Asnawi hingga Arhan Kini Punya Asa Dipanggil Herdman ke Timnas Lagi
Hadirnya John Herdman membuat persaingan Garuda Calling atau panggilan ke Timnas Indonesia kembali tebuka lebar. Semuanya dari nol lagi.
Pada era Patrick Kluivert, sejumlah pemain yang biasanya dipanggil Shin Tae Yong, diabaikan. Beberapa di antaranya adalah Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan.
Pemain seperti Rafael Struick, Egy Maulana Vikri, dan Witan Sulaeman juga tersingkir pada era Kluivert. Marselino Ferdinan bahkan tak dipanggil dalam dua laga terakhir.
Namun, sejumlah nama yang sempat diabaikan oleh Shin Tae Yong, malah dipanggil lagi ke Timnas oleh Kluivert, seperti Stefano Lilipaly, Beckhm Putra Nugrahan, dan Marc Klok.
Bahkan, Elkan Baggott, yang 'dicoret' Shin dan tak dianggap olehn Kluivert, juga berpotensi dipanggil lagi. Asal tidak ada intervensi dari federasi, Baggott bisa saja diminati Herdman.
Setidaknya ada waktu dua bulan bagi pemain untuk memikat hati Herdman. Tidak hanya bagi pemain yang berkiprah di dalam negeri, tetapi juga pemain yang di luar negeri.
Pemain-pemain seperti Mees Hilgers, Nathan Tjoe-A-On, Ivar Jenner, hingga Ragnar Oratmangoen, tak jaminan dipanggil Herdman. Jam terbang pemain di klub bisa menjadi penentu.
Sebelum pemanggilan perdana pada Maret nanti, Herdman berencana melakukan safari. Ia hendak menonton langsung sejumlah pertandingan Super League 2025/2026.
Pada akhir Januari hingga awal Februari, pria asal Inggris ini juga hendak mengunjungi pemain di Eropa. Herdman ini berkomunikasi tatap muka dengan para pemain.
Tujuannya, Herdman mencari informasi sebanyak-banyaknya soal tim Garuda. Dari informasi yang dihimpun itu Herdman akan menetapkan pemain untuk FIFA Series 2026.
Apakah Asnawi, Arhan, Witan, Marselino, Nathan, Hilgers, Baggott hingga pemain yang sudah lama tak dipanggil seperti Ezra Walian akan dapat kesempatan ke Timnas lagi?
Segala kemungkinan bisa terjadi. Tim pelatih yang dibentuk Herdman, kemungkinan besar akan memberi dampak siapa saja pemain yang pantas dipanggil atau tidak.
(abs/jal)