi Amat.
Belakangan, Patrick Kluivert mengandalkan trio Justin Hubner, Jay Idzes, dan Rizky Ridho. Namun tak jarang pula Calvin Verdonk yang aslinya bek kiri ditarik sebagai bek tengah.
Situasi ini membuat persaingan di Timnas Indonesia kian ketat. Hubner yang sejauh ini jadi pilihan utama harus mampu mempertahankan tempatnya di skuad Garuda.
Sebab masih ada agenda penting yang perlu dijalani Timnas Indonesia dalam waktu dekat. Pada September mendatang, ada FIFA Matchday dengan jadwal dua pertandingan untuk Timnas Indonesia.
Berselang satu bulan kemudian, Timnas Indonesia bakal berjuang di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Bertandang ke Arab Saudi untuk menghadapi tuan rumah serta Irak di Grup B, tim Merah Putih wajib habis-habisan demi memperebutkan satu tiket lolos langsung atau status runner up agar bisa melaju ke putaran berikutnya.
Karenanya, memilih Fortuna Sittard bagi Hubner adalah keputusan terbaik saat ini apabila menatap masa depan sekaligus proyeksi di Timnas Indonesia. Sebab kualitasnya bisa tetap terjaga sekaligus makin terasah jika berlaga dengan kontinu di panggung dengan iklim kompetisi yang sehat.