Alasan Alonso Tak Jadikan Mbappe Starter di Final Piala Super Spanyol
Keputusan Real Madrid untuk tidak menurunkan Kylian Mbappe sejak menit awal saat kalah 2-3 dari Barcelona pada laga final Piala Super Spanyol, Senin (12/1) dini hari WIB, dilandasi alasan tertentu dari sang pelatih, Xabi Alonso.
Alonso memastikan keputusan tersebut diambil murni berdasarkan pertimbangan taktis dan kondisi kesiapan sang pemain.
Dalam konferensi pers di Stadion King Abdullah, Alonso mengungkapkan bahwa Mbappe sejatinya sudah disiapkan untuk masuk sebagai pemain pengganti saat laga memasuki fase krusial.
Rencana awal Madrid adalah memasukkan penyerang asal Prancis itu sekitar 15 hingga 20 menit terakhir untuk memberikan ancaman baru di lini depan. Namun situasi pertandingan berubah setelah Real Madrid kebobolan gol ketiga yang membuat skor menjadi 2-3.
"Dia sebenarnya akan masuk sebelum kami kebobolan gol ketiga. Masih ada 15 atau 20 menit tersisa dan dengan kehadirannya kami ingin menciptakan ancaman, bermain dengan memanfaatkan ruang," ujar Alonso yang dikutip dari laman resmi Real Madrid.
Menurut Alonso, Mbappe dinilai lebih efektif jika dimainkan sebagai pengganti ketimbang dipaksakan tampil sejak awal mengingat kondisinya yang baru pulih dari cedera. Intensitas pertandingan final yang sangat tinggi menjadi faktor utama pertimbangan tersebut.
Alonso menilai kondisi Mbappe belum ideal untuk langsung bermain sejak menit pertama dalam laga dengan tempo sekeras itu.
"Dia belum siap untuk memulai pertandingan dengan intensitas yang akan dia dapatkan. Akan lebih baik memanfaatkannya untuk memberi dampak. Itulah idenya dan itulah yang kami putuskan," kata Alonso.
Keputusan ini sekaligus menegaskan pendekatan pragmatis Alonso dalam mengelola skuad bertabur bintang. Alih-alih memaksakan nama besar, pelatih asal Spanyol itu lebih mengutamakan kesiapan pemain di setiap pertandingan.
Meski Mbappe akhirnya tidak mampu mengubah hasil akhir laga, Alonso menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi kepentingan tim.
(ade/jal)