PBSI Ubah Sistem Atlet: Bisa Degradasi Kapan Saja

CNN Indonesia
Kamis, 08 Jan 2026 07:56 WIB
Situasi pelatnas Cipayung dalam sebuah momen persiapan tim Indonesia menuju ajang internasional. (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

PBSI melakukan perubahan pada sistem keberadaan atlet di Pelatnas Cipayung yang membuat degradasi bisa berlangsung kapan saja.

Induk organisasi olahraga badminton Indonesia itu tidak lagi memberlakukan sistem promosi degradasi pemain di Pelatnas Cipayung pada akhir tahun.

"Setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap struktur Pelatnas, performa atlet, beban kompetisi dan efektivitas program jangka panjang, PBSI memutuskan bahwa mekanisme pemulangan dan pemanggilan atlet pelatnas PBSI yang biasanya dilakukan setiap akhir tahun, mulai tahun 2025 lalu ditiadakan," tulis PBSI dalam rilis resmi, Selasa (6/1).

Keputusan tersebut merupakan bagian dari penataan ulang strategi pembinaan untuk memastikan bahwa seluruh atlet, khususnya yang berada di Pelatnas Cipayung dapat memperkuat stabilitas pembinaan, menjaga kesinambungan program latihan, dan mempersiapkan atlet Pelatnas menghadapi agenda kompetisi internasional yang semakin padat dan sudah bergulir sejak awal bulan Januari ini.

Setelah melalui diskusi dengan tim pelatih, tim sport science, dan divisi teknis, PBSI menilai bahwa Pelatnas saat ini memasuki fase yang membutuhkan stabilisasi komposisi atlet untuk mendukung kesinambungan program pembinaan dan memaksimalkan periode transisi menuju siklus kompetisi padat dan besar sehingga tak lagi melakukan promosi dan degradasi pada akhir tahun seperti tahun-tahun sebelumnya.

Seperti dikutip dari rilis PBSI, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) Eng Hian menyatakan peniadaan promosi dan degradasi pada akhir tahun bukan berarti menurunkan standar.

"Evaluasi seorang atlet ditentukan oleh KPI (Key Performance Indicator) yang sudah ditentukan oleh pelatihnya masing-masing. Jika seorang atlet tidak mencapai KPI yang telah ditetapkan maka akan terkena degradasi. Oleh karena itu jangka waktu degradasi setiap atlet akan berbeda tergantung dari KPI mereka masing-masing," tulis rilis tersebut.

Dengan demikian maka tiap pemain memiliki target dan jangka waktu yang berbeda-beda sehingga bisa kapan saja terlempar dari Pelatnas Cipayung tanpa menunggu akhir tahun.

Sedangkan untuk promosi bakal dilakukan lewat mekanisme seleksi nasional pada awal tahun.

"Sementara itu untuk sistem promosi akan dilakukan lewat mekanisme Seleknas PBSI yang akan dilaksanakan setiap awal tahun dan untuk jumlah pengambilan pemain harus sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh bidang pembinaan prestasi PP PBSI dan untuk jumlah akan disesuaikan dengan kebutuhan atlet di Pelatnas," kata Eng Hian.

Dengan sistem baru ini PBSI berharap proses pembinaan atlet dan rekutmen pelatih bisa berjalan lebih transparan, objektif, dan profesional dalam rangka peningkatan konsistensi prestasi di level Asia dan dunia, termasuk dalam target utama di Kejuaraan Dunia, Thomas Uber Cup, dan Olimpiade 2028.

(nva/jal)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK