Pelatih Kirgistan: Indonesia Arena Terlalu Besar, Kami Kesulitan
Pelatih Kirgizstan Djetbaev Nurjan mengaku kesulitan bermain di Indonesia Arena yang dianggapnya terlalu besar sehingga kalah dari Irak di laga perdana Grup A AFC Futsal 2026.
Drama enam gol terjadi dalam laga pembuka Grup A AFC Futsal 2026antara Irak vs Kirgizstan di Indonesia Arena, Jakarta, Selasa (27/1). Kirgizstan mengawali turnamen dengan kekalahan 2-4.
"Stadionnya terlalu besar. Kami kesulitan dengan ini. Tapi pemain kami berusaha adaptasi. Saya yakin pertandingan kedua [lawan Indonesia] akan lebih baik," ucap Nurhan usai pertandingan.
Jual beli serangan sudah terjadi sejak awal laga. Kirgizstan yang punya peringkat FIFA lebih rendah (43) dibandingkan Irak (37) justru tampil lebih percaya diri.
Sedangkan Irak cenderung bermain lebih hati-hati. Tim asuhan Joao Carlos itu memanfaatkan kesalahan lawan untuk membuka peluang.
Namun Kirgizstan bermain rapi di paruh pertama. Kepercayaan diri dalam menguasai bola termasuk saat membendung serangan membuat Irak sempat kesulitan.
Kirgizstan bahkan sempat mencetak gol pembuka lebih dulu lewat Donierbek Amanbaev di menit kesatu.
Namun Irak mampu membalas ketinggalan hingga menutup paruh pertama dengan skor 2-1 lewat gol Salim Faisal dan
Tareq Zeyad.
Di paruh kedua, Irak tak mengendurkan tempo permainan. Namun, Kirgizstan bisa menyamakan skor menjadi 2-2 lewat gol Kairat Kubanychov di menit ke-26. Tapi Irak bisa kembali memimpin menjadi 3-2 di menit ke-29 lewat gol Salim Faisal.
Skor 3-2 sempat bertahan dalam waktu cukup lama. Kirgizstan berupaya memecah kebuntuan dengan menerapkan power play. Namun ini justru menuai petaka.
Irak mencetak gol penutup setelah pemain Kirgizstan melakukan kesalahan fatal.Gol dicetak Mohanad Abdulhadi di menit ke-40. Skor 4-2 bertahan hingga peluit panjang.
"Kami ingin mengubah beberapa pola. Setelah pertandingan ini, kami menuai banyak pengalaman. Kami belajar dari kesalahan dan kami akan membetulkan," ucap Nurjan mengevaluasi.
(ikw/ikw/rhr)