Pakar Hukum Sebut Persib di Ambang Sanksi Berat AFC
Persib Bandung diprediksi dapat sanksi berat dari AFC akibat kericuhan sesuai pertandingan melawan Ratchaburi di AFC Champions League (ACL) 2.
Pertandingan yang berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Persib itu dihiasi suporter turun ke lapangan. Sejumlah oknum Bobotoh merangsek masuk ke lintasan lapangan, Rabu (18/2).
Pakar hukum olahraga, Eko Noer Kristiyanto, menyebut dampak kericuhan itu tak main-main. Denda miliaran Rupiah hingga larangan suporter di pentas kontinental menanti Persib.
"Bisa jadi nanti Persib lolos AFC, main di Asia tapi GBLA gak bisa jadi home base. Kalau denda jelas gede itu, ratusan juta sampai miliaran bisa," kata Eko, dilansir dari Detik Jabar.
Ancaman sanksi ini bukan tanpa dasar. Sebelumnya, Persib dijatuhi denda US$ 30 ribu oleh AFC akibat pelanggaran saat menjamu Bangkok United pada Desember 2025.
Dalam pertandingan itu suporter menyalakan asap suar dan area jalur evakuasi tidak steril. AFC menilai hal itu melanggar regulasi keselamatan dan kelalaian pengamanan.
Kericuhan saat melawan Ratchaburi bisa dinilai sebagai pelanggaran berulang. Biasanya, pelanggaran berulang dendanya lebih besar plus sanksi tambahan.
Ya, sanksinya bukan hanya soal uang. Bisa jadi sanksi tambahannya adalah pertandingan tanpa penonton. Biasanya sanksi dari AFC diumumkan sepekan setelah peristiwa.
Karena itu Eko menyayangkan aksi tak terpuji segelintir Bobotoh tersebut. Menurutnya hal semacam ini harus ditindak tegas agar tidak terulang pada pertandingan lainnya.
"Persib gak merasa dibela dengan itu [aksi oknum suporter]. Justru sangat dirugikan. Bukan cuma Persib, tapi Bobotoh karena sanksinya nanti bisa berkolerasi di Asia tahun depan," kata Eko.
(abs/sry)