Indonesia Masters 2026 Jadi Pemanasan Panitia untuk Indonesia Open
Ketua Panitia Penyelenggara Indonesia Masters 2026, Achmad Budiharto menyebut pihaknya menjadikan turnamen yang dipimpinnya sebagai pemanasan menuju Indonesia Open 2026.
Ajang Indonesia Open 2026 dijadwalkan bergulir pada 2-7 Juni. Budi menyampaikan, penyelenggaraan turnamen BWF Super 1000 itu akan dibekali oleh evaluasi dari Indonesia Masters 2026.
"Indonesia Masters 2026 jadi bahan dan bekal kami untuk puncaknya nanti bulan Juni di Indonesia Open. Tugas kami ingin mengembalikan animo pecinta bulutangkis Indonesia," kata Budi dalam sesi jumpa pers di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (25/1).
Salah satu aspek yang rencananya kembali diterapkan adalah harga tiket terjangkau untuk banyak kalangan. Di Indonesia Masters 2026, panitia membanderol harga tiket dari yang paling murah senilai Rp40 ribu atau turun dua kali lipat dari tahun lalu.
"Salah satu yang utama adalah mengenai harga tiket yang sudah bisa kami sesuaikan dengan [harga] bersahabat," ujarnya.
Lebih lanjut Budi berkomitmen menjaga interaksi penonton dengan atlet tetap hangat. Pada edisi kali ini, terdapat perubahan alur pengunjung yang bisa lebih leluasa masuk ke dalam selasar Istora meski tak membayar tiket.
"Penonton dan pengunjung bisa lebih berinteraksi dengan banyak pihak. Kami juga memberi kesempatan kepada UMKM yang memberi respon spositif bahkan sudah ingin pesan tempat lagi di bulan Juni," ucapnya.
Salah satu pengunjung Istora, Cici, mengakui gerak-geriknya lebih lega di Istora. Ini karena dirinya bisa melihat langsung atlet wara-wiri di Player Lounge meski tak memiliki tiket.
"Sekarang bisa masuk sampai ke sini. Sebelumnya kan enggak bisa. Buat pengunjung lumayan jadi hiburan," kata dia kepadaCNNIndonesia.com.