Kans Persija Juara Liga Makin Kritis, Catatan Sejarah Jadi Alarm

CNN Indonesia
Selasa, 10 Feb 2026 10:55 WIB
Persija Jakarta terancam kehilangan gelar juara Super League 2025/2026 setelah kalah dari Arema FC. Peluang juara semakin menipis usai lima kekalahan.
Peluang Persija meraih gelar juara liga makin kritis setelah kalah dari Arema FC. (CNN Indonesia/Mundri Winanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Persija Jakarta semakin berada di zona kritis menuju gelar juara Super League 2025/2026 usai kalah dari Arema FC, Minggu (8/2).

Setelah kekalahan 0-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno tersebut Persija telah lima kali kalah. Jika berkaca dari edisi-edisi sebelumnya, peluang Persija juara kian menipis.

Sejak Liga 1 2017 atau ketika sepak bola Indonesia reinkarnasi setelah lepas dari pembekuan FIFA, tim juara liga kian didominasi oleh tim yang jumlah kekalahannya paling minim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Persib misalnya, juara musim 2024/2025 hanya dengan tiga kali kalah. Musim sebelumnya, Persib hanya empat kali kalah pada fase reguler dan tak terkalahkan di fase championship.

PSM Makassar pun demikian. Juku Eja, julukan PSM, juara liga musim 2022/2023 dengan catatan hanya tiga kali kalah dalam semusim. Adapun pada musim 2021/2022 Bali United hanya kalah lima kali.

Jika mengacu empat musim kompetisi dalam format lintas tahun, Persija dalam posisi sangat kritis. Sekali lagi kalah dalam sisa 14 pertandingan musim ini, gelar juara akan melayang.

Namun, jika berkaca dari tiga musim sebelumnya, 2019, 2018, dan 2017, kans juara Persija masih terbuka. Pasalnya, jumlah kekalahan tim juara pada tiga musim ini lebih banyak.

Bali United, yang juara musim 2019, kalah delapan kali dalam semusim. Ini sama dengan torehan Macan Kemayoran, julukan Persija, saat menjadi kampiun pada musim 2018.

Dan, kalau berkaca dari edisi perdana Liga 1, 2017, Bhayangkara meraih gelar juara meski kalah 10 kali dalam semusim. Namun, jumlah imbang Bhayangkara paling minim.

Pada musim tersebut The Guardian, julukan Bhayangkara, hanya imbang dua kali dalam semusim. Sisanya menang. Ini yang membuat poin tim asuhan Simon McMenemy tertinggi.

Berkaca dari tujuh musim kompetisi di atas, tidak termasuk musim 2020 yang tak rampung, apakah kans Persija masih terbuka? Secara matematika masih ada, tetapi sudah kritis.

Persija tak boleh lagi tersandung dalam sisa musim ini, sebab rival-rival utama, yakni Persib dan Borneo FC, konsisten di jalur kemenangan. Perihal ini, Mauricio Souza tetap optimistis.

"Terkait selisih enam poin dengan [Persib] Bandung, kami hanya fokus pada diri sendiri. Laga ini memang sangat penting karena tim di atas kami menang. Kompetisi masih panjang," kata Souza.

Rekor Kekalahan Juara Liga Indonesia

2024/2025: Persib (3 kali)
2023/2024: Persib (4 kali)
2022/2023: PSM (3 kali)
2021/2022: Bali United (5 kali)
2020: (tidak selesai)
2019: Bali United (8 kali)
2018: Persija (8 kali)
2017: Bhayangkara (10 kali)

[Gambas:Video CNN]

(abs/sry)