PERISKOP 2026

Apakah Kutukan Arsenal Hanya Juara Saat Tahun Baru Bakal Patah?

Surya Sumirat | CNN Indonesia
Kamis, 01 Jan 2026 07:00 WIB
Arsenal dibayangi kutukan 'juara' saat Natal dan Tahun Baru. (Action Images via Reuters/Peter Cziborra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Arsenal yang kini menempati puncak klasemen Premier League dibayangi kutukan 'Tahun Baru' dalam memburu gelar juara musim 2025/2026.

Bukan barang baru Arsenal dikenal sebagai tim tangguh sejak awam musim, namun melempem pada pertengahan liga, baik itu saat Natal atau Tahun Baru. Yang ujung-ujungnya posisi puncak klasemen itu tidak lagi mereka tempati pada akhir musim.

Kutukan Natal itu dimiliki The Gunners dalam empat musim Premier League: 2002/2003, 2007/2008, 2022/2023, dan 2023/2024.

Arsenal begitu akrab di posisi teratas saat Natal. Sayangnya, setelah pergantian tahun, klub asal London itu lengser dan digantikan tim lain.

Manchester United jadi juara pada musim 2002/2023 dan 2007/2008. Sedangkan tim sekota MU, Manchester City jadi kampiun musim 2022/2023 dan 2023/2024.

Nasib tidak jauh berbeda dialami Arsenal saat Tahun Baru pada tiga dari empat musim tersebut. Ketika itu Arsenal di puncak saat Tahun Baru musim 2002/2003, 2007/2008, dan 2022/2023.

Pada musim ini, tim asuhan Mikel Arteta di puncak klasemen Premier League saat Natal dan Tahun Baru. Kemenangan telak 4-1 atas Aston Villa pada Rabu (31/12) dini hari WIB membuat Arsenal unggul 5 poin atas Man City yang di posisi kedua.

Apakah penampilan Arsenal saat ini cukup meyakinkan untuk jadi juara? Tentu tidak. Bayang-bayang kutukan itu terasa sebelum menang atas Aston Villa, saat mereka hanya unggul dua poin atas Man City.

Sebelum melakoni laga penutup pada 2025, Arsenal bisa dibilang sedang dalam masa sulit. Kurang dari satu bulan lalu, Arsenal unggul tujuh poin atas Man City.

Sejak itu Declan Rice dan kawan-kawan harus berjuang keras untuk menang. Dalam lima pertandingan terakhir di Liga Inggris, Arsenal tidak pernah bisa mencetak lebih dari dua gol.

Bahkan dalam dua laga terakhir Arsenal tidak bisa mencetak gol lewat permainan terbuka. Kemenangan atas Wolverhampton Wanderers terjadi karena bunuh diri pemain lawan, lalu lawan Everton menang berkat penalti Viktor Gyokeres.

Kemenangan 4-1 atas Aston Villa adalah yang pertama dengan mencetak lebih dari dua gol sejak akhir November. Arteta boleh saja melupakan masa lalu Arsenal yang kerap terkena kutukan puncak klasemen saat Natal dan Tahun Baru.

Tetapi pelatih asal Spanyol itu juga harus menerima kenyataan timnya punya peluang mengulang kutukan. Satu-satunya cara Arsenal dapat mengubah rekor buruk itu, setidaknya berdasarkan performa terkini, adalah dengan memastikan mereka mencetak gol terlebih dahulu, dan itu baru saja terjadi lawan Villa.

Pasalnya, Arsenal memiliki catatan 19 kemenangan dari 19 pertandingan di semua kompetisi saat mencetak gol lebih dulu.

Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>

Sialnya Arsenal Dikejar Man City


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :