Alasan Nova Pimpin Timnas Indonesia U-17 vs China, Bukan Kurniawan

CNN Indonesia
Jumat, 06 Feb 2026 23:50 WIB
Nova Arianto masih memimpin Timnas U-17 Indonesia dalam dua laga persahabatan melawan China sebelum diserahkan kepada Kurniawan Dwi Yulianto.
Nova Arianto ungkap alasan masih pimpin Timnas Indonesia U-17, bukan Kurniawan Dwi Yulianto. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nova Arianto mengungkapkan alasannya masih memimpin Timnas Indonesia U-17 di dua laga persahabatan melawan China sebelum diserahkan sepenuhnya kepada Kurniawan Dwi Yulianto.

"Kenapa saya di sini? Sekali lagi, saya diberikan tanggung jawab oleh PSSI untuk mengawal mereka melawan China. Termasuk bagaimana nanti melakukan transisi yang baik dengan coach Kurniawan," kata dia.

Timnas Indonesia U-17 dijadwalkan melawan China U-17 pada dua laga uji coba di Stadion Indomilk Arena, Tangerang. Pertandingan akan digelar pada Minggu (8/2) dan Rabu (11/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nova adalah pelatih yang berhasil membawa Indonesia bermain di Piala Dunia U-17 2025 Qatar, setelah sebelumnya sukses menembus perempat final Piala Asia U-17 2025 di Arab Saudi.

Di Piala Dunia U-17 2025, perjalanan Indonesia berakhir di posisi ketiga Grup H. Mereka mengoleksi tiga poin berkat kemenangan 2-1 melawan Honduras.

PSSI sebenarnya sudah mempromosikan Nova Arianto sebagai pelatih Timnas Indonesia U-20 sejak November 2025. Akan tetapi Nova masih dilibatkan memimpin Timnas U-17 di dua laga uji coba.

Nova diharapkan bisa memberikan hasil evaluasi di dua laga uji coba melawan China sebelum tongkat estafet pelatih diserahkan kepada Kurniawan Dwi Yulianto.

Nova berharap lolos ke Piala Dunia menjadi tradisi untuk Timnas Indonesia U-17 setelah turnamen sepak bola level dunia itu dimainkan rutin setiap tahun.

"Karena sekali lagi ini menjadi program kita, PSSI melakukan program ini semenjak setelah kita lolos ke Piala Dunia. Dan harapan dari bapak Ketua Umum (Erick Thohir) kita bisa lolos ke Piala Dunia menjadi sebuah tradisi," ujar Nova.

[Gambas:Video CNN]

(jun)