Jafar/Felisha Kompak Ngaku Jelek Banget setelah Kalah di Malaysia Open
Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu kompak mengaku bermain jelek setelah kalah di babak pertama Malaysia Open 2026.
Jafar/Felisha kalah 12-21 dan 17-21 dari pasangan tuan rumah yang merupakan unggulan keempat di Malaysia Open, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei.
Setelah pertandingan, Jafar/Felisha mencurahkan rasa ketidakpuasan atas performa di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami belum pernah menang dari mereka jadi tadi pengen coba lagi di tahun yang baru tapi tidak terkontrol mainnya. Jadi jelek banget, tidak yakin dan banyak mati sendiri. Selain itu, Chen/Toh juga bermain sangat bagus hari ini," kata Jafar dikutip dari rilis resmi PBSI.
Ekspektasi yang tidak sejalan dengan realita membuat Felisha pun kecewa. Ada tekanan dari dalam diri yang justru menjadi bumerang.
"Performa hari ini jauh banget dari harapan, jelek sekali. Saya mengakui banyak melakukan error, pergerakan tidak nyaman. Kalau penyebabnya mungkin karena terlalu menggebu-gebu pengen menang terus malah jadi berbalik pressure ke diri sendiri jadi tidak bisa maksimal," ungkap Felisha.
Kalah di kejuaraan pembuka 2026 tidak membuat semangat Jafar/Felisha surut. Masih ada kans bagi keduanya memboyong gelar di turnamen lain. Pasangan ganda campuran terbaik Indonesia itu sadar gelar akan hadir jika bisa tampil baik.
"Evaluasinya kami harus cari caranya gimana biar performa bisa kembali maksimal. Lalu misalkan di awal match pun kurang bagus, bisa balik dan menemukan performa yang in lagi di tengah-tengah. Itu harus dicari karena situasi kayak gini pasti akan muncul lagi di turnamen ke depan. Secara teknik juga semua aspek masih banyak yang harus ditingkatkan," ujar Felisha.
Setelah Jafar/Felisha kalah, Indonesia masih memiliki Marwan Faza/Aisyah Salsabila Pranata di sektor ganda campuran. Marwan/Aisyah akan bermain Rabu (7/1) bersama dengan atlet-atlet Merah Putih lain seperti Alwi Farhan, Jonatan Christie, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, dan Putri Kusuma Wardani.
(nva/rhr)