Ribuan Atlet Muda Taekwondo Unjuk Gigi di Liga Jakarta XII
Ribuan atlet dari berbagai klub bertanding sengit memperebutkan gelar juara kejuaraan taekwondo Liga Jakarta XII di GOR Ciracas, Minggu (15/2).
Ajang yang berlangsung selama tiga hari, 13-15 Februari 2026 ini, diikuti lebih dari 2.500 atlet dari 185 klub. Kompetisi ini menjadi panggung penting atlet muda untuk menguji kemampuan.
Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia DKI Jakarta, Mayjen Oni Junianto, mengatakan liga ini merupakan proses rutin menyaring bibit-bibit atlet.
"Prinsipnya kami terus mengolah dan membuat perlombaan yang intens, sehingga prestasi mereka terus terukur dan diuji setiap triwulan," ujar Oni saat pembukaan acara.
Oni juga menekankan pentingnya konsistensi fisik dan teknik para atlet pasca-kejuaraan. Kalau tidak disiplin dengan teknik dan fisik, masa kematangan atlet akan terlewat begitu saja.
"Mereka tidak boleh sembarangan, setelah juara terus mereka gendut. Jadi berharap terus bertahap sampai nanti ketemu PON, mereka betul-betul punya basic [dasar] yang lebih kuat," katanya.
Salah satu atlet kategori poomsae, Tiara Andiani, mengaku sempat merasa gugup. Rasa grogi itu muncul karena Tiara sudah cukup lama tidak mengikuti kejuaraan nasional.
"Perasaannya tuh nervous banget, deg-degannya berasa banget. Untuk kedepannya mau ikut lagi karena hasil saat ini kurang maksimal. Jadi harus lebih maksimal lagi," kata Tiara.
Valentino Yanes Aldenhoven, pendiri klub Valentino, mengaku bangga sekaligus was-was melihat anak didiknya bertanding. Utamanya saat melihat atlet yang baru pertama kali turun ke arena.
"Semoga anak-anak lebih bersemangat, terlebih dari hasil liga ini banyak anak-anak yang bisa masuk sekolah lewat jalur prestasi. Jadi liga ini sangat bermanfaat luar biasa sekali," ucap Valentino.
Kejuaraan Liga Jakarta XII diharapkan terus menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan hobi, sekaligus membangun jenjang karier profesional dalam olahraga Taekwondo.
(ahw/abs)