Meski Cedera, Marc Marquez Tetap Berbahaya
Pedro Acosta mengeluarkan peringatan tegas kepada para pembalap agar tetap mewaspadai Marc Marquez yang sulit dikalahkan meski sedang cedera.
Marquez, juara bertahan MotoGP, menunjukkan dominasi luar biasa sepanjang musim 2025. Ia meraih 11 kemenangan Grand Prix dan 14 kemenangan Sprint, yang mengantar dirinya meraih gelar dunia ketujuh di kelas premier. Sebuah prestasi yang makin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu pembalap terbesar era modern.
Musim 2025 tidak berjalan mulus sampai akhir bagi Marquez. Hanya seminggu setelah memastikan gelar juara dunia di Jepang, pembalap tertua di MotoGP 2026 itu mengalami cedera kompleks pada bahu akibat kecelakaan di MotoGP Mandalika, yang memaksa dirinya absen dari beberapa seri terakhir musim lalu dan memunculkan tanda tanya atas kebugarannya menjelang musim 2026.
Pemulihan Marquez dilaporkan berjalan baik dan ia diperkirakan dapat mengikuti serangkaian tes pramusim, termasuk Sepang Test di Malaysia.
Acosta, yang tampil kuat bersama KTM, tidak meremehkan kemampuan Marquez meski sang juara masih dalam proses pemulihan.
"Dia mungkin tidak menginginkannya, tetapi dia adalah pembalap yang seharusnya memiliki angka satu di fairing," ujar Acosta setelah peluncuran tim KTM untuk 2026 yang dilansir dari Crash.
Menurutnya, pencapaian Marquez yang mampu kembali merebut tahta dunia setelah berjuang melawan cedera berat adalah bukti bahwa kemampuan dan mentalitasnya tetap berada di puncak.
"Tentu saja bahkan dengan cedera yang dialaminya, dia akan tetap menjadi lawan yang sulit dikalahkan," tambah Acosta.
Acosta juga menegaskan bahwa selain Marquez, ada sejumlah nama lain yang juga berpotensi menantang gelar, termasuk Marco Bezzecchi, Alex Marquez, dan Francesco Bagnaia. Namun ia tetap yakin bahwa Marquez akan menjadi pembalap kunci yang harus diwaspadai semua rival tahun ini.
(nva)