Hari Pertama John Herdman di Timnas Indonesia Begitu Menggoda

CNN Indonesia
Rabu, 14 Jan 2026 16:32 WIB
John Herdman tampil riang dan matang saat diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia di Jakarta, Selasa (13/1) pagi. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

John Herdman datang ke jumpa pers perkenalannya di Timnas Indonesia dengan wajah berseri-seri dan materi yang matang, Selasa (13/1).

Pagi itu, sekitar pukul 09.30 WIB, pria 50 tahun ini tiba di Ballroom 1 Hotel Mulia, Senayan, Jakarta didampingi sang istri, Clare Louise. Dua anaknya juga ikut menemani.

Melatih Timnas Indonesia memang soal pekerjaan profesional, tetapi Herdman tak ingin berjarak. Ia ajak anak dan istrinya untuk mengenal budaya bangsa, negara, dan sepak bola Garuda.

"Saya harus mendalami budaya di negara ini, karena itu saya mengajak istri dan anak-anak saya untuk merasakan pengalaman di Indonesia dan memahami apa arti ini sebenarnya," kata Herdman.

Pria yang lahir di kota Consett, kota kecil sekitar 23 kilometer dari Newcastle, ini tampak percaya diri. Pembawaannya santai: memakai kemeja putih dibalut jas hitam tanpa dasi.

Dibanding perkenalan pelatih sebelumnya, Patrick Kluivert yang memakai dasi dan diiringi banyak pendamping, bahasa tubuh Herdman tampak lebih luwes. Ia tak sekaku Kluivert.

Dalam sesi jumpa pers, materi yang disampaikan mantan pelatih tim nasional putri dan putra Kanada ini juga matang. Ucapannya lugas. Ia tidak mengumbar janji di awan.

Soal Piala AFF 2026 misalnya, Herdman tidak sesumbar juara. Ia malah menyebut ada potensi Indonesia akan mengirim pemain kolaborasi, karena belum tentu semua pemain bisa bergabung.

"Saya pikir turnamen di Agustus yaitu AFF jadi sebuah kesempatan yang bagus untuk saya memahami seberapa dalam kolam talenta yang dimiliki Indonesia," ujarnya.

Herdman juga sudah berkomunikasi dengan pemain-pemain Timnas Indonesia, termasuk Jay Idzes. Ia ingin mendengar langsung isi hati pemain dengan kehadiran dirinya.

Soal program, Herdman juga sudah menyiapkan. Sejak sesi wawancara dengan perwakilan PSSI, sebundel bahan telah disiapkan. Herdman datang tidak dengan isi kepala yang kosong.

Ia juga menonton salah satu pertandingan Liga Indonesia: Persib Bandung versus Persija Jakarta. Pria ini langsung mencoba mengenal budaya sepak bola tim peringkat ke-122 FIFA ini.

Selepas jumpa pers, dengan bahasa yang lugas dan bersahaja, Herdman ramah kepada jurnalis. Mantan pelatih Toronto FC ini bersedia wawancara tatap muka dengan awak media.

Wawancara seperti ini tidak didapat media massa pada pelatih sebelumnya. Kluivert seolah berada di menara gading. Ia tidak membaur dengan kultur sepak bola Indonesia.

"Selama dua minggu ke depan, saya akan melakukan konferensi video dengan para pemimpin inti Timnas Indonesia untuk memahami Kualifikasi Piala Dunia [2026]."

"Untuk mendapatkan perspektif mereka, untuk memahami motivasi mereka, mengapa mereka bermain untuk Indonesia, apa yang mereka inginkan dari perjalanan mereka," katanya.

Begitulah hari pertama Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia. Ia memperkenalkan diri dengan bersahaja dan tidak berjarak. Dan, yang utama, ia seperti siap lahir dan batin.

(abs/ikw/nva)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK