Keuntungan MU Ditinggal Casemiro di Akhir Musim
Manchester United telah mengumumkan akan berpisah dengan gelandang asal Brasil, Casemiro pada akhir musim ini.
Keputusan ini menandai berakhirnya era empat tahun pemain Brasil itu bersama klub berjuluk Setan Merah. Dalam rentang waktu itu diwarnai perubahan manajerial, raihan trofi, dan juga tantangan dari segi penampilan di lini tengah MU.
Secara strategis, keputusan klub untuk tidak memperpanjang kontrak Casemiro bisa menjadi keuntungan penting dalam perombakan skuad yang sedang diupayakan manajemen.
Gaji sang pemain dilaporkan sangat tinggi sekitar 350 ribu poundsterling atau setara Rp7,9 miliar per minggu. Kepergian Casemiro di akhir musim memberi MU ruang finansial lebih besar untuk mendatangkan gelandang tengah yang lebih muda dan sesuai kebutuhan taktik jangka panjang.
Kepergian Casemiro juga membuka peluang bagi talenta muda dan pemain yang sedang dikembangkan untuk mengambil peran lebih besar di lini tengah. Hal ini penting karena saat ini United tengah fokus membangun skuad kompetitif untuk masa depan, termasuk target kembali ke Liga Champions.
Pengeluaran besar di pasar transfer untuk pemain senior yang berstatus tinggi kini dapat dialihkan untuk merekrut bakat baru yang lebih sesuai dalam sistem permainan modern.
Meski demikian, pengalaman Casemiro tetap menjadi aset berharga. Selama empat musimnya di Old Trafford, pemain berusia 33 tahun itu mencatat 146 penampilan, 13 assist dan 21 gol, serta ikut membantu United meraih Piala Liga 2023 dan Piala FA 2024.
Adapun bagi Casemiro, pergi dari MU di usia 33 tahun bisa jadi langkah tepat untuk mengejar tantangan baru di level klub atau kompetisi lain sambil tetap fokus pada kiprahnya bersama tim nasional Brasil, termasuk peluang tampil di Piala Dunia 2026. Keputusan ini dianggap memberi keuntungan baik bagi klub maupun sang pemain dalam fase transisi karier masing-masing.
(jal/jal)