Piala Asia U-23: Kim Sang Sik Emosional usai Vietnam Kalahkan Korea

CNN Indonesia
Sabtu, 24 Jan 2026 05:30 WIB
Kim Sang Sik puji mentalitas pemain Vietnam U-23. (Dok. AFC)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih Kim Sang Sik terlihat emosional setelah timnas Vietnam meraih peringkat ketiga Piala Asia U-23 2026 usai mengalahkan Korea Selatan melalui adu penalti, Jumat (23/1).

Dalam pertandingan di Stadion King Abdullah Sports City, Vietnam U-23 menang adu penalti 7-6 (2-2) atas Korea Selatan.

Kemenangan itu membuat Kim Sang Sik emosional usai pertandingan. Pasalnya, Vietnam U-23 dinilai menunjukkan kerja keras luar biasa dalam laga itu.

Sempat unggul 2-1, The Golden Stars Warriors harus bermain dengan 10 orang pada menit ke-86 setelah Nguyen Din Baca dikartu merah akibat melanggar Lee Chan Ouk pada menit ke-86.

Kekurangan pemain itu membuat Vietnam kebobolan pada detik-detik akhir laga. Meski bermain dengan 10 orang, Vietnam menahan gempuran Korea Selatan pada babak tambahan, sebelum akhirnya menang lewat adu penalti.

"Ini adalah pertandingan yang sangat sulit. Saya ingin berterima kasih kepada seluruh tim Vietnam U-23 dan staf pelatih atas kerja keras mereka. Kami harus bermain dengan 10 pemain tetapi tetap berhasil menang. Itu fantastis dan saya sangat bersyukur. Saya juga ingin berterima kasih kepada para penggemar yang datang ke stadion dan menonton di televisi," ujar Kim Sang Sik dikutip dari TheThao247.

"Secara khusus, saya ingin berterima kasih kepada (Nguyen) Hieu Minh, yang sayangnya mengalami cedera. Terima kasih kepada semua pemain karena telah memberikan yang terbaik. Tim Vietnam U-23 telah memberi saya begitu banyak emosi," ucap Kim Sang Sik menambahkan.

Pelatih asal Korea Selatan itu yakin pengalaman di peringkat ketiga Piala Asia U-23 2026 menjadi pengalaman penting bagi Vietnam U-23.

"Baik tim Vietnam maupun Korea Selatan sangat lelah secara fisik dan mental. Meskipun demikian, para pemain tetap berjuang dengan segenap tekad mereka," tutur Kim Sang Sik.

"Meskipun bermain dengan sepuluh pemain, para pemain kami tetap gigih, mempertahankan skor, memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu dan kemudian adu penalti. Saya percaya bahwa pengalaman seperti ini akan membantu para pemain menjadi lebih dewasa dan terus berkembang di masa depan."

(sry/sry)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK