Lorenzo Ingin Kembalikan Naluri 'Pembunuh' Vinales di MotoGP 2026

CNN Indonesia
Senin, 16 Feb 2026 18:16 WIB
Jorge Lorenzo bertekad mengembalikan naluri 'pembunuh' pembalap Tech3 Maverick Vinales pada MotoGP 2026.
Jorge Lorenzo ingin kembalikan keganasan Maverick Vinales di MotoGP 2026. (REUTERS/Ibraheem Al Omari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jorge Lorenzo bertekad mengembalikan naluri 'pembunuh' pembalap Tech3 Maverick Vinales pada MotoGP 2026.

MotoGP 2026 akan dimulai pada seri Thailand di Sirkuit Buriram, 28 Februari hingga 1 Maret mendatang. Saat ini Lorenzo bertugas sebagai mentor Vinales di Tech3.

Dikutip dari Crash, Lorenzo sudah mengetahui bakat Vinales di balap motor sejak usia delapan tahun. Sebelum tampil dalam kejuaraan dunia balap motor, nama Vinales cukup terkenal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang motivasinya sangat tinggi," kata Lorenzo kepada situs web resmi MotoGP.

"Saya tidak tahu apakah lebih tinggi dari sebelumnya, karena saya tidak bersamanya selama bertahun-tahun itu."

Juara dunia MotoGP tiga kali itu menyebut Maverick Vinales merupakan pembalap yang benci kekalahan. Mental itu yang saat ini sedang kembali dibangun Lorenzo kepada Vinales.

"Saya mendengar tentang Maverick sejak ia berusia delapan tahun dan ketika saya berusia 15 tahun, dan dia selalu menjadi pembalap yang luar biasa, sangat berbakat," ucap Lorenzo.

"Semua orang mengatakan bahwa ketika dia masih kecil, dia adalah seorang pembunuh dan dia benci kalah. Dan entah bagaimana, saya pikir dalam lima, enam tahun terakhir, dia kehilangan motivasi atau keinginan untuk menang," ujar Lorenzo menambahkan.

Menurut mantan pembalap Yamaha itu, Vinales ingin mengeluarkan seluruh potensinya. Karena Vinales menyadari, dalam beberapa musim ke depan akan jadi musim terakhirnya di MotoGP.

"Dan sekarang, dia mengerti, setelah memiliki beberapa anak perempuan dan menghabiskan beberapa tahun bersama mereka dan istrinya, dia mengerti bahwa mungkin dua atau tiga tahun ke depan akan menjadi kesempatan terakhirnya," ucap Lorenzo.

"Jadi, dia ingin memberikan lebih dari 100 persen untuk berdamai dengan dirinya sendiri dan melihat apa yang terjadi."

[Gambas:Video CNN]

(sry/jal)