Brahim Diaz Antiklimaks di Final Piala Afrika: Gagal Penalti Panenka
Brahim Diaz jadi bintang Maroko sepanjang gelaran Piala Afrika 2025. Namun ia tampil antiklimaks karena gagal mengeksekusi penalti lewat cara panenka di partai final.
Dalam perjalanan menuju final, Brahim Diaz punya peran penting untuk timnas Maroko. Ia adalah mesin gol utama lewat torehan lima gol hingga babak semifinal.
Di partai final yang penuh kontroversi, Brahim Diaz punya kesempatan untuk menyempurnakan perjalanannya dengan baik. Ia membuat Maroko mendapatkan penalti dan maju sebagai eksekutor.
Momen Brahim Diaz dilanggar terjadi di menit kelima masa injury time lalu dipastikan sebagai hukuman penalti lewat VAR beberapa menit kemudian. Lantaran pemain Senegal sempat melakukan aksi protes dan mogok main, penalti baru bisa dieksekusi di menit ke-114.
Berhadapan dengan kiper Senegal Edouard Mendy, Brahim Diaz memutuskan melakukan penalti panenka ke arah tengah. Celaka bagi Brahim Diaz, Mendy tidak bergerak sama sekali.
Mendy seolah sudah yakin bahwa penalti yang dilakukan oleh Brahim Diaz akan dieksekusi lewat cara panenka alias hanya memberikan sentuhan ringan pada bola di saat kiper terkecoh dan bergerak ke salah satu sisi gawang.
Kegagalan Brahim Diaz melakukan penalti membuat skor 0-0 tidak berubah. Pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak extra time.
Di babak extra time, Senegal bisa mencetak gol lewat Pape Gueye di menit ke-94. Dalam posisi sulit dan minim ruang tembak, Pape Gueye melepaskan tendangan kaki kiri yang membuat bola meluncur ke pojok kiri atas gawang.
Senegal berhasil unggul 1-0 dan mempertahankan kedudukan tersebut hingga laga usai. Senegal pun berhasil juara Piala Afrika di tanah Maroko.
(ptr/abs)