Kiper PSIR Minta Maaf usai Tendang Dada Pemain Persikaba di Liga 4

CNN Indonesia
Kamis, 22 Jan 2026 07:31 WIB
Kiper PSIR Rembang, Raihan Alfariq, meminta maaf atas aksi brutal di Liga 4. (potongan layar @psir_official)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kiper PSIR Rembang Raihan Alfariq meminta maaf setelah melakukan tendangan brutal ke dada pemain Persikaba Blora, Rizal Dimas Agesta, dalam pertandingan di Liga 4, Rabu (21/1).

Duel PSIR vs Persikaba tersebut terjadi di Stadion Krida. Pertandingan itu berakhir dengan skor imbang 0-0.

Dalam laga tersebut terdapat insiden mengerikan saat Raihan mencoba menghentikan tim tamu mencetak gol. Pada video yang diunggah Persikaba melalui media sosial, tim tamu memiliki peluang gol lewat tendangan bebas.

Dimas jadi pemain yang dituju dalam proses tendangan bebas tersebut. Pada saat yang bersamaan Raihan coba mengadang.

Akan tetapi bola lebih dulu disundul pemain Persikaba lain. Raihan gagal mengamankan bola. Setelah tidak bisa menangkap bola, Raihan memilih mengangkat kaki lebih dari setinggi pinggang.

Rizal yang berada di depan Raihan tidak bisa menghindari tendangan kungfu tersebut. Usai pertandingan Persikaba mengungkapkan kondisi Rizal yang mengalami luka di dada sisi kanan dan harus mendapatkan oksigen.

Sebelum pergantian hari, PSIR mengunggah video permintaan maaf Raihan atas insiden tendangan brutal tersebut.

"Saya sebagai kiper PSIR Rembang, dalam laga melawan Persikana Blora pada hari Rabu (21/1/2026) sore tadi. Saya dalam kesadaran penuh dan atas nama pribadi saya memohon maaf atas insiden yang menimpa salah satu pemain Persikaba Blora atas nama Rizal Dimas Agesta," ujar Raihan.

"Insiden sore tadi murni akibat gerakan refleks saya tanpa ada sedikitpun niatan untuk mencederai saudara kami Rizal. Saya juga meminta maaf kepada segenap manajemen dan ofisial Persikaba Blora atas Insiden sore tadi. Begitu pula saya juga meminta maaf kepada manajemen dan ofisial PSIR Rembang."

Insiden mengerikan kembali terjadi pada kasta bawah Liga Indonesia, Liga 4. Setelah tendangan kungfu, tinju lawan, dan tekel saat hendak selebrasi, kini tendangan brutal kembali terjadi.

Ironisnya, kejadian-kejadian mengenaskan tersebut terjadi hanya kurang dari satu bulan. Hukuman larangan beraktivitas dalam lingkungan sepak bola untuk Muhammad Hilmi Gimnastiar dari Putra Jaya Pasuruan dan Dwi Pilihanto dari KAFI FC tidak membuat pemain Liga 4 lain jera.

(sry/nva)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK