Alasan PBSI Pilah-pilih Kirim Ganda Campuran Indonesia ke Turnamen

CNN Indonesia
Jumat, 13 Feb 2026 02:15 WIB
Pelatih ganda campuran Indonesia, Rionny Mainaky memilih mengirit-irit kirim atlet ke turnamen agar bisa fokus mengincar gelar juara.
Ganda campuran Indonesia Jafar/Felisha dalam sebuah pertandingan. (Arsip PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih ganda campuran Indonesia, Rionny Mainaky memilih mengirit-irit kirim atlet ke turnamen agar bisa fokus mengincar gelar juara.

Pernyataan itu diutarakan Rionny setelah ganda campuran Indonesia, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil tak ikut All England 2026. Meski secara peringkat layak ikut kejuaraan BWF Super 1000 itu, PBSI memilih tidak memberangkatkan Adnan/Indah.

Sebagai gantinya, Indonesia akan diwakili dua pasangan pada ganda campuran yakni Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk All England sudah didaftarkan sejak sebelum Thailand Masters. All England mau turunkan dua pasang dengan ranking teratas," kata Rionny di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Kamis (12/2).

"Terus [di bulan Maret] ada tiga kejuaraan [All England, Swiss Open, dan Orleans Masters]. Karena terlalu banyak, Amri/Nita sama Jafar/Felisha di All England dan Swiss. Terus kami gabung dua lagi Adnan/Indah sama Dejan/Bernadine di Swiss dan Orleans," ia menambahkan.

Rionny berharap dengan manajemen atlet untuk mengikuti turnamen maka target gelar bisa diraih satu per satu. Ia tak ingin PBSI gegabah dalam menentukan nama-nama yang berangkat.

"Iya [bukan soal siapa lebih banyak turnamen, tapi gelar]. Tidak apa-apa jika ada peluang [juara] di sana," ucapnya.

"Tahun kemarin kami ingin sebanyak-banyaknya ikut [turnamen]. [Atlet] yang dari bawah sudah naik ke atas sekarang. Tinggal sekarang kami cari prestasi juara, baru masuk Race to Olympics, dan kami ingin target itu," Rionny menegaskan.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/ikw/rhr)