Skeptisisme Kepak Sayap Garuda, Ole Romeny Akan Dipaksakan?
Abdul Susila | CNN Indonesia
Jumat, 26 Sep 2025 08:11 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Miliano Jonathans diprediksi bakal jadi andalan Indonesia melawan Arab Saudi dan Irak. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta, CNN Indonesia --
Permainan lewat sayap sepertinya akan menjadi andalan Patrick Kluivert untuk Timnas Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dari daftar 28 pemain yang dipanggil untuk tampil melawan Arab Saudi dan Irak, pemain-pemain yang andal dalam serangan sayap mendapat ruang khusus dari Kluivert.
Miliano Jonathans, Mauro Zijlstra, Ragnar Oratmangoen, Egy Maulana Vikri, Yakob Sayuri, hingga Ole Romeny adalah pemain-pemain yang berposisi asli sebagai penyerang sayap.
Hanya Ramadhan Sananta satu-satunya pemain berposisi striker. Sudah begitu Sananta bukan pilihan utama Timnas. Pemain yang merantau ke Brunei ini lebih sering jadi pelapis.
Kluivert juga menumpuk pemain versatile yang cakap sebagai winger: Calvin Verdonk, Dane James, Shayne Pattynama, Sandy Walsh, Yance Sayuri, Eliano Reijnders, hingga Stefano Lilipaly.
Ini jadi pertanda bahwa kepak sayap Garuda akan menjadi senjata Kluivert saat jumpa Arab Saudi dan Irak. Perihal ini sudah dicoba Kluivert saat melawan Taiwan dan Lebanon.
Hasilnya, menang telak atas Taiwan dan imbang dengan Lebanon. Hanya saja, hasil melawan Taiwan tak bisa menjadi acuan, sebab level tim Asia Timur ini memang di bawah Indonesia.
Adapun Lebanon yang setara dengan kekuatan Indonesia, tak bisa dibobol. Percobaan strategi Kluivert belum klinis. Yang menonjol adalah penguasaan bola dan serangan sayap.
Dari dua laga itu, Kluivert memanggil 28 nama ini. Itu sebabnya pula pemain seperti Marselino Ferdinan tidak masuk daftar, selain karena hingga kini belum tampil dalam kompetisi di Slovakia.
Tak masuknya nama Marselino cukup mengejutkan. Sebab pengguna nomor punggung tujuh ini pernah membobol gawang Arab Saudi dan Irak dalam pertandingan sebelumnya.
Sepertinya, lini tengah atau second line bukan pilihan permainan Kluivert. Komposisi Thom Haye, Joel Pelupessy, Nathan Tjoe-A-On dan Ricky Kambuaya sudah cukup jadi pilihan.
Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Saat ini Ole Romeny belum pulih total dari cedera, tetapi secara mengejutkan dipanggil Patrick Kluivert ke Timnas Indonesia. Mengapa dipaksakan?
Dari video yang beredar di media sosial, Romeny sudah kembali berlatih dengan bola di lapangan. Namun hanya berlatih khusus, belom berlatih dengan tim Oxford United.
Ini pertanda bahwa Romeny belum siap secara fisik dan mental ke dalam pertandingan. Dengan tersisa waktu tak sampai dua pekan, nyaris mustahil Romeny 100 persen pulih.
Apakah Romeny akan dipaksakan tampil oleh Kluivert saat melawan Arab Saudi dan Irak? Tak ada yang tahu, kecuali Kluivert. Namun, dengan masuk skuad, ada potensi ke arah sana.
Spekulasi pemanggilan Romeny pantas menimbulkan skeptisisme. Muncul keraguan bahwa Kluivert kehabisan ide untuk menambal lini depan yang tumpul tanpa Romeny.
Jika melihat laga uji coba terakhir melawan Lebanon, ada potensi Miliano Jonathans dijadikan ujung tombak. Alasannya, sentuhan dan teknik individu Jonathans menonjol.
Pemain FC Utrecht ini bisa menjadi opsi untuk menggebrak pertahanan Arab Saudi. Jika pemuda yang neneknya pernah tinggal di Depok ini prima, ia bisa menjadi asa.
Pada saat yang sama Ragnar Oratmangoen sebagai mesin gol Indonesia lainnya juga belum begitu prima. Bersama klubnya, FCV Dender, Ragmar belum jadi pilihan utama.
Seperti apa nantinya strategi lini depan Indonesia saat melawan Arab Saudi pada 8 Oktober? Mungkin komposisinya bisa ditakar, tetapi taktik untuk memecah kebuntuan masih abu-abu.
Karena itu kekuatan sayap sepertinya jadi opsi paling masuk akal untuk membangun serangan. Pilihan penyerang sayap melimpah dan tinggal siapa yang dipercaya.
Untuk sementara banyak keraguan mengemuka. Komposisi dan racikan strategi Kluivert di Timnas Indonesia belum memuaskan, dan ini adalah saatnya membuktikan.
Permainan lewat sayap sepertinya akan menjadi andalan Patrick Kluivert untuk Timnas Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dari daftar 28 pemain yang dipanggil untuk tampil melawan Arab Saudi dan Irak, pemain-pemain yang andal dalam serangan sayap mendapat ruang khusus dari Kluivert.
Miliano Jonathans, Mauro Zijlstra, Ragnar Oratmangoen, Egy Maulana Vikri, Yakob Sayuri, hingga Ole Romeny adalah pemain-pemain yang berposisi asli sebagai penyerang sayap.
Hanya Ramadhan Sananta satu-satunya pemain berposisi striker. Sudah begitu Sananta bukan pilihan utama Timnas. Pemain yang merantau ke Brunei ini lebih sering jadi pelapis.
Kluivert juga menumpuk pemain versatile yang cakap sebagai winger: Calvin Verdonk, Dane James, Shayne Pattynama, Sandy Walsh, Yance Sayuri, Eliano Reijnders, hingga Stefano Lilipaly.
Ini jadi pertanda bahwa kepak sayap Garuda akan menjadi senjata Kluivert saat jumpa Arab Saudi dan Irak. Perihal ini sudah dicoba Kluivert saat melawan Taiwan dan Lebanon.
Hasilnya, menang telak atas Taiwan dan imbang dengan Lebanon. Hanya saja, hasil melawan Taiwan tak bisa menjadi acuan, sebab level tim Asia Timur ini memang di bawah Indonesia.
Adapun Lebanon yang setara dengan kekuatan Indonesia, tak bisa dibobol. Percobaan strategi Kluivert belum klinis. Yang menonjol adalah penguasaan bola dan serangan sayap.
Dari dua laga itu, Kluivert memanggil 28 nama ini. Itu sebabnya pula pemain seperti Marselino Ferdinan tidak masuk daftar, selain karena hingga kini belum tampil dalam kompetisi di Slovakia.
Tak masuknya nama Marselino cukup mengejutkan. Sebab pengguna nomor punggung tujuh ini pernah membobol gawang Arab Saudi dan Irak dalam pertandingan sebelumnya.
Sepertinya, lini tengah atau second line bukan pilihan permainan Kluivert. Komposisi Thom Haye, Joel Pelupessy, Nathan Tjoe-A-On dan Ricky Kambuaya sudah cukup jadi pilihan.
Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Sinyal Kehabisan Akal Lini Depan?
Ole Romeny belum berlatih penuh bersama Oxford United. (CNNIndonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Saat ini Ole Romeny belum pulih total dari cedera, tetapi secara mengejutkan dipanggil Patrick Kluivert ke Timnas Indonesia. Mengapa dipaksakan?
Dari video yang beredar di media sosial, Romeny sudah kembali berlatih dengan bola di lapangan. Namun hanya berlatih khusus, belom berlatih dengan tim Oxford United.
Ini pertanda bahwa Romeny belum siap secara fisik dan mental ke dalam pertandingan. Dengan tersisa waktu tak sampai dua pekan, nyaris mustahil Romeny 100 persen pulih.
Apakah Romeny akan dipaksakan tampil oleh Kluivert saat melawan Arab Saudi dan Irak? Tak ada yang tahu, kecuali Kluivert. Namun, dengan masuk skuad, ada potensi ke arah sana.
Spekulasi pemanggilan Romeny pantas menimbulkan skeptisisme. Muncul keraguan bahwa Kluivert kehabisan ide untuk menambal lini depan yang tumpul tanpa Romeny.
Jika melihat laga uji coba terakhir melawan Lebanon, ada potensi Miliano Jonathans dijadikan ujung tombak. Alasannya, sentuhan dan teknik individu Jonathans menonjol.
Pemain FC Utrecht ini bisa menjadi opsi untuk menggebrak pertahanan Arab Saudi. Jika pemuda yang neneknya pernah tinggal di Depok ini prima, ia bisa menjadi asa.
Pada saat yang sama Ragnar Oratmangoen sebagai mesin gol Indonesia lainnya juga belum begitu prima. Bersama klubnya, FCV Dender, Ragmar belum jadi pilihan utama.
Seperti apa nantinya strategi lini depan Indonesia saat melawan Arab Saudi pada 8 Oktober? Mungkin komposisinya bisa ditakar, tetapi taktik untuk memecah kebuntuan masih abu-abu.
Karena itu kekuatan sayap sepertinya jadi opsi paling masuk akal untuk membangun serangan. Pilihan penyerang sayap melimpah dan tinggal siapa yang dipercaya.
Untuk sementara banyak keraguan mengemuka. Komposisi dan racikan strategi Kluivert di Timnas Indonesia belum memuaskan, dan ini adalah saatnya membuktikan.