Brian Ick Soal Pertandingan Lawan Iran: Tidak Ada yang Spesial
Wendy Brian Ick yang menjadi salah satu andalan Timnas Futsal Indonesia menyatakan tidak ada hal spesial yang dilakukan para pemain untuk menghadapi Iran pada final AFC Futsal 2026.
Dalam konferensi pers jelang laga final, Brian menjelaskan para pemain melakukan hal yang sewajarnya dilakukan atlet saat menghadapi Iran.
"Saya sebagai pemain dan teman-teman sudah menyiapkan diri untuk bisa maksimal. Itu saja," ucap Brian mengawali sesi jumpa media, Jumat (6/2) siang.
"Tidak ada yang spesial, pemain hanya jalankan yang diperintahkan coach Hector [Souto]," kata pemain asal Maybrat, Papua Barat Daya, ketika ditanya soal pelajaran dari laga melawan Jepang untuk menghadapi final.
Brian kemudian menyatakan sang pelatih merupakan sosok spesial yang punya banyak hal untuk diceritakan. Dua hal yang disorot pemain 26 tahun itu dari Hector adalah soal detail dan kemampuan menjadi motivator.
Brian dan kawan-kawan bakal menghadapi Iran pada laga final. Lawan yang tidak kalah tangguh dan kukuh seperti Jepang. Bahkan Iran punya rekor lebih mentereng dibanding Samurai Biru, yakni menjadi juara AFC Futsal sebanyak 13 kali.
Menurut pemain yang membela klub Black Steel Manokwari, laga final menghadapi raja futsal Asia itu tidak menghadirkan tekanan.
"Untuk tekanan saya rasa tidak ada, kali ini pertama kali Indonesia masuk final. Saya rasa tidak ada tekanan sama sekali," ujarnya.
Seperti dituturkan Brian, Indonesia belum punya pengalamam berlaga di final Piala Asia Futsal. Prestasi terbaik Indonesia sebelumnya adalah menembus perempat final pada edisi 2022.
Brian merupakan salah satu pemain yang ikut berlaga di AFC Futsal 2022 dan kembali menjadi pilar pada edisi tahun ini.
Pada empat tahun lalu, Brian pun merasakan kekalahan lima gol tanpa balas saat menghadapi Iran dalam laga fase grup.
(ikw/nva)