Persib vs Manila Digger: Menang Jadi Harga Mati di GBLA
abs | CNN Indonesia
Rabu, 13 Agu 2025 08:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Menjelang lawan Manila Digger, Persib belum menunjukkan kualitas terbaik. (ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)
Jakarta, CNN Indonesia --
Persib Bandung punya potensi besar melibas Manila Digger, tetapi lawan juga bisa membuat kejutan pada playoff Liga Champions Asia Two 2025/2026 di GBLA Rabu (13/8).
Digger adalah runner up Liga Filipina 2024/2205. Kekuatan mereka tak jauh berbeda dari musim lalu. Malahan ada penambahan pemain asing baru yang disebut lebih berkualitas.
Situasi tersebut membuat klub kelahiran 2018 ini percaya diri. Mereka datang ke Bandung dengan ambisi meraih tiket ke putaran final Liga Champions Asia Two 2025/2026.
Kalah di laga ini sama artinya kesempatan main di pentas kontinental habis. Karena itu tim asuhan Kim Versales ini tak akan menyia-nyiakan kesempatan di depan mata.
Walau situasi kurang diuntungkan karena bermain tandang, Manila Digger tidak gentar. Salah satu faktor utamanya, kondisi fisik pemain sangat bugar sebab Liga Filipina belum berjalan.
Manila juga diperkuat 12 pemain asing. Dari 12 pemain asing itu, tujuh di antaranya pemain Gambia. Manila Digger menumpuk pemain Gambia karena terbukti daya juangnya.
Musim lalu, dua pemain andalan Digger adalah Saikou Ceesay dan Modou Manneh. Ceesay menjadi top skor Liga Filipina dengan 16 gol dan Manneh membukukan 12 gol.
Musim ini Manneh sudah tak berseragam Manila lagi, tetapi Ceesay masih jadi andalan. Dan, bukan hanya Ceesay, pemain Gambia lainnya siap membuat kejutan.
Digger juga penyerang asal Kamerun Dilane Wamba serta striker asal China Su Diao. Kekuatan asing ini yang akan dijadikan senjata melumat Persib di hadapan suporter fanatiknya.
Tak hanya pemain asing, pemain lokal Filipina juga punya nama. Sebagian di antaranya adalah jebolan timnas Filipina kategori usia, seperto Jordan Jarvis dan Shirmar Felongco.
Bisakah Persib menghalau laju Manila Digger? Realitanya, permainan Persib belum terlalu menyatu setelah ditinggal sejumlah pemain pada akhir musim lalu.
Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Jika mengacu pertandingan perdana Super League 2025/2026, performa Persib masih jauh dari mengesankan, kalau dibanding dengan musim lalu.
Pemain-pemain baru Pangeran Biru, julukan Persib, masih butuh waktu untuk menyatu. Julio Cesar, Wiliam Marcilio, Frans Putros, Uiliam Barros, hingga Berguinho belum solid.
Beruntungnya, pemain asal Brasil mudah beradaptasi. Ini tak lain karena mereka juga berasal dari negeri khatulistiwa. Cuaca dan udara Brasil-Indonesia tak jauh berbeda.
Pemain-pemain nasional Persib, seperti Dedi Kusnandar, Beckham Putra, Saddil Ramdani, juga Marc Klok juga belum sepenuhnya memahami bola-bola masing-masing individu.
Beruntung ada Bojan Hodak yang menjadi arsitek permainan. Saat kolektivitas permainan tim belum terjalin dengan baik, strategi Hodak mudah dijalani pemain.
Pola yang diinginkan pelatih asal Kroasia itu tampak sederhana. Persib dalam asuhan Hodak adalah tim yang aktif bermain di samping, tetapi lini tengah tetap hidup.
Dalam hal ini pemain sayap menjadi kunci membuka ruang pemain di tengah. Karena itu pula Hodak suka dengan pemain yang punya tembakan keras, seperti Barros.
Tantangan lain Maung Bandung adalah kondisi fisik. Tim juara Liga 1 2024/2025 ini baru bermain melawan Semen Padang FC tiga hari lalu. Masa pemulihan belum optimal.
Namun, Persib tidak kaget dengan situasi ini. Dari musim lalu kondisi seperti ini mereka jalani. Hodak juga sudah punya rencana sebagai solusi kondisi fisik.
Musim ini target Persib adalah melangkah sejauh mungkin di Liga Champions Asia Two. Tim kelahiran 1934 ini tak ingin gagal menembus babak grup seperti musim lalu.
Namun, sebelum bicara target itu, Persib kudu memastikan tiket ke putaran final dulu. Mengalahkan Manila Digger adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
Persib Bandung punya potensi besar melibas Manila Digger, tetapi lawan juga bisa membuat kejutan pada playoff Liga Champions Asia Two 2025/2026 di GBLA Rabu (13/8).
Digger adalah runner up Liga Filipina 2024/2205. Kekuatan mereka tak jauh berbeda dari musim lalu. Malahan ada penambahan pemain asing baru yang disebut lebih berkualitas.
Situasi tersebut membuat klub kelahiran 2018 ini percaya diri. Mereka datang ke Bandung dengan ambisi meraih tiket ke putaran final Liga Champions Asia Two 2025/2026.
Kalah di laga ini sama artinya kesempatan main di pentas kontinental habis. Karena itu tim asuhan Kim Versales ini tak akan menyia-nyiakan kesempatan di depan mata.
Walau situasi kurang diuntungkan karena bermain tandang, Manila Digger tidak gentar. Salah satu faktor utamanya, kondisi fisik pemain sangat bugar sebab Liga Filipina belum berjalan.
Manila juga diperkuat 12 pemain asing. Dari 12 pemain asing itu, tujuh di antaranya pemain Gambia. Manila Digger menumpuk pemain Gambia karena terbukti daya juangnya.
Musim lalu, dua pemain andalan Digger adalah Saikou Ceesay dan Modou Manneh. Ceesay menjadi top skor Liga Filipina dengan 16 gol dan Manneh membukukan 12 gol.
Musim ini Manneh sudah tak berseragam Manila lagi, tetapi Ceesay masih jadi andalan. Dan, bukan hanya Ceesay, pemain Gambia lainnya siap membuat kejutan.
Digger juga penyerang asal Kamerun Dilane Wamba serta striker asal China Su Diao. Kekuatan asing ini yang akan dijadikan senjata melumat Persib di hadapan suporter fanatiknya.
Tak hanya pemain asing, pemain lokal Filipina juga punya nama. Sebagian di antaranya adalah jebolan timnas Filipina kategori usia, seperto Jordan Jarvis dan Shirmar Felongco.
Bisakah Persib menghalau laju Manila Digger? Realitanya, permainan Persib belum terlalu menyatu setelah ditinggal sejumlah pemain pada akhir musim lalu.
Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Taktik Bojan Hodak Jadi Andalan
Bojan Hodak diharapkan menerapkan taktik yang mudah dipahami pemain Persib. (Dok. Persib Bandung)
Jika mengacu pertandingan perdana Super League 2025/2026, performa Persib masih jauh dari mengesankan, kalau dibanding dengan musim lalu.
Pemain-pemain baru Pangeran Biru, julukan Persib, masih butuh waktu untuk menyatu. Julio Cesar, Wiliam Marcilio, Frans Putros, Uiliam Barros, hingga Berguinho belum solid.
Beruntungnya, pemain asal Brasil mudah beradaptasi. Ini tak lain karena mereka juga berasal dari negeri khatulistiwa. Cuaca dan udara Brasil-Indonesia tak jauh berbeda.
Pemain-pemain nasional Persib, seperti Dedi Kusnandar, Beckham Putra, Saddil Ramdani, juga Marc Klok juga belum sepenuhnya memahami bola-bola masing-masing individu.
Beruntung ada Bojan Hodak yang menjadi arsitek permainan. Saat kolektivitas permainan tim belum terjalin dengan baik, strategi Hodak mudah dijalani pemain.
Pola yang diinginkan pelatih asal Kroasia itu tampak sederhana. Persib dalam asuhan Hodak adalah tim yang aktif bermain di samping, tetapi lini tengah tetap hidup.
Dalam hal ini pemain sayap menjadi kunci membuka ruang pemain di tengah. Karena itu pula Hodak suka dengan pemain yang punya tembakan keras, seperti Barros.
Tantangan lain Maung Bandung adalah kondisi fisik. Tim juara Liga 1 2024/2025 ini baru bermain melawan Semen Padang FC tiga hari lalu. Masa pemulihan belum optimal.
Namun, Persib tidak kaget dengan situasi ini. Dari musim lalu kondisi seperti ini mereka jalani. Hodak juga sudah punya rencana sebagai solusi kondisi fisik.
Musim ini target Persib adalah melangkah sejauh mungkin di Liga Champions Asia Two. Tim kelahiran 1934 ini tak ingin gagal menembus babak grup seperti musim lalu.
Namun, sebelum bicara target itu, Persib kudu memastikan tiket ke putaran final dulu. Mengalahkan Manila Digger adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.