Kemenpora 'Investasi' Rp10 M ke PBSI demi Emas Olimpiade 2028
Kementerian Pemuda dan Olahraga melakukan serah terima alat-alat kebugaran dan sport science seharga Rp10,36 miliar ke PBSI.
Ketua Umum PBSI Mohammad Fadil Imran dan Sekretaris Kemenpora Gunawan Suswantoro sepakat investasi tersebut bertujuan menunjang cabang olahraga badminton berprestasi di Olimpiade 2028 sekaligus bisa mengembalikan tradisi emas pada pesta olahraga dunia tersebut.
Terlebih bulu tangkis merupakan salah satu cabang olahraga prioritas yang telah ditetapkan pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah konsisten memberi dukungan kepada PBSi dan cabor-cabor prioritas lainnya. PBSI ini sangat potensial mencapai Olimpiade. Kami konsisten memberi bantuan sarana dan prasarana," kata Gunawan dalam acara serah terima alat-alat kebugaran dan sport science di Gedung Pemusatan Latihan Nasional PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (28/1) pagi.
"Peralatan gymnasium yang diberi kepada PBSI kami harap bisa maksimal digunakan untuk para atlet dan pengurus yang ada di PBSI. Pesan Pak Menteri dan Pak Presiden adalah 2028 kita harus berprestasi dengan mencapai emas. Itu harapan pak Menteri," ucapnya melanjutkan.
Fadil pun menyambut dukungan pemerintah dan bakal mengoptimalkan alat-alat tersebut untuk jangka panjang.
"Kemenpora memberi bantuan senilai Rp7,96 miliar untuk alat-alat gym seperti dumbell, sepeda, dan alat-alat olahraga penunjang lainnya. Kemenpora memberi bantuan senilai Rp2,4 miliar catapult dan cardio untuk memungkinkan pemantauan atlet berbasis data sport sciences," ujar Fadil.
"Ini untuk pembinaan jangka panjang bagi atlet. Kami ingin melakukan pendekatan sport sciences, seluruh alat bantuan ini akan kami kelola sesuai dengan keperluan yang berlaku. Setiap dukungan yang diberi negara benar2 untuk kualitas dan daya saing indonesia," tegasnya.
Badminton merupakan cabang olahraga andalan Indonesia di Olimpiade dan selalu menghasilkan medali sejak 1992, namun sejak emas Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pada Olimpiade 2016 belum ada lagi persembahan emas dari cabor tepuk bulu.
Pada Olimpiade 2020 dan 2024, bulu tangkis menyumbang masing-masing satu perunggu melalui Anthony Sinisuka Ginting dan Gregoria Mariska Tunjung.
"Kami memandang PBSI sebagai fondasi penting yaitu tradisi dan prestasi bulutangkis Indonesia yang mampu berprestasi secara keberlanjutan termasuk Olimpiade Los Angeles 2028," kata Fadil.
(nva/jal)