Potensi Denmark Boikot Piala Dunia 2026 dan Ilusi Para Politisi

CNN Indonesia
Rabu, 11 Feb 2026 11:49 WIB
Isu bahwa Denmark akan memboikot Piala Dunia 2026 diyakini hanya ilusi politisi. (Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah negara, yang terbaru Denmark, disebut-sebut akan memboikot Piala Dunia 2026 karena ulah Donald Trump, Presiden Amerika Serikat (AS).

Piala Dunia 2026 akan berlangsung di tiga negara, yakni Meksiko, Kanada, dan AS. Tidak seperti Kanada dan Meksiko, AS membuat sejumlah kebijakan menjelang pesta sepak bola sejagad itu.

Salah satunya, suporter sejumlah negara tak diizinkan masuk wilayah AS karena larangan Trump. Beberapa negara tersebut di antaranya Brasil, Maroko, Kolombia, Uruguay, Senegal, Ghana, Iran, dan Mesir. 

Trump juga hendak mencaplok Greenland yang adalah pulau kekuasaan Denmark. Hal ini membuat pemimpin-pemimpin negara Eropa marah atas inisiatif orang nomor satu AS tersebut.

Sampai-sampai anggota parlemen Denmark, yang namanya tidak disebutkan, mengancam akan melarang tim nasional Denmark berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026.

Disebutkan, perihal ini akan dibahas dalam parlemen Denmark. Namun, tidak ada sumber pasti kapan pembahasan tersebut akan terjadi. Sejauh ini perihal ini baru berupa wacana belaka.

Tindakan Trump yang doyan mengancam negara-negara tidak patuh dengan kebijakan AS berupa tarif impor tinggi, juga bikin jengah. Hal ini disebut memicu sentimen tinggi.

Politisi Jerman, seperti Roderich Kiesewetter dari Partai Demokrat Kristen Kanselir Friedrich Merz, siap mengambil sikap jika AS, dalam hal ini Trump, membuat perang dagang ke Jerman.

"Jika Trump ... memulai perang dagang dengan Uni Eropa, sulit bagi saya untuk membayangkan negara-negara Eropa berpartisipasi dalam Piala Dunia," kata Kiesewetter dilansir Deutsche Welle.

Sepanjang searah Piala Dunia, yang akan memasuki usia satu abad pada edisi 2030, hanya ada sembilan negara yang berani memboikot putaran final Piala Dunia.

Uruguay adalah negara pertama yang melakukan boikot. Itu terjadi pada edisi 1934. Selanjutnya ada Inggris, Skotlandia, Wales, Irlandia, Argentina, India, Turki, dan Uni Soviet.

Sejak Uni Soviet memboikot Piala Dunia 1974, hingga 2022, tidak ada lagi negara yang memboikot. Dan, sejauh ini, boikot Piala Dunia selalu karena politik dan bukan urusan sepak bola.

Karena itu media massa AS percaya diri tidak akan ada boikot di Piala Dunia 2026. Wacana boikot boleh saja menguat, tetapi pada kenyataannya hanya buah bibir saja.

Alan Rothenberg, ketua pelaksana Piala Dunia 1994 (AS), meyakini tidak ada boikot di Piala Dunia 2026. Pemerintah AS memang membuat berang dengan kebijakannya, tetapi sepak bola urusan berbeda.

"Protes-protes tersebut [pelaksanaan Piala Dunia] sebagian besar dikoordinasikan oleh para politisi, bukan atlet atau federasi mereka," tulis Los Angeles Times dalam analisisnya.

"Tidak ada boikot Piala Dunia yang bisa berhasil tanpa koalisi serupa, dan itu sepertinya tidak akan terjadi. Namun, hal itu tidak menghentikan orang untuk terus membicarakannya."

(abs/jun)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK