Ukraina Kecam Presiden FIFA yang Ingin Cabut Sanksi Rusia

CNN Indonesia
Rabu, 04 Feb 2026 03:10 WIB
Menteri Olahraga Ukraina Matvii Bidnyi mengecam dukungan Presiden FIFA Gianni Infantino untuk mencabut hukuman Rusia.
Ilustrasi timnas Rusia. (AFP/NHAC NGUYEN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Olahraga Ukraina Matvii Bidnyi mengecam dukungan Presiden FIFA Gianni Infantino untuk mencabut hukuman Rusia.

Serangan Rusia kepada Ukraina pada 2022 membuat federasi dan tim nasional sepak bola negara itu dihukum dari kompetisi resmi. Meski begitu, timnas Rusia masih bisa bertanding dengan timnas negara lain.

Setelah hampir empat tahun, Infantino menyebut hukuman kepada Rusia sudah seharusnya dicabut. Akan tetapi, rencana Infantino itu dikecam Ukraina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Olahraga Ukraina Matvii Bidnyi menyebut sikap Infantino kekanak-kanakan. Pasalnya, serangan Rusia membuat lebih dari 100 pesepakbola dan lebih dari 550 atlet serta pelatih Ukraina tewas.

"Kata-kata Gianni Infantino terdengar tidak bertanggung jawab, bahkan kekanak-kanakan," kata Bidnyi kepada Sky News dikutip dari Independent.

"Kata-katanya memisahkan sepak bola dari kenyataan di mana anak-anak dibunuh," ucap Bidnyi menambahkan.

Menurut Bidnyi, Rusia memopolitisasi olahraga. Karena itu Ukrainan memberikan peringatan tentang rencana kembalinya Rusia ke kompetisi internasional.

"Perang adalah kejahatan, bukan politik. Rusia-lah yang mempolitisasi olahraga dan menggunakannya untuk membenarkan agresi. Saya sependapat dengan Asosiasi Sepak Bola Ukraina, yang juga memperingatkan terhadap kembalinya Rusia ke kompetisi internasional."

"Selama Rusia terus membunuh warga Ukraina dan mempolitisasi olahraga, bendera dan simbol nasional mereka tidak memiliki tempat di antara orang-orang yang menghormati nilai-nilai seperti keadilan, integritas, dan permainan yang adil," ujar Bidnyi.

Selain rencana mengembalikan Rusia ke kompetisi internasional, kontroversi lain yang ditimbulkan Gianni Infantino adalah pemberian penghargaan perdamaian FIFA kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Desember lalu.

[Gambas:Video CNN]

(sry/jun)