Emil Audero Jadi Korban Pelemparan Flare, Cremonese Ditekuk Inter

CNN Indonesia
Senin, 02 Feb 2026 04:34 WIB
Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, menjadi korban pelemparan flare saat Cremonese menghadapi Inter Milan.
Emil Audero jadi korban pelemparan flare saat laga Cremonese vs Inter Milan. (REUTERS/MATTEO CIAMBELLI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Emil Audero menjadi korban pelemparan flare dalam laga Cremonese menjamu Inter Milan di Stadion Giovanni Zini, Senin (2/2) dini hari waktu Indonesia.

Penjaga gawang kelahiran Lombok itu seketika terjatuh ketika ada sebuah flare yang dilemparkan dari tribune ke lapangan.

Insiden terjadi pada awal babak kedua. Para pemain lain sedang menguasai bola di area tengah lapangan ketika flare atau cerawat dilempar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah Emil terjatuh pertandingan pun dihentikan dan tim medis langsung menghampiri Emil. Dilansir dari ESPN, Emil mengalami luka di kaki kanan dan sempat tidak bisa mendengar.

Emil kemudian bisa melanjutkan pertandingan dan menuntaskan laga hingga wasit meniup peluit panjang.

Kiper Timnas Indonesia itu kembali menjadi pilihan utama pelatih Davide Nicola pada laga pekan ke-23. Turun dalam laga melawan Inter, Emil berhadapan dengan kesebelasan paling produktif di Serie A yang disokong pemain tertajam saat ini Lautaro Martinez.

Gawang Emil dibobol Lautaro pada menit ke-16. Penyerang asal Argentina itu memanfaatkan sepak pojok Federico Dimarco. Mencari posisi tepat, memenangi duel udara, mengarahkan bola ke gawang, dan Lautaro membawa Inter memimpin 1-0.

Inter kemudian mencetak gol kedua pada menit ke-31. Sebuah tendangan kencang dari Piotr Zielinski dari luar kotak penalti tidak dapat diantisipasi dengan baik oleh Emil. Mantan kiper Inter itu sudah terbang, namun bola tidak bisa diadang.

Setelah dua gol tersebut tidak ada lagi perubahan angka di papan skor hingga laga bubar.

Nerazzurri yang menguasai bola hingga 69 persen melepaskan 15 tembakan, namun hanya ada empat yang mengarah ke gawang. Emil mencatatkan dua penyelamatan dalam laga melawan mantan klubnya tersebut.

Dengan tiga poin di kandang Cremonese, Inter kini mengoleksi 55 poin dan mantap ada di puncak klasemen. Anak asuh Christian Chivu unggul delapan poin atas AC Milan yang menempati peringkat kedua.

Sementara Cremonese ada di peringkat ke-15 dengan 23 poin. La Cremo hanya berjarak enam poin dan tiga peringkat dari zona degradasi.

[Gambas:Video CNN]

(nva/nva)