Reaksi Atlet dan Pelatih Indonesia Soal Format Baru BWF Super 1000
Pelatih dan atlet pelatnas PBSI memberikan berbagai tanggapan soal format baru turnamen badminton BWF Super 1000.
Imam Tohari, pelatih tunggal putri Indonesia sudah mendengar pengumuman soal format turnamen Super 1000 menjadi 48 atlet di babak utama dengan diawali fase grup. Lalu durasi kompetisi juga lebih panjang jadi 11 hari dari yang sebelumnya enam hari.
Namun demikian, Imam menegaskan perlu mempelajari lebih detil soal format baru yang dimaksud. Sejauh ini, dirinya belum bisa memberi komentar lebih jauh.
"Jujur saya juga baru tahu tapi belum pelajari lebih dalam soal pelaksanaannya bagaimana. Memang jadi 11 hari, tapi detilnya saya belum tahu. Jadi belum bisa kasih gambaran dan komentar akan seperti apa nantinya," kata Imam di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Kamis (12/2).
Sedangkan dari sisi atlet, tunggal putra Indonesia Alwi Farhan menyebut konsep baru soal turnamen Super 1000 punya kelebihan dan kekurangan.
"Saya belum terlalu mengerti seperti apa formatnya, pastinya butuh waktu [untuk memahaminya]. Yang pasti akan lebih bosan [karena durasi 11 hari]. Tapi di satu sisi [atlet] akan lebih fit," ujar Alwi.
"Ya, plus dan minus sih. Tapi sebagai atlet harus ikut yang sudah ditetapkan. Saya berusaha maksimal saja apapun kondisinya," ia menegaskan.
Sebelumnya, BWF mengumumkan perubahan pada turnamen World Tour 2027-2030. Khusus Super 1000 ada perubahan signifikan soal format, hadiah, serta penambahan Denmark Open yang naik level ke kasta tertinggi itu.
(rhr/rhr/rhr)