MU vs Arsenal: Semesta Lebih Mendukung The Gunners
Abdul Susila | CNN Indonesia
Minggu, 17 Agu 2025 08:10 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ketajaman Viktor Gyokeres bersama Arsenal langsung diuji pada laga pertama Premier League. (Action Images via Reuters/Matthew Childs)
Arsenal punya kecenderungan mencetak gol ke gawang Manchester United. Dalam 11 kunjungan terakhir, The Gunners menyarangkan 11 gol ke gawang Setan Merah.
Jumlah tersebut sepertinya bakal bertambah atas nama Viktor Gyokeres. Rasanya tak berlebihan menyebut striker anyar Arsenal tersebut sebagai ancaman serius MU.
Dalam dua musim terakhir, hanya di Liga Portugal, Gyokeres melesakkan 68 gol. Jumlah gol itu 57 kali tercipta dengan kaki kanan, 9 kali kiri, dan dua sundulan.
Kaki kanan Gyokeres memang mematikan, tetapi anggota badan lainnya juga bisa dijadikan senjata saat dibutuhkan. Ini yang membuat pemuda 27 tahun ini begitu disorot.
Pemain baru Arsenal lainnya, Martin Zubimendi dan Noni Madueke tak bisa dipandang sebelah mata. Kedua pemain dipercaya semakin melengkapi komposisi Arsenal.
Jika tiga musim terakhir Arsenal hanya menjadi runner up kompetisi, musim ini diprediksi akan menjadi juara. Dan, salah satu aspek psikologi penentunya adalah menang atas MU.
Pada saat yang sama Manchester United punya Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, dan Benjamin Sesko. Ketiganya juga bukan pemain kaleng-kaleng jika ditinjau dari statistik musim lalu.
Mbeumo misalnya, melesakkan 20 gol dari 42 laga bersama Brentford pada musim lalu. Pada musim yang sama Cunha membukukan 17 gol bersama Wolves, dan Sesko mencetak 21 gol di RB Leipzig.
Utamanya Mbeumo bisa menjadi ancaman serius bagi Arsenal. Pemain 26 tahun ini sudah pernah membobol gawang Arsenal saat berseragam Brentford. Itu tercipta pada 1 Januari 2025.
Tidak seperti Gyokeres yang berstatus pendatang baru, Mbeumo sudah hafal betul karakter Liga Inggris. Tipikal dan gaya bertahan semua tim sudah dikenal dengan baik.
Ini menjadi modal Mbeumo tampil lebih ganas dari Gyokeres. Namun, dari semua data dan fakta menjelang laga, sepertinya semesta lebih mendukung Arsenal menang atas MU.
(har)
Jakarta, CNN Indonesia --
Semboyan 'Arsenal tidak akan bisa berpesta di Old Trafford' sudah usang di era Mikel Arteta menjelang duel Premier League Manchester United vs Arsenal di Old Trafford, Minggu (17/8) malam.
Dalam 18 pertandingan terakhir, Arsenal hanya dua kali menang atas MU di Old Trafford. Dua kemenangan itu tercipta saat Arsenal ditangani Arteta, pada 2020 dan 2024.
Mesin superkomputer Opta memprediksi potensi Arsenal menang atas Setan Merah mencapai 45,1 persen, lebih besar dari kans menang Man Utd sebesar 29,5 persen dan imbang 25,4 persen.
Ini segaris dengan prediksi Opta yang menyebut potensi Arsenal meraih gelar juara musim ini, mengacu 1.000 simulasi, sebesar 19,7 persen, sedangkan Man United hanya 7,4 persen.
Namun MU punya sejarah manis di laga pembuka kompetisi. Man Utd mengalahkan Arsenal 4-1 pada laga pembuka musim 1989/1990. Kisah serupa bisa terulang musim ini.
Setan Merah, julukan Manchester United, juga memburu kemenangan ke-100 atas Arsenal. Dari total 243 pertemuan di semua ajang, MU menang 99 kali, 55 kali imbang, dan 89 kali kalah.
Probabilitas kemenangan MU cukup besar, karena baru kedatangan tiga pemain berbanderol tinggi. Ketiga pemain itu adalah Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Sesko.
Ketiganya berposisi sebagai lini depan. Ruben Amorim berpeluang menjadikan ketiganya sebagai starter. Jika chemistry ketiganya langsung solid, Arsenal dalam ancaman serius.
Hanya saja Arsenal punya statistik kinclong. Dalam enam musim terakhir, The Gunners tak pernah kalah dalam laga pembuka awal musim. Lima kemenangan diraih dalam enam musim.
Rapor tandang Arsenal juga garang. Sejak kekalahan 0-1 dari Newcastle United pada musim lalu, sudah 14 kemenangan beruntun diraih Arsenal dalam laga tandang.
Arsenal juga punya senjata baru bernama Viktor Gyokeres. Pemain asal Swedia ini membukukan 102 gol dalam dua musim bersama Sporting CP, tim yang sempat ditangani Amorin.
Berlanjut ke halaman kedua >>>
Adu Tajam Gyokeres vs Mbeumo
Ketajaman Viktor Gyokeres bersama Arsenal langsung diuji pada laga pertama Premier League. (Action Images via Reuters/Matthew Childs)
Arsenal punya kecenderungan mencetak gol ke gawang Manchester United. Dalam 11 kunjungan terakhir, The Gunners menyarangkan 11 gol ke gawang Setan Merah.
Jumlah tersebut sepertinya bakal bertambah atas nama Viktor Gyokeres. Rasanya tak berlebihan menyebut striker anyar Arsenal tersebut sebagai ancaman serius MU.
Dalam dua musim terakhir, hanya di Liga Portugal, Gyokeres melesakkan 68 gol. Jumlah gol itu 57 kali tercipta dengan kaki kanan, 9 kali kiri, dan dua sundulan.
Kaki kanan Gyokeres memang mematikan, tetapi anggota badan lainnya juga bisa dijadikan senjata saat dibutuhkan. Ini yang membuat pemuda 27 tahun ini begitu disorot.
Pemain baru Arsenal lainnya, Martin Zubimendi dan Noni Madueke tak bisa dipandang sebelah mata. Kedua pemain dipercaya semakin melengkapi komposisi Arsenal.
Jika tiga musim terakhir Arsenal hanya menjadi runner up kompetisi, musim ini diprediksi akan menjadi juara. Dan, salah satu aspek psikologi penentunya adalah menang atas MU.
Pada saat yang sama Manchester United punya Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, dan Benjamin Sesko. Ketiganya juga bukan pemain kaleng-kaleng jika ditinjau dari statistik musim lalu.
Mbeumo misalnya, melesakkan 20 gol dari 42 laga bersama Brentford pada musim lalu. Pada musim yang sama Cunha membukukan 17 gol bersama Wolves, dan Sesko mencetak 21 gol di RB Leipzig.
Utamanya Mbeumo bisa menjadi ancaman serius bagi Arsenal. Pemain 26 tahun ini sudah pernah membobol gawang Arsenal saat berseragam Brentford. Itu tercipta pada 1 Januari 2025.
Tidak seperti Gyokeres yang berstatus pendatang baru, Mbeumo sudah hafal betul karakter Liga Inggris. Tipikal dan gaya bertahan semua tim sudah dikenal dengan baik.
Ini menjadi modal Mbeumo tampil lebih ganas dari Gyokeres. Namun, dari semua data dan fakta menjelang laga, sepertinya semesta lebih mendukung Arsenal menang atas MU.