Playoff Liga Champions: Madrid yang Retak Jumpa Mourinho

CNN Indonesia
Jumat, 30 Jan 2026 18:58 WIB
Real Madrid berjumpa Benfica di playoff Liga Champions. Laga ini bakal sulit bagi Los Blancos bila melihat kondisi tim dan lawan yang dipimpin Jose Mourinho.
Jose Mourinho punya karisma yang bisa mengangkat timnya percaya diri menghadapi tim kuat di ajang Liga Champions. (REUTERS/Pedro Rocha)
Jakarta, CNN Indonesia --

Real Madrid dipastikan berjumpa Benfica di playoff Liga Champions. Laga ini bakal sulit bagi Los Blancos bila melihat kondisi tim dan lawan yang bakal dikomandoi oleh Jose Mourinho.

Benfica memang hanya ada di posisi ke-24 alias batas terakhir tim lolos ke fase knock out. Namun Benfica menyimpan bahaya besar bagi Madrid yang finis di posisi kesembilan fase liga.

Hal itu lantaran Benfica adalah lawan yang berhasil mengalahkan Madrid di pertemuan terakhir di matchday kedelapan. Benfica menang 4-2 atas Madrid dan gol Anatoliy Trubin di masa injury time memastikan keberhasilan Benfica lolos ke fase knock out. Bila skor 3-2 bertahan, Benfica tidak lolos ke fase knock out karena kalah produktivitas gol dari Marseille.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan kemenangan di matchday kedelapan, Benfica punya modal untuk percaya diri melawan Madrid. Mereka juga bakal bertindak lebih dulu sebagai tuan rumah pada leg pertama.

Selain itu faktor Mourinho jelas jadi faktor yang berbahaya bagi Madrid. Mourinho terbukti bisa memompa semangat tim lewat karisma yang ia miliki. Benfica yang tidak meraih poin di empat matchday awal bisa dibawa Mourinho lolos lewat tiga kemenangan di empat laga terakhir.

Mourinho juga kenal karakter tim Madrid. Meski ia sudah pergi dari Madrid lebih dari satu dekade lalu, banyak yang percaya bahwa Mourinho adalah sosok yang memulai kebangkitan Los Blancos di awal dekade 2010-an.

Selain kondisi Benfica yang sedang bagus, hal lain yang mengkhawatirkan adalah kondisi internal Madrid. Los Blancos mengalami masalah musim ini sejak awal musim.

Kehadiran Xabi Alonso tidak diterima penuh oleh skuad Madrid. Ketika Alonso akhirnya dipecat, banyak pendukung Madrid yang kecewa dan menyalahkan sejumlah pemain yang dinilai jadi penyebab Alonso tak bertahan lama di Madrid.

Setelah Alonso tak lagi bertugas, Madrid justru menuai hasil buruk seperti tersingkir di ajang Copa del Rey. Ketika kalah dari Benfica, tak semua pemain Madrid memberi penghormatan dan meminta maaf pada suporter yang ikut menemani laga tandang. Hal itu kembali jadi sorotan pendukung Real Madrid.

Dengan kondisi demikian, Madrid harus menghadapi Mourinho yang piawai membangun dan memotivasi timnya. Namun yang patut diingat, Madrid adalah raja Eropa yang terbilang konsisten berprestasi dalam satu dekade terakhir meski performa mereka tak selalu bagus di kompetisi domestik.

[Gambas:Video CNN]

(ptr/sry)