Resmi: Anggota Exco FAM Malaysia Mundur Berjamaah Buntut Sanksi FIFA

CNN Indonesia
Rabu, 28 Jan 2026 12:47 WIB
Anggota Exco FAM mundur berjamaah buntut sanksi FIFA. (Dok. FAM)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) resmi mengumumkan bahwa seluruh Anggota Komite Eksekutif (Exco) periode 2025-2029 mengundurkan diri dari jabatan mereka.

Keputusan Exco FAM mundur berjamaah tersebut diambil secara bulat. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan tanggung jawab organisasi, tanpa kepentingan atau posisi pribadi.

"Ini adalah langkah bijaksana yang diambil mengingat situasi terkni yang telah menarik perhatian publik," bunyi pernyataan resmi FAM, Rabu (28/1).

"Exco mengambil tanggung jawab kolektif dan bertindak dengan cara yang melindungi integritas FAM."

Keputusan mundur seluruh Exco FAM ini diharapkan bisa memberi ruang bagi FIFA dan AFC untuk memeriksa dan menangani hal-hal yang berkaitan dengan tata kelola dan administrasi FAM.

Sebelumnya dilaporkan keputusan mundur bersama ini disepakati Exco FAM dalam rapat pada awal Januari 2026. Alasannya, 13 anggota Exco FAM mempertimbangkan sanksi pembekuan dari FIFA.

Ini berkaitan dengan hukuman larangan bermain yang dijatuhkan oleh FIFA karena pelanggaran berupa pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi. FAM juga kena saksi berupa denda dan pengurangan poin dalam laga uji coba FIFA Matchday yang telah dilakoni.

Namun begitu, tujuh pemain naturalisasi yang diskorsing satu tahun itu dapat penangguhan hukuman oleh FIFA. FAM mengonfirmasi bahwa Court of Arbitration (CAS) telah mengabulkan permohonan penangguhan hukuman kepada tujuh pemain naturalisasi tersebut terkait kasus dugaan pemalsuan identitas untuk dinaturalisasi.

"Keputusan ini berarti sanksi larangan 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola yang dijatuhkan FIFA kepada tujuh pemain Harimau Malaya tersebut ditangguhkan untuk sementara," tulis FAM dalam pernyataan resminya.

"Mereka diizinkan untuk melanjutkan karier mereka dan terlibat dalam aktivitas terkait sepak bola apa pun sampai keputusan akhir atas banding di CAS ditetapkan," lanjut pernyataan tersebut.

(jal/jal)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK