Panitia Indonesia Masters Belajar Banyak dari Insiden di India Open
Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Masters 2026, Achmad Budiharto, menyatakan pihaknya berupaya menghindari sederet insiden memalukan di India Open 2026.
Indonesia Masters 2026 yang berlangsung di Istora Senayan (20-26 Januari) bergulir setelah India Open 2026 (13-18 Januari). Sorotan publik mengarah ke India Open 2026 karena ada kejadian monyet masuk ke arena hingga kotoran burung yang jatuh ke lapangan pertandingan.
Hal-hal seperti ini yang jadi perhatian panitia Indonesia Masters 2026. Meski kejadian serupa belum pernah menimpa Istora Gelora Bung Karno (GBK) sebelumnya, penyelenggara tetap melakukan antisipasi terlebih Jakarta sedang sering turun hujan deras.
"India beda dengan Jakarta. Salah satu masalah di sini memang hujan. Jadi setting outdoor hari ini harus selesai. Kalau indoor sudah beres," kata Budi dalam konferensi pers di Istora, Jakarta, Senin (19/1).
Budi juga memerhatikan aspek penunjang pertandingan seperti lampu sorot di lapangan. Menurutnya, kualitas penerangan di India Open 2026 tak sebaik di Indonesia Masters 2026.
"Di India yang dikeluhkan adalah kondisi udara dan lighting-nya memprihatinkan. Karena itu kami tingkatkan lumens-nya. Sebelumnya 1.100 kami pasang 1.600," ujarnya.
Menyoal cuaca buruk di Jakarta, Budi memastikan kualitas atap Istora GBK sudah mumpuni dalam menahan hujan deras. Kemungkinan hewan masuk ke arena pertandingan juga berusaha diantisipasi.
"Kondisi lain kalau bocor ada jaminan dari pihak Istora. Paling yang kami jagain itu kucing. Kalau di India kan ada monyet ada tahi burung jadi lapangannya kotor. Kalau kucing mungkin kami suruh pergi dulu," ucapnya.
Indonesia Masters 2026 akan diperkuat minimal 22 wakil tuan rumah, dan masih bisa bertambah tergantung managers meeting. Ajang BWF Super 500 itu menjadi turnamen bergengsi ketiga bulan ini yang akan bergulir.
Sejauh ini wakil terbanyak tuan rumah di Indonesia Masters 2026 datang dari ganda putri dengan tujuh pasang. Sedangkan yang paling sedikit ada dari tunggal putri yakni satu atlet, Putri Kusuma Wardani.
(ikw/rhr)