Misteri Baggott dan Problematika Pertahanan Timnas Indonesia
Abdul Susila | CNN Indonesia
Sabtu, 23 Agu 2025 08:40 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Pertahanan Timnas Indonesia belum sepenuhnya paten. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Saat jumpa Irak di fase kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia dua kali kalah. Begitu pula ketika bertemu di Piala Asia 2023 (2024).
Namun, ketika itu skuad Timnas Indonesia belum semewah saat ini. Yang dimaksud mewah di sini adalah tambahan pemain-pemain naturalisasi berdarah Indonesia-Belanda.
Sedangkan Arab Saudi dibuat tak berdaya ketika jumpa di fase ketiga. Indonesia mencuri satu poin lewat skor 1-1 saat tandang dan menang dengan skor 2-0 di kandang.
Sejatinya ini tanda bahwa Indonesia berpeluang meraih poin dari dua lawan tersebut. Salah satu kunci agar asa itu tercapai adalah dengan memperkukuh sistem pertahanan.
Selama diarsiteki Patrick Kluivert, belum terlihat pola bertahan yang pasti. Saat melawan Australia, Indonesia memakai formasi empat pemain bertahan di belakang.
Selanjutnya saat menang 1-0 atas Bahrain di kandang, formasi bertahan yang diterapkan adalah tiga bek. Saat itu pilihannya Ridho, Jay Idzes, dan Hubner.
Kemudian, ketika menjamu China, formasi tiga bek ini dipertahankan. Hanya bek sayap saja yang dirotasi. Selain Calvin Verdonk, Yakob Sayuri dipasang sebagai bek kanan.
Terakhir, ketika tandang ke Jepang, Mess Hilger jadi pilihan utama menggantikan Ridho. Adapun bek sayap yang dipilih adalah Kevin Diks dan Yance Sayuri. Hasilnya dibantai 0-6.
Akan seperti apa pola pertahanan yang dibangun Kluivert untuk melawan Irak dan Arab Saudi? Pertandingan uji coba melawan Lebanon dan Kuwait sepertinya akan jadi simulasi.
Bisa saja Kluivert mencoba mematangkan skema Ridho, Idzes, dan Hubner, atau mencoba kembali trio Hilgers, Idzes, dan Hubner. Tak menutup kemungkinan pula Jordi Amat dimainkan.
Yang pasti, Baggott sudah tidak masuk formasi untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026. Memang tak ada yang mustahil, tetapi tak ada waktu lagi untuk coba-coba setelah September nanti.
(sry/sry)
Jakarta, CNN Indonesia --
Elkan Baggott kembali tak dipanggil Timnas Indonesia. Mengapa bek Ipswich Town ini tak dipanggil, meski untuk agenda laga uji coba?
Nama Baggott tak masuk daftar pemain Timnas Indonesia sejak selesainya Piala Asia U-23 2024. Baggott tak dipanggil lagi ke Timnas karena ada masalah dengan Shin Tae Yong.
Awalnya Baggott diminta tampil di play off Olimpiade 2024. Namun bek kelahiran Bangkok, Thailand ini tak bisa memenuhi panggilan karena ada agenda yang sudah direncanakan.
Dari situ Shin kecewa. Ia memutuskan tak lagi memanggil Baggott. Tak ada alasan pasti, baik dari Shin maupun PSSI mengapa Baggott tak lagi masuk skuad tim Merah Putih.
Begitu Patrick Kluivert menggantikan Shin Tae Yong pada awal 2025, sejatinya pemain 22 tahun ini sempat dipanggil. Namun Baggott meminta izin tak memenuhi panggilan karena fokus di klub.
Setelah itu, ketika kompetisi selesai, Baggott tak masuk daftar panggil Kluivert. Sempat datang ke Bali untuk berlibur, Baggott tetap tak masuk skuad Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kini, untuk pertandingan uji coba melawan Lebanon dan Kuwait di Surabaya pada awal September 2025, nama Baggott tetap tak masuk. Tak ada penjelasan mengenai hal ini.
Kluivert masih memanggil nama-nama sebelumnya, yakni Rizky Ridho, Jordi Amat, Jay Idzes, Justin Hubner, dan Mees Hilgers. Sepertinya pintu untuk Baggott sudah ditutup.
Sejatinya pertahanan Indonesia dalam arahan Kluivert tidak baik-baik saja. Dalam dua laga tandang, gawang Garuda kebobolan 11 kali. Lima gol dari Australia dan enam dari Jepang.
Dengan problematika sistem pertahanan ini, Kluivert sepertinya enggan coba-coba lagi. Lima bek tengah yang ada akan dimaksimalkan dalam dua uji coba sebelum melawan Irak dan Arab Saudi.
Pertandingan melawan Irak dan Arab akan berlangsung pada Oktober 2025. Ini adalah laga fase keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, penentu tiket ke Amerika, Kanada, dan Meksiko.
Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Matangkan Formula Sistem Pertahanan
Pertahanan Timnas Indonesia belum sepenuhnya paten. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Saat jumpa Irak di fase kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia dua kali kalah. Begitu pula ketika bertemu di Piala Asia 2023 (2024).
Namun, ketika itu skuad Timnas Indonesia belum semewah saat ini. Yang dimaksud mewah di sini adalah tambahan pemain-pemain naturalisasi berdarah Indonesia-Belanda.
Sedangkan Arab Saudi dibuat tak berdaya ketika jumpa di fase ketiga. Indonesia mencuri satu poin lewat skor 1-1 saat tandang dan menang dengan skor 2-0 di kandang.
Sejatinya ini tanda bahwa Indonesia berpeluang meraih poin dari dua lawan tersebut. Salah satu kunci agar asa itu tercapai adalah dengan memperkukuh sistem pertahanan.
Selama diarsiteki Patrick Kluivert, belum terlihat pola bertahan yang pasti. Saat melawan Australia, Indonesia memakai formasi empat pemain bertahan di belakang.
Selanjutnya saat menang 1-0 atas Bahrain di kandang, formasi bertahan yang diterapkan adalah tiga bek. Saat itu pilihannya Ridho, Jay Idzes, dan Hubner.
Kemudian, ketika menjamu China, formasi tiga bek ini dipertahankan. Hanya bek sayap saja yang dirotasi. Selain Calvin Verdonk, Yakob Sayuri dipasang sebagai bek kanan.
Terakhir, ketika tandang ke Jepang, Mess Hilger jadi pilihan utama menggantikan Ridho. Adapun bek sayap yang dipilih adalah Kevin Diks dan Yance Sayuri. Hasilnya dibantai 0-6.
Akan seperti apa pola pertahanan yang dibangun Kluivert untuk melawan Irak dan Arab Saudi? Pertandingan uji coba melawan Lebanon dan Kuwait sepertinya akan jadi simulasi.
Bisa saja Kluivert mencoba mematangkan skema Ridho, Idzes, dan Hubner, atau mencoba kembali trio Hilgers, Idzes, dan Hubner. Tak menutup kemungkinan pula Jordi Amat dimainkan.
Yang pasti, Baggott sudah tidak masuk formasi untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026. Memang tak ada yang mustahil, tetapi tak ada waktu lagi untuk coba-coba setelah September nanti.