Mierza Ungkap Jujur Masalah Timnas Indonesia U-17 Jeblok Lawan China
Mierza Firjatullah, salah satu pemain Timnas Indonesia U-17, menyebut chemistry adalah salah satu masalah utama saat kalah dari China.
Hal tersebut, kata Mierza, yang membuat Indonesia U-17 kalah 0-7 pada pertandingan uji coba pertama melawan China. Setelah diperbaiki, Indonesia U-17 kalah dengan skor tipis, 2-3.
Mierza adalah salah satu pemain pemain yang tersisa dari skuad jebolan Piala Dunia U-17 2025. Secara usia Mierza masih di U-17 dan terlalu jauh untuk naik ke U-20.
"Membangun chemistry, karena chemistry, kan nggak sebulan dua bulan langsung jadi begitu. Mungkin itu butuh sedikit waktu," kata Mierza di Indomilk Arena, Rabu (11/2) malam.
Chemistry adalah koneksi emosional fisik yang kuat. Dalam sepak bola, chemistry berarti mempelajari struktur, komposisi, pola, dan kebiasaan sehingga hapal di bawah sadar.
Misalnya, seorang pemain sayap tahu luar kepala bola kesukaan strikernya atau gelandang hafal di luar kepala di mana posisi rekannya sehingga nyaman mengirim umpan.
Chemistry sebagai ilmu pengetahuan lahir dari pengamatan dan repetisi atau pengulangan, sedangkan chemistry sebagai hubungan sosial ia pertautan intuisi persahabatan.
Mierza percaya, seiring berjalannya waktu, ia bisa menjalin chemistry dengan rekan-rekannya di Indonesia U-17. Ia juga akan berusaha keras mengenal baik orang-orang baru di sekitarnya.
"Pada match pertama itu yang regenerasi karena international match pertama. Saya melakukan evaluasi dan semoga, kemarin saya bilang semoga lebih baik besok, dan ini hasilnya ada progres".
"Ya, ini awal dari kami. Sebelumnya nanti kan ada Piala AFF, Piala AFC, yang semoga kita bisa masuk ke Piala Dunia lagi," ucap pemain berposisi penyerang tersebut.
(abs/jun)