Hugo Ekitike Bicara Kebiasaan Puasa saat Ramadan
Penyerang baru Liverpool, Hugo Ekitike, berbicara soal makna Ramadan yang selalu menjadi bulan spesial bagi dirinya dan keluarga.
Ekitike untuk kali pertama menjalankan ibadah puasa di Inggris setelah resmi berseragam Liverpool. Makna Ramadhan tak berubah, namun suasana baru menyambutnya.
Meski menjadi minoritas di negeri orang, Ekitike bangga terlahir sebagai muslim. Oleh sebab itu, Ramadan jadi momen yang sangat berkesan setiap tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir Ramadan adalah bulan yang baik untuk lebih dekat dengan agama dan keluarga Anda, melakukan perbuatan baik, dan lebih suci dari biasanya," kata Ekitike di Instagram Liverpool.
"Tentu saja, saya berpuasa. Saya menghabiskan bulan yang indah dengan berpuasa. Menjamu tamu di rumah saya dan kami berbagi buka puasa bersama."
Ramadan menjadi momen Ekitike untuk lebih dekat kepada Tuhan meski di luar bulan puasa ia tetap menjalani keseharian sebagai muslim yang taat.
Nikmatnya lagi, pemain asal Prancis itu tak menjalani puasa sendirian di Liverpool. Ada Mohamed Salah dan Ibrahima Konate yang ikut mendampinginya.
"Kami memiliki beberapa pemain Muslim di tim, jadi saya tahu klub akan membantu kami melewati bulan ini."
"Kami sudah membicarakannya, dan saya tahu kami mendapat dukungan seratus persen dari klub. Saya sangat bersemangat tentang hal itu," tuturnya menambahkan.
Penyerang yang direkrut dari Eintracht Frankfurt itu pun selalu mendapat pelajaran berharga selama berpuasa.
Tak hanya soal menahan haus dan lapar, Ramadan bagi Ekitike adalah momen untuk merenungi kehidupan dan evaluasi diri.
"Setelah Ramadan saya merasa lebih tenang, lebih sabar secara umum tentang apa yang saya harapkan dari orang lain dan apa yang saya harapkan dari diri saya sendiri."
"Selamat menjalani Ramadan Mubarak untuk semua suporter kami," ujar Ekitike.
(jun/jun/abs)