PIALA ASIA U-23 2026

Babak Belur Dihantam China, Kim Sang Sik Kecewa dengan Pemain Vietnam

CNN Indonesia
Rabu, 21 Jan 2026 08:40 WIB
Kim Sang Sik tidak puas dengan performa pemain timnas Vietnam U-23 saat kalah dari China pada babak semifinal Piala Asia U-23 2026.
Kim Sang Sik kecewa dengan performa pemain timnas Vietnam U-23. (CNNIndonesia.com/Adi Maulana Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kim Sang Sik tidak puas dengan performa pemain timnas Vietnam U-23 saat kalah dari China pada babak semifinal Piala Asia U-23 2026.

Sang Sik gagal mengikuti jejak Park Hang Seo membawa Vietnam ke partai puncak Piala Asia U-23.

Pelatih asal Korea Selatan itu menilai skuad The Golden Star Warriors sudah berupaya maksimal dalam mengantisipasi pertandingan semifinal melawan China, namun upaya di lapangan tidak berjalan 100 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak puas dengan tekanan dan operan-operan para pemain pada babak pertama," kata Sang Sik dikutip dari VNExpress.

Vietnam dan China bermain imbang tanpa gol pada babak pertama. China kemudian mencetak gol pembuka pada menit ke-47 melalui Peng Xiao dan lima menit berselang giliran Xiang Yuwang yang mengubah kedudukan menjadi 2-0.

Setelah tertinggal dua gol, Vietnam harus bermain dengan 10 pemain setelah Pham Ly Duc mendapat kartu merah pada menit ke-74 karena menjatuhkan lawan. China kemudian mencetak sebuah gol lagi pada masa injury time.

"Pada babak kedua kami berencana mengubah pertandingan, tetapi kekurangan orang dan kurang konsentrasi pada situasi bola mati yang membuat Vietnam tertinggal," jelas Sang Sik.

Pelatih yang juga menjadi arsitek skuad Vietnam senior itu mengakui China tampil lebih baik dan pantas meraih tiket ke partai final.

Sang Sik tidak lupa memberi apresiasi kepada Khuat Van Khang dan kawan-kawan yang sudah melangkah ke partai semifinal dan masih akan menjalani perebutan peringkat ketiga melawan Korea Selatan pada Jumat (23/1).

"Saya pikir baik saya dan pemain bisa merespons [perubahan permainan China]. Kegagalan hari ini adalah kesalahan saya sebagai pelatih," ucap Sang Sik.

"Vietnam selalu bertemu dengan tim yang punya kekuatan fisik lebih bagus. Secara individu, pemain-pemain Vietnam tidak terlalu istimewa. Tetapi ketika mereka memiliki semangat tim yang kuat dan bersatu, itu yang membuat kami bisa mencapai babak final turnamen," tukasnya.

[Gambas:Video CNN]

(nva/rhr)