Prabowo Minta Saran ke Zidane untuk Majukan Sepak Bola Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane dan meminta saran untuk memajukan sepak bola Indonesia.
Prabowo bertemu dengan Zidane selama 45 menit ketika berlangsungnya World Economic Forum di Davos, Swiss, Kamis (22/1). Topik perbincangan itu diutarakan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram Setkab, Minggu (25/1).
"Dalam pertemuan sekitar 45 menit itu, Presiden Prabowo menyampaikan keinginan besarnya untuk terus memajukan sepak bola Tanah air dan Tim Nasional," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memaparkan rencana agar ke depan setiap sekolah baru memiliki lapangan sepak bola.
Fasilitas tersebut dirancang tidak hanya untuk kegiatan siswa sekolah, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh anak-anak di lingkungan sekitar sebagai sarana berlatih.
Selain menyampaikan gagasan pengembangan infrastruktur, Prabowo turut meminta masukan dan pandangan dari Zidane terkait perkembangan dan pembinaan sepak bola nasional agar dapat tumbuh lebih baik.
"Serta rencananya agar setiap sekolah baru harus memiliki lapangan sepak bola yang dapat digunakan berlatih siswa sekolah dan anak-anak di sekitar sekolah tersebut."
"Presiden Prabowo juga meminta masukan dan saran sang maestro Zidane terhadap perkembangan sepak bola nasional," ucap Teddy menambahkan.
Zidane adalah legenda sepak bola era 90-an dan 2000-an. Ia mengantar Prancis juara Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Di final Piala Dunia 1998, Zidane mencetak dua gol di babak final saat Prancis mengalahkan Brasil dengan skor 3-0.
Selain di tim nasional, Zidane juga mengkilap di level klub. Usai mencuri perhatian bersama Bordeaux, Zidane tampil menjelma sebagai pemain kelas dunia di Juventus. Zidane lalu memecahkan rekor pemain termahal dunia saat dibeli oleh Real Madrid.
Setelah pensiun sebagai pemain, Zidane juga menuai sukses sebagai pelatih. Ia berhasil mengantar Real Madrid mencatat hattrick gelar Liga Champions, sesuatu yang belum pernah bisa dicapai klub manapun di era Liga Champions.
(jal/jal)