Arsenal Geram, Gusar, dan Gelisah setelah Ditahan Juru Kunci Wolves
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, terang-terangan mengungkap ketidakpuasan setelah anak asuhnya hanya bermain imbang melawan Wolverhampton Wanderers dalam lanjutan Premier League.
Arsenal punya kans menjauh dari kejaran Manchester City ketika bertamu ke markas Wolves di Stadion Molineux, Kamis (19/2) dini hari.
Alih-alih merengkuh tiga poin, The Gunners cuma bisa meraih satu poin. Arsenal sebenarnya unggul dua gol lebih dulu lewat Bukayo Saka dan Pedro Hincapie, namun gagal menjaga keunggulan dan kecolongan pada pertengahan babak kedua saat Hugo Bueno melepas tembakan jarak jauh serta saat injury time sepakan Tom Edozie mengenai Riccardo Calafiori dan masuk ke gawang.
"Kecewa banget, pastinya, hasil ini, dengan cara pertandingan berakhir, kami harus menyalahkan diri sendiri. Saya rasa performa pada babak kedua tidak menunjukkan standar yang dibutuhkan untuk memenangi liga, dengan margin yang ada saat ini, khususny setelah kami memainkan babak pertama, ini sangat mengecewakan," ujar Arteta.
"Kami mau bicara banyak soal perasaan saat ini, tetapi ini bukan momennya melakukan itu, karena apa pun yang kami lakukan harus dalam koridor membantu tim. Saat ini sepertinya kami harus menelan rasa frustrasi," terangnya melanjutkan dikutip dari situs resmi klub.
Kini Arsenal memimpin Premier League dengan 58 poin atau hanya unggul lima poin dari Man City. The Citizens punya kans merapatkan jarak jika bisa mengalahkan Newcastle United pada akhir pekan mendatang.
Pada Minggu (22/2) Arsenal punya kesempatan menjauh lagi jika bisa menang atas Tottenham Hotspur, namun saat ini Man City punya keuntungan psikologis karena jumlah pertandingan yang lebih sedikit. Arsenal saat ini sudah memainkan 27 pertandingan atau satu lebih banyak ketimbang Man City.
"Saya rasa semua pertanyaan, semua kritik, opini, harus diterima dengan lapang dada hari ini. Itu saja. Semua tamparan, peluru, harus diterima, karena kami tidak tampil sesuai dengan level yang dibutuhkan."
"Apa pun yang dikatakan orang bisa benar karena kami tidak melakukan apa yang harus dilakukan. Cara untuk membuktikannya adalah di lapangan pada hari Minggu, dalam kesempatan besar yang kami miliki," ucap mantan pemain Arsenal itu.
(nva/nva)