Eks Sekjen FAM Harap Exco Mundur Massal Bukan Sandiwara
Mantan Sekretaris Jenderal FAM Datuk Seri Azzuddin Ahmad berharap aksi mundur massal anggota Exco FAM bukan sekadar sandiwara.
"FAM perlu mengatur ulang 100 persen dengan kepemimpinan baru yang lebih muda, dinamis, transparan, dan yang bekerja dengan tulus untuk sepak bola Malaysia," kata Azzuddin dikutip BHarian.
"Jika tidak ada perubahan, masa depan sepak bola nasional kita suram. Jadi, saya harap pengunduran diri massal ini dilakukan dengan tulus, bukan sekadar sandiwara," ujar Azzuddin menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FAM sedang menghadapi krisis setelah FIFA menjatuhkan hukuman terkait skandal dokumen palsu tujuh pemain naturalisasi timnas Malaysia.
Ketujuh pemain tersebut, yaitu Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Manchuca, Jodo Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel, terbukti melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA.
Investigasi FIFA menemukan FAM telah memalsukan dokumen kelahiran para pemain tersebut. Sejumlah hukuman pun diberikan kepada FAM termasuk larangan beraktivitas sepak bola di semua ajang selama 12 bulan.
Seluruh anggota Exco FAM memutuskan mundur sebagai bentuk tanggung jawab terhadap sanksi FIFA.
Senin lalu, CAS telah mengabulkan permohonan penangguhan eksekusi yang diajukan oleh tujuh pemain naturalisasi yang terlibat.
Meski demikian, Azzuddin mempertanyakan penunjukan Datuk Noor Azman Rahman sebagai Sekjen FAM untuk menjalankan operasional harian federasi sepak bola Malaysia.
"Saya ingat dengan jelas apa yang terjadi, terbukti bahwa kemampuan dan wewenangnya dipertanyakan," cetus Azzuddin.
(jun/jun/nva)