Jonatan Berdarah-darah Saat Kalahkan Yushi Tanaka di India Open 2026

CNN Indonesia
Kamis, 15 Jan 2026 16:16 WIB
Jonatan Christie selebrasi usai menang dalam sebuah pertandingan. (Arsip PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Atlet tunggal putra badminton Indonesia Jonatan Christie mengalami luka pada bagian jari hingga berdarah saat mengalahkan wakil Jepang Yushi Tanaka pada babak 32 besar India Open 2026, Kamis (15/1).

"Tadi ada beberapa kali break karena jari saya luka bahkan masih berdarah sampai akhir pertandingan tapi Puji Tuhan tidak terlalu mengganggu," ucap Jonatan usai pertandingan.

Jonatan berhasil mengalahkan Yushi Tanaka dengan skor 21-15, 21-19 untuk lolos ke perempat final India Open 2026, Kamis (15/1).

Pada gim pertama, Tanaka berhasil memberikan perlawanan ketat pada Jonatan. Kedua pemain bergantian unggul di paruh awal gim pertama. Jonatan akhirnya memimpin tipis 11-10 di interval.

Setelah itu, Jonatan terus melaju dan memimpin 19-14. Tanaka sempat merebut satu poin tetapi Jonatan sukses menamatkan perlawanan Tanaka di permainan berikutnya.

Masuk ke gim kedua, Jonatan sempat mencatat start impresif dengan unggul 3-0 dan berlanjut menjadi 7-4. Tanaka bisa berbalik unggul 10-9 lewat raihan tiga poin beruntun yang langsung dibalas oleh Jonatan. Jonatan merebut dua poin dan kembali memimpin 11-10 di saat interval.

Seusai interval, Tanaka bisa langsung merebut dua poin berturut-turut yang membuatnya unggul 12-11. Jonatan langsung mengembalikan angka dan berhasil memimpin 14-12 dan berlanjut menjadi 16-13.

Tanaka belum menyerah untuk mengejar Jonatan. Pengamatan yang salah dari Jonatan membuat kedudukan imbang di angka 17-17.

Jonatan lalu berhasil merebut angka ke-18 dan mendapatkan perawatan medis setelah itu. Ketika permainan dilanjutkan, Tanaka bisa menyamakan kedudukan lewat drop shot.

Jonatan kemudian membalas dengan baik. Serangan cepat Jonatan menghasilkan dua poin beruntun. Jonatan mendapat match point di angka 20-18.

Match point pertama digagalkan Tanaka lewat smes keras ke arah forehand. Jonatan lalu menutup pertandingan di kesempatan berikutnya setelah membuat Tanaka terjatuh saat menjangkau shuttlecock dan menyelesaikannya lewat sambaran backhand di depan net. Skor 21-19 untuk Jonatan di gim kedua.

Jonatan mengaku tidak gampang mengalahkan Tanaka pada pertandingan ini. Menurutnya, Tanaka memiliki cara bermain yang lebih baik dari pemain Jepang lainnya.

"Pasti tidak gampang hari ini karena terakhir kalah dan kemarin setelah lihat-lihat lagi permainannya, saya dan tim merasa bahwa sepertinya Tanaka pergerakannya dan cara dia mainnya itu sebenarnya lebih baik dibanding pemain Jepang lainnya gitu. Dari segi movement, dari segi tekniknya dan juga pukulannya, bagaimana dia defendnya, serangnya itu benar-benar on target. Itu yang saya waspadai sekali dan juga dari kesabarannya," ucap Jonatan.

"Beberapa kali juga tadi sempat udah unggul terus kejar-kejaran tapi akhirnya bisa lebih tenang, bisa lebih fokus. Karena di sini dingin sekali jadi memang harus pemanasan lebih awal, pemanasan lebih banyak. Dua hari ini saya melakukan hal tersebut agar pas masuk lapangannya sudah benar-benar siap badannya," ucap Jonatan.

Pada pertandingan perempat final Jonatan akan bertemu wakil Prancis Cristo Popov. Jonatan mengaku sangat menantikan laga tersebut.

"Besok bertemu Christo Popov (Prancis), akan seru karena saya juga menantikan lah buat pertandingan besok. Dia juga pemain yang bagus, pemain kidal lagi. Pemain kiri itu biasanya punya kelebihannya sendiri. Harus lebih siap dan harus siap capek karena dia juga tidak gampang mati, tidak gampang dimatikan juga," ucap Jonatan.

(rhr/rhr/ptr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK