Pape Thiaw dan Hakimi Resmi Diskors Buntut Insiden Final Piala Afrika
Pelatih Senegal Pape Thiaw dan kapten Maroko Achraf Hakimi mendapatkan sanksi skorsing buntut keributan di final Piala Afrika 2025.
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) resmi menjatuhkan sanksi skorsing kepada Pape Thiaw dan Achraf Hakimi serta denda kepada federasi sepak bola Senegal dan Maroko.
Keputusan tersebut diambil menyusul insiden yang terjadi di final Piala Afrika di di Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Maroko, Senin (19/1) dini hari WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senegal juara Piala Afrika 2025 setelah mengalahkan tuan rumah Maroko 1-0 dalam babak tambahan pada laga final Gol semata wayang Senegal itu dicetak Pape Gueye pada menit ke-94.
Laga final itu sempat diwarnai mogok pemain Senegal menjelang babak kedua berakhir. Pape Thiaw jadi salah satu pemicu pemain Senegal menolak bermain kembali.
"Pape Thiaw, pelatih timnas Senegal, diskors selama (5) pertandingan resmi CAF karena perilaku tidak sportifnya yang melanggar prinsip-prinsip Kode Disiplin CAF tentang permainan yang adil dan integritas serta mencoreng nama baik sepak bola, dan juga didenda 100.000 dolar AS," demikian sebagian isi pernyataan CAF.
Dengan demikian Thiaw dipastikan absen mendampingi Senegal di Kualifikasi Piala Afrika mendatang. Namun, ia bisa kembali memimpin pasukan Singa Teranga di Piala Dunia 2026.
Selain itu, CAF juga menjatuhkan sanksi kepada dua pemain Senegal, Ilman Ndiaye dan Ismaila Sarr, selama dua pertandingan akibat tindakan tidak sportif terhadap wasit.
Sementara Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) didenda 300.000 dolar AS imbas perilaku tidak terpuji dari suporter mereka.
Adapun Hakimi akan menjalani larangan bermain di dua pertandingan karena perbuatan tidak sportif di lapangan.
Pape Thiaw disanksi dua pertandingan buntut keributan final Piala Afrika 2025. (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh) |
Pemain Maroko lainnya yang terkena hukuman CAF adalah Ismael Saibari, yang akan menjalani larangan bermain tiga pertandingan serta denda 100.000 dolar AS.
Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) juga tak lepas dari denda 200.000 dolar AS karena sikap tak terpuji para ball boy di laga final. CAF juga menambahkan denda 100.000 dolar AS atas aksi tak terpuji para pemain dan staf Maroko, yang sempat menyerbu area VAR.
Komite Disiplin CAF juga menolak protes FRMF terhadap FSF yang dituding melakukan pelanggaran Pasal 82 dan 84 peraturan AFCON di partai final. CAF secara resmi menegaskan status Senegal sebagai juara Piala Afrika 2025 tak bisa diganggu gugat.
(jun/jun/sry)
Pape Thiaw disanksi dua pertandingan buntut keributan final Piala Afrika 2025. (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)